Power System

Power System
Pertemuan Dengan Dewi Kehidupan


__ADS_3

"Erghhhh" Hua Mei terbangun di dalam ruangan putih kosong. "Dimana ini?" Hua Mei mengedarkan pandangannya.


"Kau sudah sadar?" Terdengar suara wanita yang sangat lembut, di belakang Hua Mei.


"Siapa kau?!" Hua Mei langsung memasang sikap waspada.


"Aku adalah Dewi Kehidupan...." Wanita yang sangat cantik muncul di dalam pandangan Hua Mei. Dia memakai pakaian putih, dengan rambut dan mata yang juga berwarna putih cerah. Tubuhnya transparan, seperti hanya wujud rohnya saja.


"Ca-Cantik sekali" Hua Mei sangat terpana melihat kecantikan wanita itu.


Mendengar ucapan Hua Mei, wanita itu tersenyum. "Dengan tubuh dewi kehidupan itu. Aku jamin, Bila kau sudah mencapai kultivasi yang sangat tinggi, kau akan secantik diriku" ucapnya lembut.


"Kau bisa membaca pikiranku?"


"Tentu, ini di dunia jiwaku"


"Begitu.... Lalu kau siapa?"


"Aku adalah dewi kehidupan sebelumnya"


"Dewi Kehidupan sebelumnya?"


"Betul, Dewi Kehidupan yang gagal" wanita itu tertunduk sedih saat membicarakannya.


"A-Apa Maksudmu?"


"Aku tidak bisa melihat suamiku mencapai puncak kultivasinya, aku tidak bisa menemaninya saat dia sendirian di atas sana... Aku benar-benar Dewi Kehidupan sekaligus istri yang gagal"


Hua Mei tidak bisa berkata-kata mendengar pernyataan didepannya. "La-Lalu, untuk apa kau memanggilku?"


"Aku hanya ingin menyapa saja... Juga aku ingin mendoakanmu agar kau bisa melihat suamimu mencapai puncaknya" ucapnya tersenyum.


"Begitu.... Terima kasih" Hua Mei menunduk pada wanita itu.


"Ya... Sana pergi, suamimu kelihatan panik tuh" ucap wanita itu sembari menunjuk layar besar didepannya, yang menampilkan Xin Huang sedang panik memanggil-manggil nama Hua Mei.


"Xin...." Hati Hua Mei terasa sangat senang melihat Xin Huang yang sedang panik. "Ya sudah nona, sampai jumpa lagi" Hua Mei menunduk lagi pada wanita itu.


"Oh iya, hati-hati dengan suamiku" Wanita itu berucap singkat, lalu menghilang menjadi debu.


"Suamimu....?" Pandangan Hua Mei menjadi gelap, lalu terjatuh pingsan.


***


"Hua'er! bangunlah!" Xin Huang menggoyang-goyang kan tubuh Hua Mei.


"Hua'er!!!" Xin Huang sangat panik melihat orang yang mengisi hatinya tertidur tak sadarkan diri.


"Emmm...." Mata Hua Mei terlihat terbuka, lalu melihat kesekitar, "Xin?" ucap Hua Mei singkat saat terbangun.


"Hua'er!!!" Xin Huang memeluk tubuh Hua Mei.


"Tenang saja Xin... Aku baik-baik saja..." Hati Hua Mei terasa hangat saat dipeluk Xin Huang.


"Kau benar tidak apa-apa kan?"


"Iya Xin"


"Fyuh...." Xin Huang menghela nafas lega. "Lalu....." Xin Huang menganalisa tubuh Hua Mei.


[Nama: Hua Mei]


[Level: Inti Suci Puncak 236 ledakan]


Mata Xin Huang melebar saat melihat tingkat kultivasi Hua Mei. "Hahaha, kau sangat kuat Hua'er!" Hati Xin Huang sangat senang saat tahu bahwa istrinya super kuat.

__ADS_1


"Hah?" Hua Mei mengecek kultivasinya. "Yaampun! aku sangat kuat!!!" Hua Mei terlihat riang saat sadar bahwa dia super kuat.


"Hahahaha" Xin Huang dan Hua Mei saling berpelukan untuk waktu yang lama.


.


.


.


.


(Alam Naga, Istana Raja Naga)


"Hua'er?" Ucap seorang mahluk super besar berwarna emas cerah, dengan sedikit warna biru yang menghiasinya.


"Ra-Raja?!" Seorang pria yang sangat tampan dengan baju berwarna biru terlihat terkejut saat melihat rajanya berbicara.


"Sudah 300 Triliun tahun tuan tertidur, dan akhirnya tuan bangun!" Sahut pria tampan lain yang memakai baju merah.


"Kita sebarkan bahwa Raja kita telah terbangun!!!" Ucap pria tampan yang lain lagi dengan baju berwarna ungu.


