Power System

Power System
Serang!!!


__ADS_3

Duarrrrrrrrr


Sebuah bola ledakan besar, menyinari mata seluruh penduduk benua Dazhou. Istana kekaisaran Zhou hancur lebur menjadi debu akibatnya, banyak korban-korban yang meninggal akibat ledakan itu, tak sedikit juga orang-orang yang terluka Parah akibatnya.


Duarrrrr


Duarrrrr


Duarrrrr


Para warga benua Dazhou berkali-kali melihat lesatan-lesatan cahaya berwarna hijau dan kuning diatas langit, disertai oleh ledakan besar yang mengikuti mereka setiap mereka bentrok mengadu kekuatan.


"Zhou Lin, ayo kita bertarung diatas langit."


Zhou Lin terkekeh kecil saat mendengarnya, "Kenapa? Kau kasihan pada mereka?"


"Tidak, aku hanya lebih leluasa saja bila bertarung diatas langit"


"Baiklah, ayo kita pergi jauh diatas langit, menjauh dari semua rakyat-rakyatku, sebab jika mereka semua musnah, siapa yang akan aku pimpin? Hantu?" Setelah mengucapkan itu, Zhou Lin melesat jauh keatas langit, diikuti dengan Wei Chuan juga yang melesat keatas langit.


***


"Mereka sudah mulai bertarung!" Ucap Han Zhuo yang sedang berdiri diatas sebuah gunung besar, yang sangat jauh dari area pertarungan Wei Chuan dan Zhou Lin. Han Zhuo adalah seorang dewa natural, jadi biasa saja jika dia bisa melihat pertarungan yang jauhnya ratusan ribu kilometer.


"Jadi kita harus bagaimana? Apa kita harus melanjutkan perjalanan kita?" Tanya Bing Lian yang sedang menggendong bayinya.


"Tentu saja, walaupun aku ingin melihat pertarungan dua orang setengah dewa, aku lebih ingin melihat tuan muda kita tumbuh menjadi seseorang yang sangat kuat." Jawab Han Zhuo sembari mengusap kepala Bing Xiwang.


"Hahh.... Kaulah yang membuatku menjauh dari yang namanya bunuh diri, kau memang teman terbaikku." Selama berada didalam istana kekaisaran Zhou, Bing Lian selalu tertekan dengan berbagai keadaan, namun Han Zhuo selalu sayang dan selalu menghiburnya, dan diistana kekaisaran Zhou, Han Zhuo lah yang paling dekat dengannya, sehingga dia bisa melewati segala tekanan yang membebaninya.


"Kau juga teman terbaikku! Diistana kekaisaran, tidak ada wanita yang setangguh dirimu, sehingga aku menjadi terpesona dengan ketangguhan hatimu"


"Ketangguhan hati ya? Haha, padahal hatiku sangat tangguh karena dirimu"


"Ya, pokoknya, aku sangat senang bisa bertemu dengan dirimu"


Bing Lian tersenyum senang sembari menganggukan kepalanya, "Baiklah, ayo kita lanjutkan"


"Ayo!" Setelah itu, mereka bertiga lari dengan sangat cepat dari sana.


***


"Bajingan, jantungku berdegup kencang saat melihat tatapan Wei Chuan" Ucap Zhang Shu dengan kepalan tangan yang berkeringat.


"Sama, aku juga, tatapannya seperti monster yang bisa melahap apapun, padahal dia adalah seorang ras agung, bahkan dia adalah ras raja dewa, masa tatapannya seperti iblis?" Jawab Xueshi yang sama-sama berkeringat seperti Zhang Shu.


Zhang Shu mengelus dagunya, "Betul juga, tapi omong-omong... Apa kau tidak penasaran dengan pemuda yang mengantarkan Wei Chuan? Dia bisa menggunakan ruang loh! Ketidaktahuan kita pada pemuda itu membuat kita bersantai-santai didalam istana"

__ADS_1


Xueshi mengangkat bahunya, "Entahlah, mungkin dia adalah senjata rahasia milik Wei Chuan, aku pun tidak pernah mendapatkan informasi mengenai identitasnya"


"Hahh.... Sebaiknya kita berjaga diluar sensor area.... Tapi bila si pengguna ruang itu mampu menteleportasikan seluruh pasukan benua Xiongwei didepan daratan benua Dazhou bagaimana?!"


Xueshi menyeringai lebar, "Jiang Daizin yang akan mengatasinya"


Zhang Shu melebarkan matanya, "Haha, kau memang jenius!"


