Power System

Power System
Hua Mei Terbangun


__ADS_3

Karena Xiu Lan sudah secara resmi menjadi bawahan Xin Huang, Xin Huang berencana untuk melatih Xiu Lan, sebab yang Xin Huang ketahui, Xiu Lan baru berumur 10.000 tahun, itu seperti anak umur 17 tahun untuk manusia, tapi di umurnya yang baru 10.000 tahun, dia sudah bisa berubah menjadi manusia, dimana ras rubah baru bisa berubah menjadi manusia saat umur mereka sudah sepuh, atau sudah mencapai tahap Inti Suci Puncak. Itu menunjukkan bahwa Xiu Lan adalah jenius, jadi Xin Huang tak mau menyia-nyiakannya, dan berniat untuk melatih Xiu Lan dengan keras.


Seperti biasanya, Xin Huang melatih Xiu Lan didalam dunia pribadinya, Xin Huang melatih Xiu Lan dengan cara menyuruhnya memakan ribuan pil, hingga berlari-lari didalam dunia kecilnya, tapi Xiu Lan tidak mengeluh sebab dia dijanjikan oleh Xin Huang jika dia bisa mencapai tahap mortal, dia akan diberi sebuah permata kuning, salah satu permata yang sangat diminati manusia setengah binatang, hingga ras binatang asli.


Disebuah lapangan yang dikelilingi pohon-pohon berjejeran, terlihat Xiu Lan sedang duduk bersila dan bersiap untuk mencapai tahap mortal, Xiu Lan bisa naik ke tahap mortal saat memakan pil kenaikkan yang ke 1000 kali, kenapa Xiu Lan membutuhkan pil kenaikkan yang banyak? Karena dia adalah ras binatang, ras yang sangat membutuhkan Qi untuk hidup, sehingga Qi super banyak yang ada didalam pil kenaikkan jadi teralihkan untuk memenuhi nutrisi tubuhnya, bukan untuk kenaikkan tingkat. Berbeda dengan manusia, mereka hanya membutuhkan 3 sampai 5 pil kenaikkan saja untuk memasuki tahap mortal.


Setelah Qi yang ada didantiannya cukup, akhirnya Xiu Lan bisa melanjutkan prosesnya untuk menaikki tahap Mortal. Seluruh Qi yang ada didantian Xiu Lan saling bersatu, berbeda dengan Hua Mei yang Qi nya malah saling bertarung, itu karena Xiu Lan adalah ras asli yang hidup di daratan penuh Qi Dewa, sangat berbeda dengan Hua Mei yang hanya hidup bergelimangan didalam Qi Biasa.


Setelah Qi Dewa milik Xiu Lan saling bersatu, terlihat sebuah cahaya emas yang bersinar terang ditengah-tengah kumpulan Qi milik Xiu Lan, cahaya itu perlahan-lahan bersinar lebih terang dan terlihat seperti bom yang siap meledak, hanya butuh satu sentuhan kecil saja untuk meledakkannya, dan itu adalah pil kenaikkan.


Xiu Lan menelan satu pil kenaikkan. Qi yang ada di pil kenaikkan langsung tersedot ke dalam cahaya terang itu, hingga timbul gejolak kekuatan besar. Cahaya itu mulai berputar, hingga akhirnya terjadi sebuah ledakan besar.


Duarrrrrrrrr


Sebuah ledakkan super besar terjadi di dalam dunia pribadi Xin Huang, sebuah bola ledakkan terlihat dari puluhan kilometer jauhnya, hingga sebuah awan jamur yang super raksasa terbentuk dilangit-langit, dan gelombang kejut yang sangat besar menyapu bersih tanah-tanah, pepohonan, hingga gunung-gunung yang berjejeran hancur tak bersisa. Sebuah kawah berukuran raksasa dan sedalam lautan terlihat didalam pandangan Xin Huang, ditengahnya, terlihat Xiu Lan yang sedang tiduran sambil terengah-engah. Keringat membasahi seluruh tubuhnya dan membuat bajunya terlihat tembus pandang.