"Diam kalian sialan...." mahluk emas super besar itu, menatap sinis ketiga orang dihadapannya.


"Ma-Maafkan hamba tuan" ketiga orang itu mengeluarkan keringat dingin, lalu bersujud pada mahluk emas super besar itu.


Blarrrrrrrrrrrr


Mahluk Emas super besar itu melebarkan sayapnya yang sangat besar. Sangking besarnya, sayap itu sampai menutupi langit.


"Xian Hua'er, aku akan menjemputmu"


Krakkkk


Wushhhhhhh


"Tu--Tuan telah pergi..." ucap Pria berbaju biru mengeluarkan sebutir keringat kecil.


"Kita kesampingkan hal itu dulu! kita sebarkan dulu bahwa Tuan Raja Naga telah bangun!" sahut pria berbaju merah.


"Dasar kau bodoh! bagaimana orang akan percaya dengan kita jika tidak ada bukti!!!" bentak pria berbaju ungu.


"Kau yang bodoh! dasar dungu! dengan orang-orang tidak melihat raja disini, itu sudah menjadi bukti bahwa Tuan Raja telah bangun!!!" pria berbaju merah itu membentak balik pria berbaju ungu.


"Benar juga..."


***


Disebuah kawah, terlihat sebuah rumah besar ditengahnya.


"Xin... Apa kau tidak terpikirkan tentang anak?" Tanya Hua Mei malu-malu.


"Anak? Aku masih 12 tahun, benihku mungkin masih belum ada" jawab Xin Huang santai.


"A-Aku lupa kita masih dibawah umur!"


"Tentu... Buat anaknya nanti saja ya..."


"Baik Xin!" Hua Mei mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Hah.... Aku sangat ngantuk...."


"Ngantuk? kau masih belum pulih akibat efek pil itu?"


"Mungkin?.... Mau bagaimanapun, Pil Kebugaran adalah pil kelas 10...."

__ADS_1


"Kelas 10?!" Hua Mei terlihat terkejut mendengar pernyataan Xin Huang.


"Kau tidak tahu? Bodoh sekali....".


"Itu karena kau tak pernah memberitahuku!!!"


"Masa kau tidak sadar? Dengan efek lanjutan yang seperti ini saja sudah menunjukan bahwa pil kebugaran adalah pil kelas 10" ucap Xin Huang malas.


"Ya sudah, tidur sana... Kau terlihat seperti panda sekarang"


Xin Huang menatap Hua Mei, lalu menguap. "Padahal aku hanya memakan seratus pil saja, tapi efeknya sangat kuat" Xin Huang merebahkan tubuhnya pada kasur.


"Iya iya, ayo tidur" Hua Mei merebahkan tubuhnya juga di samping Xin Huang.


"Hoammmm" Xin Huang menguap lagi, lalu tidur. Hua Mei yang melihat itu, ikut tidur juga.


Saat Xin Huang mulai terlelap dalam tidurnya, dia mendengar suara peringatan dari sistemnya.


[Peringatan!]


[Peringatan!]


[Peringatan!]


[Peringatan!]


"A-Ada apa sistem?" Xin Huang terasa segar kembali saat mendengar peringatan sistemnya.


[Seseorang yang sangat kuat sedang menuju ke---]


Blarrrrrrrrr


Pranggggggg


Belum selesai sistem berbicara. Tiba-tiba diluar rumah muncul aura kekuatan yang sangat besar, sampai-sampai semua kaca dirumah Xin Huang pecah. Yang aneh dari itu adalah, rumah Xin Huang termasuk artefak kelas tinggi, Inti Suci puncak 50 ledakan tidak akan bisa menghancurkan rumahnya, tapi rumah Xin Huang bisa hancur dengan sebuah aura saja.


Xin Huang dan Hua Mei merasa sesak saat aura itu muncul.


"Hua'er?" tiba-tiba muncul sebuah mata emas di sela-sela jendela rumah Xin Huang.


"Teknik Ruang dan Waktu: Teleportasi" Xin Huang memeluk Hua Mei, lalu berteleportasi jauh dari aura itu.


"Mau kemana kau?"


Wushhhhhhhh


Sejauh apapun Xin Huang berteleportasi, dia masih tetap merasakan aura itu. "Erghhh" Xin Huang memaksakan dirinya untuk menahan aura itu.


"Xin! kita gabungkan kekuatan!" Hua Mei mengeluarkan auranya hingga tercampur dengan aura Xin Huang.


"Hosh... Hosh... Hosh..." dengan gabungan aura itu, setidaknya mereka bisa berdiri. "A-Apa?" Mata Xin Huang melebar saat melihat sebuah mahluk raksasa emas super besar didepannya.


"Analisa"


[Nama: Wang Long (Dragon King)]


[Level: Tidak Diketahui]


"Ra-Raja Naga?!"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2