Power System

Power System
Menara Pelatihan


__ADS_3

Tak ada yang mampu menyaingi keindahan alam ditanah ini. Alam emas memang alam yang paling terkenal kedamaian dan keindahannya.


Selain karena Shen Jian yang menjaganya, aturan khusus yang dibuat raja dewa pun membuat semuanya menjadi damai dan tentram.


Tapi ada satu anomali yang membuat alam emas ditakuti oleh seluruh mahluk, bahkan para raja dewa dan dewa agung pun takut dengannya.


Yaitu menara yang tingginya tak terhingga. Menara yang selalu menculik mahluk hidup yang memiliki darah iblis kuno dan raja dewa.


Nama menara itu adalah Menara Pelatih Penguasa. Semua orang yang memiliki darah raja dewa ataupun iblis kuno. Pasti pernah sekali melihat dan merasakan apa yang ada didalamnya.


Termasuk 10 Penguasa dunia yang pernah hidup dijaman dahulu. Ada satu aturan yang harus ditaati oleh orang yang pernah masuk kedalamnya, yaitu tidak boleh membeberkan isi-isinya, apalagi menyebar-nyebarkannya pada dunia.


Jika tidak, mereka yang melakukan itu ingatannya akan menghilang, dan akan menjalani hidup sebagai orang idiot.


***


Xin Huang berjalan didalam hutan dengan pedang tipis ditangannya. Terlihat diseluruh tubuhnya dipenuhi oleh banyak darah segar.


Dia saat ini sedang berburu untuk memperkuat diri. Sudah sebulan lebih Xin Huang membantai para monster-monster. Dan kekuatannya perlahan-lahan bertambah secara perlahan.


Xin Huang sengaja memakai pedang biasa, agar hasil destruktif dari serangan-serangan biasanya tidak menghancurkan ruang dan waktu.


"Kenapa.... Kenapa aku selalu melihat benang merah itu?" Benang merah tipis selalu memasuki pandangannya. Benang itu melilit lehernya dan mengarahkan Xin Huang kesuatu tempat.


Namun dia selalu tidak menghiraukannya, dan melanjutkan perburuannya. Tetapi saat ini dia benar-benar merasa terganggu, pandangannya selalu terhalangi oleh benang merah yang semakin lama semakin kusut.


Hingga dia memutuskan untuk mengikuti benang merah yang mengganggunya saat ini.


Benang merah terus dia ikuti tanpa ragu sedikitpun. Dia tidak merasa takut karena percaya diri dengan kekuatannya.


Bila secara logika, tubuh Xin Huang mampu menahan serangan yang bisa menghancurkan ruang dan waktu, seperti pukulan mengerikan Sun Mofa.


Dan aturan khusus yang dibuat Raja Dewa, tidak memperbolehkan untuk mengganggu atau merusak ruang dan waktu. Sehingga jika aturan itu masih tetap ada selama-lamanya, maka Xin Huang tak bisa dibunuh di alam emas.


***


Seminggu berlalu dengan cepat, Xin Huang tak memakai Qi sama sekali untuk mempercepat jalannya yang lambat, sebab dia ingin merasakan pemandangan yang ada.


Hingga akhirnya dia berhenti, saat melihat sebuah menara emas yang tingginya tak terhingga.


Bahkan pintunya saja mampu memuat beberapa gunung yang ditumpuk.


Xin Huang tanpa sadar membuka mulutnya, matanya begitu terpesona saat berusaha untuk melihat ujung dari menara itu.

__ADS_1


"Apa ini system?"


[Tidak tau]


Tak biasanya system sedingin itu, sehingga Xin Huang merasa sedikit heran saat mendengarnya. "Oh."


Tak mau lagi bertanya-tanya pada system, Xin Huang mendorong pintu yang sangat tinggi itu. Cahaya emas yang begitu menyilaukan menerpa mata Xin Huang.


Xin Huang yang merasa kesakitan, menutupi matanya menggunakan tangan. Namun tanpa dia sadari, ribuan tangan berwarna emas menariknya masuk kedalam menara.


Saat Xin Huang sudah masuk, pintu itu tiba-tiba tertutup rapat.


***


Xin Huang membuka matanya. Tak ada yang bisa dia katakan mengenai pemandangan yang saat ini dia lihat.


Namun yang pasti, semua tembok ruangan berwarna emas. Dengan patung malaikat besar yang berdiri kokoh ditengah-tengahnya.


"Dimana ini?!" Xin Huang melirik kesegala arah. Pandangannya seolah sangat sempit, karena Xin Huang tidak bisa menggunakan persepsi spiritualnya ditempat ini.


"Aduh.... Tempat apa ini?! Jangan membuatku takut! System, tolong jawab aku!" Bertahun-tahun Xin Huang mampu melihat apapun yang berjarak sejauh jutaan kilometer. Namun setelah pandangannya kembali normal seperti biasa, Xin Huang benar-benar tak bisa menahan rasa takutnya.