Xin Huang terbang mendekati Xiu Lan, lalu memberinya baju baru. Xiu Lan merasa malu saat melihat semua lekukan tubuhnya terbentuk dengan jelas akibat bajunya yang basah. Xiu Lan menyuruh Xin Huang berbalik, lalu mengganti bajunya, setelah selesai, Xiu Lan menyuruh Xin Huang berbalik lagi.


"Bagaimana?"


"Kekuatanku.... Bertambah seratus kali lipat lebih kuat!" Xiu Lan merasa seperti terlahir kembali.


"Tentu" Xin Huang mengangguk, lalu memeluk Xiu Lan.


"Tuan Xin ingin membawaku kemana?" Xiu Lan sudah terbiasa dengan Xin Huang yang tiba-tiba memeluk.


"Kerumahku" Selama didalam dunia pribadi Xin Huang, Xiu Lan sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya dirumah Xin Huang, sebab Xin Huang belum terlalu akrab dengan Xiu Lan. Tapi setelah beberapa bulan bersama, Xin Huang sudah menganggap Xiu Lan sebagai teman dekat.


"Kerumahmu? Apakah disana aku bisa melihat istrimu?"


"Tentu" Xin Huang mengangguk.


"Baiklah, bawa aku, tuan" Xiu Lan tersenyum manis.


Xin Huang menganggukan kepalanya untuk menjawab. Setelah itu, Xin Huang berteleportasi dari sana, lalu tiba-tiba muncul dihadapan rumah mewah besar. Rumah itu adalah rumah asli Xin Huang, dimana dia akan selalu tidur, makan, dan melakukan segala aktifitas disana. Makanya Xin Huang bingung, untuk apa dia memesan penginapan?

__ADS_1


Xin Huang dan Xiu Lan memasuki rumah itu, Lalu Xin Huang membawa Xiu Lan ke kamar Hua Mei, Xin Huang berniat untuk memperkenalkan Hua Mei pada Xiu Lan, walaupun Xin Huang tahu bahwa mereka sudah saling kenal.


Xin Huang dan Xiu Lan memasuki kamar Hua Mei, terlihat seorang wanita super cantik sedang terbaring di atas ranjang, walaupun terlihat pucat, Hua Mei tetaplah sangat cantik, sangat cocok untuk disandingkan dengan Xin Huang yang super tampan.


Xiu Lan sangat terpana melihat paras Hua Mei yang sangat indah, dia merasa rendah diri saat menyadari bahwa dia kalah cantiknya dengan Hua Mei, seingat Xiu Lan, saat pertama kali mereka bertemu, Hua Mei tidaklah secantik itu. Tapi yang tidak Xiu Lan ketahui, sudah 5 tahun yang telah dilewati Hua Mei, dan disetiap harinya, Hua Mei selalu memakan pil kebugaran, bahkan saat dia sedang berlari sekalipun.


Xin Huang mendekati Hua Mei, diikuti dengan Xiu Lan yang juga mendekati Hua Mei. Xin Huang menjelaskan kenapa Hua Mei tidak sadarkan diri, dan Xin Huang yang selalu berusaha untuk membuat Hua Mei terbangun. Xiu Lan hanya menganggukkan kepalanya untuk menanggapi cerita Xin Huang. Saat Xin Huang tengah bercerita, tiba-tiba terjadi pergerakan dijari-jari Hua Mei.


Xin Huang sangat terkejut melihat itu, hatinya terasa sangat senang saat menyadari bahwa mata Hua Mei perlahan-lahan mulai terbuka, "Xin...." Ucap lirih Hua Mei saat pertama kali sadar.


"Hahaha, Hua'er!!!" Xin Huang berlari dan memeluk Hua Mei. Hatinya sangat lega saat melihat Hua Mei yang sudah sadar sepenuhnya. Saat pertama kali Hua Mei bangun, dia sangat bingung dengan keadaan sekitarnya, hingga dia akhirnya sadar saat dipeluk Xin Huang. "Xin.... Berapa lama aku tidur?"


"7 Bulan" Jawab Xin Huang dengan wajah berseri-seri.


