
"Lalu alam atas... Ukuran Alam Atas sangatlah besar, hanya saja 99% Alam atas hancur saat Kerajaan Anzhen kalah dalam perang" Xin Huang baru saja memperoleh informasi itu dari sistem.
"Kemudian Alam Emas, Alam Emas sangatlah besar, kira-kira jutaan kilometer luasnya. Di Alam Emas, kultivator tingkat dewa adalah hal yang biasa, disana juga menjadi tempat tinggal salah satu Dewa Agung, Kaisar Pedang"
"Kaisar Pedang?"
"Ya, dia adalah pendekar pedang berlevel Dewa Agung, kekuatannya sangat kuat, bisa menghancurkan alam Bawah dengan sekali tebas"
"Hebat!!!"
"Ya, tapi bisa jadi dia akan menjadi musuh kita"
"Apa?! Kenapa?!"
"Tujuanku untuk menjadi penguasa kan?"
"Ah.... Iya" Para Dewa Agung adalah Anjing-anjing milik Raja Dewa, sehingga bila ingin melengserkan kekuasaan Raja Dewa, tentu haru melawan anjing-anjingnya dulu.
"Setelah itu Neraka. Neraka sudah hancur sebagian akibat pertarungan Di Yuzhi dengan Si De Canran, tempat yang sangat luas, bahkan jutaan kali lebih luas dari Alam Atas hancur setengahnya akibat dua monster itu"
"Kemudian Alam Hukum. Alam Hukum hanya dihuni oleh satu orang saja, Dewa Hukum, salah satu Dewa Agung, atau salah satu anjing milik Raja Dewa. Alam hukum terletak diantara Neraka dan Surga, Disana tempat jiwa-jiwa manusia ditimbang, jiwa-jiwa yang jahat akan dimasukkan ke neraka, dan Jiwa-jiwa yang baik akan dimasukkan ke surga. Dewa Hukum juga menjadi tuhan bagi para orang-orang fana, Bahkan sudah menjadi agama umum bagi orang-orang di alam bawah dan Alam atas"
"Lalu Surga, kau pasti sudah tahukan apa itu surga?"
"Ya! Aku tahu"
"Baiklah, selanjutnya Alam Dewa, tempat para Dewa Agung tinggal, sekaligus tempat para Dewa-Dewi Tingkat tinggi tinggal. Tempat itu tak mempunyai batas, dan tidak akan pernah bisa dihancurkan, bahkan oleh Raja Dewa sendiri"
"Lalu yang terakhir, Alam Raja. Sama seperti alam Dewa, Alam Raja tak mempunyai batas, dan hanya ada satu istana saja disana, Istana Raja Dewa, penghuninya juga cuma satu, yaitu Raja Dewa saja"
"Wah... Ternyata luas sekali dunia ini" Hua Mei merasa bahwa dirinya hanya sebutir debu didunia yang luas ini.
"Tentu, jadi jangan sombong dengan kekuatanmu yang tak seberapa itu"
"Ya! Tapi Xin, Apa kaitannya dengan Gelang Emas milik Nona Bing?"
"Gelang Emas itu adalah salah satu pecahan kunci menuju Alam Emas"
"Pecahan Kunci?!"
"Ya, untuk mencegah orang-orang masuk ke Alam Emas, Kaisar Pedang menghancurkan Kunci menuju Alam Emas atas perintah Raja Dewa"
"Jadi kita harus mengumpulkannya? Berapa Banyak?"
"Sebanyak Benua di Alam Atas"
"Benua Di Alam Atas... 30?"
"Ya"
"Apakah letaknya acak?"
"Ya, mereka tersebar disegala penjuru Alam Atas"
"Jadi setiap pecahan ada disetiap benua?"
"Tidak, satu benua bisa saja memiliki dua pecahan kunci, kita harus mengandalkan keberuntungan untuk mendapatkan pecahan kunci itu"
"Jadi pasti akan lama ya?"
__ADS_1
"Ya, lama sekali....."
***
(Ruang Kerja Bing Lian)
"Hmmm....." Terlihat Bing Lian sedang mengetuk-ngetuk jarinya dimeja "Apa pilihanku sudah benar? Aku benar-benar berada di dalam dilema yang panjang" Gelang Emas milik Bing Lian adalah pemberian dari ibunya yang sudah mati ribuan tahun yang lalu.
"Dia bilang, bila Liang Guang menyerang, dan Dia membantuku hingga aku menang, baru aku boleh memberinya gelang ini. Tapi bila Liang Guang tidak menyerang, aku tidak perlu memberi gelang ini bukan?" Bing Lian terlihat berpikir keras
"Jadi satu-satunya solusi untuk ini adalah, Liang Guang. Aku harus mengancamnya, hingga dia tidak berani bergerak"
"Tapi itu tidak mungkin, orang setua Liang Guang, sudah pasti tidak mempunyai rasa takut, bahkan pada kematian sekalipun" Sebagian orang tua didunia ini, sudah menghilangkan ketakutan, perasaan, hingga wajah asli mereka. Bila dilihat secara seksama, tubuh para orang tua itu sudah kosong, kecuali bila mereka menikah, mungkin perasaan mereka akan kembali dengan sendirinya, tapi tidak dengan rasa takut, mereka sudah benar-benar menghilangkannya.
