
Kata orang-orang, takdir direpresentasikan sebagai benang merah. Benang merah itu akan memanjang dan membawa kita kesuatu tempat, kesuatu waktu, dan kesuatu kondisi, hingga akhirnya benang merah itu akan berakhir saat seseorang itu mati.
Zhou Lin sang penguasa benua Dazhou, memanfaatkan benang merah itu untuk melihat secuil masa depan, dan seluruh masa lalu seseorang. Tak semua orang bisa melihat benang takdir, hanya seseorang yang memiliki elemen waktu sajalah yang bisa melihatnya, dan kebetulan Zhou Lin terlahir dengan itu.
Dimasa kecilnya, Zhou Lin memanfaatkan elemen waktunya untuk bertarung dan meramal. Dia menggunakan kemapuan meramalnya untuk mendapatkan uang, dan tentu saja untuk dirinya sendiri, sebab adiknya Zhou Yuan, memiliki kemampuan ruang untuk mencuri, sehingga mereka berdua hidup secara sendiri-sendiri, dan tidak terlalu akrab, walaupun begitu, mereka tetaplah saudara, jika adiknya dalam bahaya, kakaknya akan membantu, dan jika kakaknya dalam bahaya adiknya akan membantu.
Tapi.... Hubungan yang semakin lama semakin erat itu hancur akibat Zhou Lin mendapatkan suatu buku, sebuah buku yang memuat semua sejarah kerajaan Anzhen, kerajaan yang berdiri kokoh sebagai penguasa dimasa lalu.
Zhou Lin sangat kagum dengan itu, saat pertama kali dia membacanya, dia langsung mengidolakan raja Anzhen, dan memulai perjalannya menapaki keabadian.
Ditahun pertama, Zhou Lin memasuki sebuah sekte besar bersama adiknya. Mereka berdua mendapatkan julukan jenius sejati, dengan kekuatan waktu Zhou Lin, dan kekuatan ruang Zhou Yuan, mereka bisa dengan cepat naik tingkat, dan menjadi murid inti disana.
Semuanya berjalan lancar seiring berjalannya waktu, tapi seiring berjalannya waktu itu juga, Zhou Lin makin lama, makin terdoktrin dengan buku sejarah itu, dan mulai tergila-gila dengan impian, tujuan, dan cita-cita raja Anzhen dibuku itu.
Hingga akhirnya dia membunuh adiknya sendiri, lalu menghancurkan sekte yang membesarkannya. Setelah itu, Zhou Lin membuat sebuah kekaisaran, kekaisaran Zhou.
***
"Masa lalu sangatlah menjijikan, kenangan-kenangan senang, kenangan-kenangan sedih, semua tercampur aduk didalam kepala. Membuat seseorang merasakan depresi akibat trauma, ataupun menjadi tidak waras karena ingin merasakan kenangan masa lalu yang indah. Yah... Semuanya akan menjijikan, bila itu bukan masa lalu kerajaan Anzhen" Gumam Zhou Lin yang sedang duduk santai, dengan Bing Lian yang juga sedang duduk santai disebelahnya.
Bing Lian membuka matanya, lalu menatap Zhou Lin, "Kau pun sudah tidak waras, bodoh" Obsesi Zhou Lin yang sangat berlebihan, membuat Bing Lian sedikit ketakutan. Sehingga dia heran, apa maksud dia membicarakan itu?
Zhou Lin tersenyum, lalu mengelus kepala Bing Lian, "Istriku, kau pasti sedang memgumpatiku didalam hatimu kan?"
Bing Lian memutar bola matanya malas, "Tidak"
__ADS_1
"Hehe, masa lalu memanglah menjijikan, tapi kebohongan lah yang lebih menjijikan"
"Lalu apa hubungannya denganku? Aku kan tidak berbohong" Rasa kesalnya dengan Zhou Lin, membuat Bing Lian menjadi tebal muka.
Zhou Lin terkekeh kecil saat melihat istrinya berbohong, dia jadi ingin menghukum istrinya saat itu juga, tapi masalahnya, dia sedang duduk diatas singgasana, tidak mungkin bukan bila menghukum istrinya didepan umum?
Bing Lian menjulurkan lidahnya saat melihat Zhou Lin yang tidak bisa berkutik sama sekali.