Takut akan ketidak tahuan yang membahayakan dirinya.


Patung malaikat itu bersinar terang. Sebuah siluet malaikat yang bentuknya sama persis dengan patung, muncul dan melayang-layang diata udara.


Dia tidak memakai baju. Namun karena tertutupi oleh rambutnya, Xin Huang tidak mampu melihat bagian intim dari tubuh wanita didepannya.


"Selamat datang, calon penguasa," ucapnya dengan senyuman yang sangat manis.


Xin Huang bahkan sampai tegang saat melihat wujud dari wanita itu. "Cantik sekali...! Aku bahkan tidak tahu apakah ada wanita yang secantik dia didunia ini?!"


Suara tawa kecil segera terdengar, wanita itu terlihat imut saat sedang menahan tawanya. "Haha, terimakasih..."


Xin Huang begitu malu saat menyadari bahwa wanita didepannya bisa membaca pikiran. "Ka-Kau siapa?!"


Wanita itu tersenyum manis. Dia terlihat menopang dagunya menggunakan tangan. "Namaku adalah Qia Jia, guru yang telah melatih ribuan iblis kuno dan raja dewa."


Xin Huang begitu terkejut, lalu dia teringat dengan kisah menara yang mampu membuat para dewa-dewa tertinggi ketakutan. "A-Ah... Kurang ajar kau system...."


Sembari menjentikkan jarinya, Qia Jia tersenyum kecil pada Xin Huang. "Sebelum kau tambah tegang, lebih baik aku pakai baju..."


Wushh....

__ADS_1


Kain-kain emas yang terlihat sangat agung muncul dan menyelimuti seluruh kulit Qia Jia. Hingga setelah beberapa saat kemudian, seluruh tubuh Qia Jia ditutupi oleh baju emas yang indah.


Xin Huang menelan ludahnya, dia tak berani menatap langsung mata Qia Jia.


"Haha, aku adalah bagian langsung dari tuhan. Dan kau sudah sering bertemu dengan sesuatu yang sejenis denganku, jadi tak usah ketakutan begitu bukan?"


Saat mendengar itu, Xin Huang sedikit tersentak. "Em.... Siapa?"


"Bodoh, dia adalah sesuatu yang selalu menemanimu dari awal, apa kau memang sangat bodoh sampai-sampai tidak sadar dengan itu?! Dasar pria jahat!" Qia Jia begitu marah saat mendengarnya, dia tak menyangka Xin Huang bertingkah se-apatis itu.


"A... Uh.... Em....." Xin Huang gugup dan berkata secara gagap. Dia berpikir dengan keras jawaban apa yang harus dikatakan. "System ya!"


Qia Jia berseri-seri mendengar jawaban Xin Huang. "Betul! Kenapa kau selambat itu!"


"Ma-Maaf... Itu karena system tidak pernah berkata apapun tentang asal-usulnya..."


Qia Jia melipat tangannya, "Tentu saja, asal-usulnya adalah rahasia yang tak terhingga. Namun jika kau ingin tahu, aku akan memberi tahumu."


Xin Huang mengangguk.


"Jawab aku! Jangan cuma mengangguk!"


"Ba-Baiklah...."


Sembari menatap langit-langit ruangan, Qia Jia rebahan diatas udara dengan wajah datarnya.


Tangannya dilipat didepan dada, sembari bersenandung dengan pelan. "Aku dan systemmu itu terbuat dari jari-jari tangan kanan ayahku. Untuk informasi saja ya, aku tidak menyebut yang menciptakanku sebagai tuhan, tapi sebagai 'ayah'."


"Aku adalah jari manis, dan system adalah jari kelingking. Systemmu yang selalu kau kira sebagai sosok yang sangat kuat, ternyata hanya adik bungsu yang paling lemah. Oleh karena itu dia ditugaskan oleh ayah untuk menjadi partnermu."


"Kau tanya kenapa kau yang dipilih? Tentu saja aku tidak tahu, nanti saja kau tanyakan langsung pada ayah."


"Tiga saudara kami yang tersisa memiliki tugasnya masing-masing. Dan tugasku adalah menjadi pelatih bagi calon-calon penguasa dunia. Jadi ini bukanlah aku yang asli, masih banyak 'Aku' diseluruh alam semesta yang lain. Saat ini yang kau lihat hanyalah salah satu kesadaran yang disebar oleh 'Aku' yang asli."


"Aku akan bercerita sampai ini saja, sisanya kau cari tahu saja sendiri ya..."


Walaupun singkat, apa yang dikatakan Qia Jia benar-benar membuat Xin Huang mematung. Xin Huang tak menyangka ternyata dunia itu sangat luas dan tak terhingga. Membuat dia semakin tergerak untuk bertambah kuat dan berkeliling dunia.


Ya, berkeliling dunia...


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2