"Hmmm.... Mungkin bila kuberi sesuatu, dia akan luluh dan menurut padaku" Bing Lian menyentuh dagunya.
"Ah... Pil Embun Pagi" Bing Lian menyeringai sembari melihat sebotol pil didepannya.
***
(Dunia Pribadi Xin Huang)
"Xin, kita akan latihan berapa lama?"
"Berapa umurmu?"
Hua Mei terlihat menghitung sesuatu, "13 Tahun!"
"Begitu.... Baiklah, kita akan berlatih selama 5 tahun"
"5 Tahun?! Itu terlalu lama Xin!"
"Oooo.... Tapi bagaimana aturan waktu yang ada disini? kenapa terus berubah-ubah?"
"Karena ini duniaku, waktu disini bisa kuubah sesuka hatiku"
"Wah.... Pasti enak bukan mempunyai dunia sendiri?"
"Enak dong, sayangnya kau tidak bisa merasakan itu"
"Emmm.... Apa kau tidak bisa mengajariku teknik Ruang dan Waktu?"
"Tidak bisa" Xin Huang menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?"
"Kuberitahu... Orang-orang yang bisa mengendalikan ruang atau mengendalikan waktu itu banyak, tapi orang yang bisa mengendalikan keduanya itu hanya ada tiga orang didunia yang luas ini"
"3 orang? Siapa saja itu?"
"Aku, Dewa Ruang dan Waktu, dan satu orang pria misterius"
"Siapa pria misterius itu?"
"Aku tidak tahu, dia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, menyebabkan dia tidak bisa dilacak oleh siapapun"
"Jadi hanya tiga orang.... Lalu Raja Dewa bagaimana?"
"Sekuat apapun dia, bila tidak diizinkan oleh tuhan, dia tidak akan pernah bisa mengendalikan ruang dan waktu!"
__ADS_1
"Diizinkan tuhan?"
"Ya! Dia lah yang menciptakan dunia ini! Bila tanpa izinnya, seseorang tak akan pernah bisa mengendalikan ruang dan waktu... Tapi, kita bisa mengakalinya dengan Izin turunan"
"Izin turunan?"
"Betul, Izin penguasa Ruang dan Waktu yang lebih kuat dari kita"
"Oh! Jadi sama seperti kasusmu?"
"Ya, karena izin dari Dewa Ruang dan Waktu, aku bisa menggunakan kekuatan ruang dan waktu!"
"Jadi aku bisa dong belajar darimu?"
"Tentu saja tidak"
"Kenapa?"
"Karena aku tidak mengizinkanmu"
"Kenapa kau tidak mengizinkanku?"
"Aku bisa saja mengajarimu tentang ruang, ataupun waktu, tapi tidak untuk keduanya"
"Apakah ada yang salah dengan itu?"
"Tentu saja, Kekuatan Ruang dan Waktu itu kekuatan terbesar, kekuatan itu bisa mencabik-cabik tubuhmu dengan mudah, bahkan bila kau mempunyai tubuh Dewi Kehidupan" Xin Huang bisa menahan kekuatan Ruang dan Waktu akibat sistem yang melindunginya.
"Jadi... Aku tidak bisa ya?"
"Ya, tapi jangan khawatir, aku akan mengajarimu jurus yang lain, jurus yang sangat cocok denganmu"
"Apa itu?"
"Teknik Tingkat Surga, Dunia Hijau" Xin Huang mengeluarkan sebuah batu giok hijau dari cincin penyimpanannya.
"Dunia Hijau....." Hua Mei merasakan perasaan yang akrab dari batu giok itu.
"Ini adalah teknik yang dipakai Dewi Kehidupan, dari generasi pertama, hingga generasi ketujuh"
"Kenapa hanya sampai generasi ketujuh?"
"Teknik ini pernah dihancurkan Iblis Kuno generasi ketujuh, akibat Dewi Kehidupan generasi ketujuh menolak cintanya"
"Jadi karena cinta.... Tapi bagaimana bisa kau mendapatkan teknik ini?"
"Teknik Dunia Hijau dihancurkan oleh iblis kuno hingga menjadi kepingan-kepingan kecil, dan teman rahasiaku berhasil mengumpulkan kepingan kecil ini hingga menjadi teknik yang utuh"
"Hebat sekali teman rahasiamu"
"Tentu, dia yang terhebat, dari yang terhebat. Dan dia yang terkuat, dari yang terkuat"
.
.
.
.
__ADS_1