"Baiklah Zhang Shu, kau jaga diarah Utara dan barat, aku akan jaga diarah selatan dan timur"


Zhang Shu menganggukan kepalanya, "Baik!" Setelah mengucapkan itu, Zhang Shu tiba-tiba menghilang dari sana.


***


"Baiklah kalian semua! Aku akan antarkan kau kehadapan dataran besar benua Dazhou!" Teriak Xin Huang pada pasukan-pasukan benua Xiongwei, untuk Xia Shu, dia sudah membunuhnya baru saja.


"Siap!" Jawab para pasukan-pasukan benua Xiongwei.


"Teknik Ruang dan Waktu: Teleportasi!" Setelah mengucapkan Jurusnya, Xin Huang dan 400 miliar pasukan Wei Chuan tiba-tiba menghilang dari sana.


***


Diatas langit perbatasan benua Dazhou dan lautan, terlihat seorang pria tampan berambut hitam pendek, sedang berdiri gagah dengan sebilah pedang ditangan kanannya.


"Aku sudah membuat 4 klon untuk menjaga semua arah mata angin benua Dazhou, sekaligus untuk membantu istriku bertarung" Batin Jiang Daizin yang sedang melamun.


Wushhhhhhhh


"Jiang Daizin!" Ucap Yuan zhong dan 6 kaisar benua lainnya.


Jiang Daizin tidak menjawab, dia hanya menatap mereka dengan tajam dan sinis.


"Jiang Daizin! Menyerahlah sebelum kami hancurkan tubuhmu hingga menjadi debu." Teriak Chen Xing, kaisar benua Xingchen.


"Betul! Kami tidak ingin membuat seorang dewa natural seperti kau mati! Lebih baik kau menurut saja pada kami! Dan akan kami beri jabatan tinggi saat tuan kami menjadi kaisar mutlak alam atas!" Sahut Bao Di, kaisar benua Di.


Jiang Daizin tertawa kecil saat mendengarnya, "Apa yang kalian tahu tentang kaisar mutlak? Kalian berbicara dengan percaya dirinya, tanpa tahu bagaimana caranya menjadi kaisar mutlak." Jiang Daizin mengisi pedangnya menggunakan Qi elemen gelap.


Wushhhhhhh


Pedang yang digenggam tangan kanan Jiang Daizin, perlahan-lahan diselimuti oleh aura hitam. "Teknik Pelepasan Energi: Tirai Hitam!" Jiang Daizin memgayunkan pedangnya secara vertikal.


Wushhhhhhhh


Sebuah energi pedang berwarna hitam yang besarnya sebesar 5 gunung yang disatukan, melesat kearah pasukan Wei Chuan dengan sangat ganas.


Duarrrrrrrrrrrr

__ADS_1


Ketujuh kaisar benua besar bisa menghindari itu, namun 1 Miliar lebih pasukan Wei Chuan hangus menjadi debu karena tidak bisa menghindarinya.


"Mustahil! Hanya dalam satu tebasan saja, 1 miliar pasukan langsung hangus menjadi debu!"


"Apakah kita bisa mengalahkannya?!"


"Mama, aku takut"


Semangat para pasukan Wei Chuan langsung menurun seketika, saat melihat teman seperjuangannya mati sia-sia hanya karena satu tebasan saja.


Melihat para pasukan-pasukannya lesu, Yuan Zhong menggeram kesal, "Dasar goblok! Itu karena kami sedang lengah! Saat kami serius, orang-orang tidak akan mati sia-sia seperti tadi! Percayalah pada kami!"


Mendengar hal itu, semangat para pasukan-pasukan mulai kembali membaik.


"Be-Betul, si Dewa Natural itu sangat licik, dia menyerang saat pemimpin-pemimpin kita sedang berbicara"


"Haha! Aku lupa bahwa kami juga punya seorang mahakuasa, jadi kita tidak usah takut dengan dia, mari serang dia!"


"Itu hanya 1 miliar! Kami masih punya 99 Miliar pasukan, mari kerubungi dia seperti semut, sampai dia kehabisan nafas dan mati"


Wooooooo


Para pasukan-pasukan berseru keras karena saat mereka menyadari keadaan, mereka ada dipihak yang unggul dalam jumlah kuantitas dan kualitas.


"Baiklah...." Tangan Yuan Zhong perlahan-lahan diselimuti sebuah api berwarna merah pada.


Wushhhhh


Wushhhhh


Wushhhhh


Wushhhhh


Wushhhhh


Wushhhhh


Keenam kaisar yang lainnya pun mengeluarkan senjatanya, ataupun mengeluarkan jurusnya.


"Serang!!!!"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2