Power System

Power System
Segel Bintang


__ADS_3

"Hua'er, kau lelah?"


"Tidak"


"Kau mau sate?"


"Tidak"


"Apa kau takut gendut?"


"Tidak Xin..."


"Hmmm... Aku bosan, kenapa kau tidak bicara?"


"Aku sedang siaga, takut-takut ada monster kuat lagi!"


"Persepsiku lebih kuat darimu, dan selain monster merah tadi, tidak ada lagi mahluk hidup dibenua ini"


"Bisa saja kan kau salah!"


"Terserah kau lah"


Selama satu Minggu penuh Xin Huang dan Hua Mei berjalan ke jantung benua selatan, Hingga akhirnya Mereka berdua melihat sebuah kubah berwarna langit malam dengan titik-titik putih yang terlihat seperti bintang di langit.


"Itu apa Xin?"


"Sebuah Formasi...." Xin Huang mendekati kubah itu. Dia menyentuhkan tangannya ke bagian luar kubah. "Aku tidak tahu ini formasi apa, tapi yang pasti, ini formasi tingkat tinggi" Batin Xin Huang.


"System, tingkatkan kelas Ahli Formasi ku"


[Kelas 4\= 100.000 PS]


[Kelas 5\= 1.000.000 PS]


[Kelas 6\= 1.000.000.000 PS]


"Kelas 6"


[Proses mengupgrade dimulai.... 10%... 20%... 40%.... 60%....90%....100%.... Proses mengupgrade selesai]


[Selamat! Kelas Ahli Formasi tuan telah naik ke kelas 4!]


[Selamat! Kelas Ahli Formasi tuan telah naik ke kelas 5!]


[Selamat! Kelas Ahli Formasi tuan telah naik ke kelas 6!]


[Poin Sistem dikurangi 1.001.100.000]


Wushhhhhhh


Semua pengetahuan tentang formasi kelas tinggi memasuki kepala Xin Huang. Setelahnya, Xin Huang mendekati kubah langit malam itu.


Hua Mei bingung melihat suaminya melamun sebentar, lalu sadar lagi, lalu mendekati kubah langit malam lagi. "Xin... Kau tidak apa-apa?"


"Tentu saja, aku sangat sehat" Xin Huang bingung mendengar pertanyaan istrinya.


"Oh...."


Xin Huang yang sudah sampai dihadapan kubah, memajukan tangannya, lalu menyentuh kubah itu.


"Ini.... Segel Bintang!" Xin Huang berseru.


"Segel Bintang?" Hua Mei memiringkan kepalanya.


"Betul! Segel Bintang adalah formasi kelas tinggi!, mungkin karena sudah ditinggalkan selama 300 triliun tahun, segel ini melemah dan menurun hingga menuju formasi kelas 10 tingkat tinggi"


"Wah... apa kau bisa membukanya?"


"Tentu....."


"Xin... Apa kau Ahli Formasi?"


"Ya, aku ahli Formasi kelas 6"


"Apa?!" Hua Mei sangat terkejut melihat kejeniusan suaminya, mulai dari kekuatan yang sangat kuat, hingga fakta terbaru yang menyatakan suaminya ahli Formasi kelas 6! tidak ada orang yang bisa mencapai tahap itu, Ahli formasi di benua naga yang paling tinggi hanyalah ahli Formasi kelas 4.


"Tak usah kaget begitu...." Xin Huang mendengus bangga.


"Wah... Aku sangat beruntung bisa menikahimu" Hua Mei merasa menjadi wanita yang paling beruntung bisa menikahi pria luar biasa seperti Xin Huang.


"Kau harus bangga dengan itu!" Xin Huang menyentuh kembali kubah itu.


"Hmmm.... Begitu-begitu" Xin Huang mengangguk-anggukan kepalanya.


"Bagaimana Xin? apa kau tahu cara membukanya?"


"Bisa sih.... Aku hanya perlu menyingkirkan bintang-bintang yang menghalangi matahari...."

__ADS_1


"Bintang-bintang yang menghalangi matahari?"


"Ya! Apa kau ingat kisah tentang putra raja yang membawa siang hari?"