Zhou Lin menggelengkan kepalanya, dan mengelus dadanya sembari menghela nafas, "Lian'er, kenapa kau tidak mengandung-mengandung juga?" Sudah puluhan kali Zhou Lin berhubungan intim dengan Bing Lian, tapi Bing Lian masih belum juga mengandung anaknya, membuat dirinya sedikit curiga bahwa Bing Lian melakukan sesuatu.
"Rahimku dulu rusak parah akibat terus-terusan diperkosa Liang Guang, jadi saat ini, hanya baru 90% nya saja yang sudah sembuh" Rasa trauma dan dampak yang sangat parah, membuat rahim Bing Lian tidak bisa beregenerasi berapapun pil yang dimakan Bing Lian. Jadi dia hanya mengandalkan pembersihan pikiran, agar tidak mempengaruhi rahimnya yang sudah rusak, dan itu berhasil, rahimnya perlahan-lahan mulai pulih, tapi tidak boleh diganggu oleh kandungan-kandungan pil.
Zhou Lin mengerutkan dahinya sembari mengelus dagu, "Si emas hitam itu, memang bejat ya?"
"Ya" Bing Lian mengangguk kecil untuk menjawabnya.
"Bila kusembunyikanpun apa gunanya? Situasiku saat ini, sama persis seperti saat aku menjadi budak sex Liang Guang, itu hanya sia-sia, seperti memasang jerat didalam kolam"
"Sama persis? Apa kau mendapatkan belaian kasih sayang dari Liang Guang?" Zhou Lin berbicara sembari mengelus lembut kepala Bing Lian.
"Oh ayolah, kau memang membelaiku, tapi rasanya seperti kau bukan membelaiku" Memang hangat belaian tangan Zhou Lin, tapi Bing Lian merasa bahwa kehangatan itu bukan ditujukan padanya, tapi pada orang lain yang dia tidak ketahui.
"Lama-lama kau makin kurang ajar" Zhou Lin cemberut mendengar istrinya selalu membantah ucapannya, "Jadi kau mau apa? Apa kau mau aku hanya mencintaimu saja?"
Bing Lian menggenggam erat kerah baju Zhou Lin, "Bebaskan aku"
__ADS_1
"Kau boleh meminta apapun, tapi tidak dengan itu" Zhou Lin dengan lembut melepaskan genggaman Bing Lian.
"Jangan bersikap lembut, jika kau tidak menginginkannya" Bing Lian berbicara dengan raut wajah yang sangat marah, sebab kebebasan yang dia inginkan, direbut kembali oleh pria didepannya.
"Sepertinya kau sering berteriak-teriak tentang kebebasan yang ku renggut darimu, tapi tanpa kau sadari, sejak kau menandatangani kontrak itu, kebebasanmu sudah kau lepas oleh dirimu sendiri, ini hanyalah sepenggal akibat yang diciptakan oleh dirimu sendiri" Memang Zhou Lin yang mengatur pembuatan kontrak, dan macam-macam isinya, tapi isi-isi kontrak itu, tak akan berguna bila Bing Lian tidak menandatanganinya.
"Kalau begitu bunuh aku! Bukan hanya merenggut Kebebasanku, tapi kau juga membantai semua sekteku, jadi cepat bunuh aku!" Satu Minggu yang lalu, jendral kanan Zhou Lin membantai seluruh sekte Es Abadi, dan itu membuat mental Bing Lian menjadi sedikit rusak.
"Lalu kenapa kau tidak membunuh dirimu sendiri? Kau memang masih ingin hidup kan? Masih ingin merasakan kebebasan, yang lebih lama lagi" Zhou Lin tersenyum, sembari mendekap tubuh Bing Lian.
"Hiks.... Hiks.... Hiks.... Dasar kau monster yang tak punya hati, semua hal yang akan kau lakukan, aku tidak akan pernah mendoakanmu berhasil" Bing Lian memberontak keras untuk melepaskan dekapan Zhou Lin.
"Hehe, nona Bing, kau terlalu imut, aku jadi ingin mendekapmu lebih lama lagi" Zhou Lin menambah tenaganya untuk mendekap tubuh Bing Lian.
"Lepaskan aku! Xin Huang tolong aku!" Bing Lian berteriak kencang sembari menangis, mengucapkan nama Xin Huang.
Zhou Lin mengangkat sebelah alisnya penasaran, "Xin Huang? Siapa itu?"
***
Stress! Stress! Stress! Kemarin salah up, ini yang asli, sialan! Episode yang kemarin abaikan saja. Btw, hiatusnya besok yah😁
.
.
__ADS_1
.
.