"7 Bulan?! Lama sekali....." Hua Mei sangat terkejut dengan informasi yang baru didengarnya sesaat setelah sadar. Setelah itu, Hua Mei melihat kesekitarnya, dan melihat wanita cantik berbaju ungu dengan kalung anjing dilehernya, setelah dilihat secara seksama, Hua Mei merasakan perasaan familiar saat melihat wanita itu, "Manajer Xiu?"


"Halo nona" Xiu Lan menunduk pada Hua Mei.


"Xin....?" Hua Mei melihat Xin Huang, tatapannya terlihat ingin meminta penjelasan.


"Begitu...." Hua Mei mengangguk tanda mengerti, "Tapi Xin.... Kau jahat sekali memakaikan seorang wanita sebuah kalung anjing!"


"Hehe, itu hanyalah tali pengekang" Xin Huang tertawa kecil sembari menggaruk kepala belakangnya.


"Tapi kau kan bisa memakai formasi untuk mengekangnya! Apa kau tidak kasihan jika dia malu saat memakai kalung anjing?! Atau kau memang punya hobi aneh?!" Walaupun baru sadar, sepertinya Hua Mei sudah mendapatkan tenaga untuk mengomeli Xin Huang.


"Ah... Biarlah... Lagian dia tidak terganggu juga"


Hua Mei menatap Xin Huang, lalu mengalihkan pandangannya pada Xiu Lan, "Nona Xiu, apa kau terganggu dengan kalung anjing itu?"


"Tidak nona Mei, untuk bertahan hidup, aku akan melakukan apapun" Xiu Lan menjawab dengan senyuman manis.


"Apakah tidak apa-apa begitu?"


"Tidak apa, Nona Mei"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu" Hua Mei menganggukan kepalanya.


Saat percakapan antara dua wanita itu selesai, Xin Huang membuka mulutnya dan berkata, "Nona Xiu, kau boleh stabilkan Kultivasimu, aku ingin berdua dengan Hua Mei"


"Baik tuan" Xiu Lan menunduk pada keduanya, lalu pergi dari sana.


Melihat Xiu Lan yang sudah pergi, Xin Huang mendekati Hua Mei lalu memeluknya. Hua Mei sangat terkejut dengan sikap Xin Huang yang tiba-tiba memeluk, "Ka-Kau mau apa Xin?" Ucap Hua Mei dengan pipi yang sudah merah padam.


"Kita sudah cukup umur untuk melakukan 'itu' " Xin Huang mengatakan niat yang sebenarnya.


"Ba-Baiklah.... Tapi aku ingin anak laki-laki" Hua Mei sudah mengerti dengan maksud 'itu' yang dikatakan Xin Huang.


"Anak perempuan" Impian hidup Xin Huang yang lain saat hidup dibumi adalah memiliki anak perempuan, karena Xin Huang senang sekali mendandani gadis kecil, tak mungkin bukan bila Xin Huang mendandani anak laki-laki?


"Laki-Laki! Bila mereka sudah besar, mereka bisa menjadi pelindung kita"


"Untuk pelindung, kan kau sudah mempunyai ku"


"Tapi...."


"Sudahlah, kita serahkan saja pada takdir!" Xin Huang sudah tidak tahan lagi menahan nafsunya, dia melepas helaian-helaian kain yang menutupi tubuh Hua Mei, Hua Mei hanya diam saja saat Xin Huang melakukan itu, untuk apa dia memberontak?


Sebuah kulit seputih giok, dengan dua gunung yang bertengger dibagian atas tubuh Hua Mei, terlihat didalam pandangan Xin Huang, lalu goa yang ada dibagian bawah tubuh Hua Mei, terlihat sudah berdenyut-denyut menantikan kedatangan sesuatu yang akan memasukinya. Xin Huang tersenyum, lalu berkata, "Sepertinya kau sudah tidak sabar ya?" Xin Huang melepas seluruh bajunya.


"Yang lembut ya...." ucap Hua Mei dengan wajah yang sudah Semerah tomat.


"Tentu" Xin Huang menyeringai, lalu menyantap tubuh Hua Mei semalaman.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2