"Putra raja yang membawa siang hari?"


"Betul! Akan kuceritakan kisahnya" Xin Huang meminum air. "Ratusan Triliun tahun yang lalu, dunia tiba-tiba menjadi gelap, kegelapan itu disebabkan oleh bintang-bintang yang menghalangi matahari terbit. para manusia-manusia yang hidup di hari itu sangatlah sengsara, mulai baju yang tidak kering, sawah yang tidak tumbuh hingga kakek dan nenek tua yang mengalami tulang keropos. Jiang Ye, putra dari raja kerajaan Jiang merasa iba dengan keadaan itu. Dia berdoa pada langit dan memohon untuk menghilangkan bintang-bintang, sehingga matahari bisa terbit kembali. Setelah berdoa dengan rajin selama satu bulan penuh, doa Jiang Ye dikabulkan, dia diberi cakar naga yang sangat besar, cakar itu cukup besar untuk menghancurkan bintang-bintang dilangit, sehingga membuat matahari terbit, dan dunia menjadi terang kembali"


"Wah... Aku baru dengar kisah seperti ini" mata Hua Mei berbinar-binar mendengar cerita Xin Huang.


"Ini cerita pengantar tidur untuk anak-anak desa, jadi pantas jika kau tidak tahu cerita itu"


"Begitu..." Hua Mei mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Jadi... ayo kita coba" Xin Huang menggenggam salah satu bintang di kubah itu.


Bang!


Tangan Xin Huang langsung hancur lebur menjadi debu. "Apa-apaan?!" Xin Huang memegangi tangannya yang berdarah.


"Xin!" Hua Mei sangat khawatir melihat tangan Xin Huang yang tiba-tiba hancur.


"Tak apa Hua'er, ini hanya tangan" Xin Huang mengambil dua butir pil. Pil berwarna merah dan pil berwarna putih.


"Hap!" Xin Huang memakan kedua pil itu.


Wushhhhh


Muncul tulang baru terbentuk di lengan kanan Xin Huang yang hancur, lalu muncul sepotong daging yang membesar dan membentuk sebuah lengan baru yang bisa digunakan lagi.


"Fyuhhh...." Xin Huang menghela nafas melihat tangannya yang tumbuh kembali.


"Apa kau tidak apa-apa?" Hua Mei menyentuh lengan baru Xin Huang.


"Tentu! lihat!" Xin Huang menggerak-gerakkan tangan barunya.


"Ehm" Hua Mei tersenyum kecil melihat tingkah laku suaminya yang konyol. "Apakah segel itu tak bisa kau hancurkan?" tanya Hua Mei.


"Entah... Segel ini mampu membuat tubuh kuatku hancur dalam satu detik"


"Jadi... Kau tidak bisa menghancurkannya?"


"Bisa sih... Tapi, sepertinya butuh cara atau alat khusus untuk membukanya. Sebab ahli Formasi 5 dan kebawah tak akan bisa menyentuh formasi ini, mereka hanya akan menembus segel ini, dan mati dimakan langit malam. Lain halnya denganku, aku bisa menyentuh kubah ini, hanya saja tubuhku kurang kuat"


"Mungkin kau membutuhkan cakar yang dipakai Jiang Ye!"


"Cakar Jiang Ye.... Kau benar Hua'er! kau memang jenius!" Xin Huang memeluk erat Hua Mei.


"Kau tenang saja" Xin Huang tenang-tenang saja, mengingat dia punya sistem ditangannya.


"Sistem! Tunjukan aku cakar Jiang Ye!"


Wushhh


Muncul sebuah cakar emas di dalam layar panel biru dihadapan Xin Huang.


[Nama: Lengan Jendral Naga]


[Rank: Dewa]


[Salah satu bagian tubuh Jendral Naga yang hancur saat berperang melawan antek-antek Iblis Kuno 300 Triliun tahun yang lalu]


[Harga: 4.000.000.000 PS]


"Sistem! harga yang kau berikan tidak masuk akal!"


[Itu adalah senjata tingkat dewa. Dan harga itu sudah mendapatkan potongan harga sebesar 99% karena sistem baik hati]


"A--Apa?! 99%?! jangan membual kau sistem!"


[Apa tuan mau potongan harganya sistem tarik kembali?]


"Tidak-tidak!! jangan!.... Baiklah, cepat beli" Xin Huang tertunduk lesu melihat 4 miliar Poin Sistem nya hilang tak bersisa.


[Berhasil membeli lengan Jendral Naga]


[Poin Sistem dikurangi 4.000.000.000]


Wushhhh


Sebuah cakar emas raksasa muncul di dalam inventorinya. "Hahh..." Xin Huang menghela nafasnya saat melihat poin sistemnya yang tinggal dua miliar.


"Xin, apa kau tidak apa-apa?" Hua Mei terlihat khawatir saat melihat Xin Huang yang tiba-tiba melamun, lalu menghela nafas.


"Aku tak apa-apa Hua'er..."


"Baiklah...."

__ADS_1


Xin Huang melihat rincian cakar emasnya sekali lagi.


[Nama: Lengan Jendral Naga]


[Rank: Dewa]


[Salah satu bagian tubuh Jendral Naga yang hancur saat berperang melawan antek-antek Iblis Kuno 300 Triliun tahun yang lalu]


"Salah satu bagian tubuh yang hancur?... jadi doa Jiang Ye tidak dijawab ya, dia hanya beruntung saja bagian tubuh yang hancur itu jatuh ke dunianya"


Xin Huang mengeluarkan cakar itu.


Wushhhhh


Tiba-tiba muncul sebuah cakar emas sebesar gunung dihadapan Xin Huang.


"A-Apa itu?!" Hua Mei terkejut melihat cakar raksasa yang muncul tiba-tiba.


"Itu adalah cakar Jiang Ye, Hua'er"


"Cakar Jiang Ye? sekuat apa dia sehingga bisa mengangkat cakar sebesar ini?!"


"Hmmm... Betul juga, kupikir Jiang Ye hanya pangeran lemah, ternyata dia manusia yang sangat sakti, sehingga bisa mengangkat cakar sebesar ini" gumam Xin Huang.


"Baiklah, saatnya mengambil bintang-bintang untuk membuat matahari terbit kembali" Xin Huang mendekati cakar emas itu, lalu memakainya.


Wushhhhhh


Cakar raksasa sebesar gunung itu bisa diangkat Xin Huang dengan mudah. Xin Huang lalu mengarahkan cakar itu ke arah bintang-bintang yang ada di kubah.


Bang!


Bintang itu langsung hancur saat menyentuh cakar Jiang Ye. "Berhasil!" Xin Huang mengarahkannya lagi.


Bang!


Bang!


Bang!


Bang!


Bang!


***


"Yang terakhir!"


Bang!


Kretak... Kretak... kretakk...


Muncul retakan-retakan yang muncul dilangit malam saat bintang yang menghiasinya hancur semua.


Duarrrrrrrr


Kubah itu meledak, dan segel Bintang akhirnya hancur. "Fyuhhh...." mengunakan cakar Jiang Ye membutuhkan Qi yang banyak, sehingga itu menguras tenaga Xin Huang.


"Xin! akhirnya hancur!"


"Betul Hua'er"


Bruk


Xin Huang ambruk terduduk ditanah. "Xin!" Hua Mei berlari khawatir melihat Xin Huang yang ambruk.


"Hehe, tak apa Hua'er, aku kuat..."


"Jangan memaksakan diri!" Hua Mei memberi Xin Huang puluhan botol pil kebugaran. "Makan ini!" Hua Mei menyodorkan puluhan botol itu ke hadapan Xin Huang.


"Jangan Hua'er, itu milikmu"


"Makan saja!"


"Maksudku, aku mempunyai pil itu sendiri" Xin Huang mengambil sebotol pil kebugaran, dan menelan semuanya.


Wushhhhhh


Sebuah cahaya hijau yang sangat terang menyelimuti tubuh Xin Huang. "Arghhh, aku makan kebanyakan!" Xin Huang merasakan tubuhnya seperti tercabik-cabik.


"Xin!!!" Hua Mei menangis melihat Xin Huang yang kesakitan.


"Arghhhh"


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2