
Setelah menunggu selama 15 menit, akhirnya Xiu Lan datang dengan membawa sebuah nampan berisi dua gelas teh hangat ditangannya. Xiu Lan menyajikan teh itu pada Xin Huang, dan mempersilahkan Xin Huang meminumnya. "Silahkan diminum, tuan Xin" Xiu Lan membuka penutup gelas teh.
"Terima kasih nona Xiu" Xin Huang dengan senang hati meminum habis seluruh teh itu.
Xiu Lan tercengang melihat cepatnya Xin Huang meminum habis teh itu, "A-Apa tuan Xin ingin ku buatkan teh lagi?"
"Tidak usah, cepat katakan apa yang mau kau bicarakan" Xin Huang cepat-cepat menghabisi teh itu agar pembicaraan dia dan Xiu Lan tidak akan terganggu.
"Ba-Baiklah" Xiu Lan duduk di sofa yang ada dihadapan Xin Huang. "Tuan Xin, aku ingin meminta bantuanmu" Xiu Lan mengatakan niat sebenarnya.
"Bantuan?" Xin Huang menaikkan sebelah alisnya. Tidak ada angin, tidak ada badai, tapi Xiu Lan tiba-tiba meminta bantuan.
"Ya, setelah membaca kontrak antara nona Bing Lian dan Kaisar Zhou 3000 tahun yang lalu---" Belum sempat Xiu Lan berbicara, ucapannya sudah dipotong oleh Xin Huang.
"Kontrak? Apa isi kontrak itu?"
"Aku akan memberi tahunya, tapi tuan Xin harus berjanji untuk tidak membeberkan informasi ini pada orang lain"
"Tentu, cepat katakan" Xin Huang sangat penasaran dengan kontrak yang ditandatangani Bing Lian, sebab menurut rumor, kontrak itu akan menimbulkan perang antara benua Xiongwei dan benua Dazhou.
"Baiklah, ini" Xiu Lan memberi Xin Huang secarik kertas.
Xin Huang mengambil kertas itu, lalu membacanya.
"[Kontrak Antar Kaisar dan Bing Lian]
------------------------------------
[Nama: Zhou Lin
Status: Kaisar Benua Zhou
Selanjutnya akan disebut pihak pertama]
-----------------------------------
[Nama: Bing Lian
__ADS_1
Status: Matriak Sekte Es Abadi
Selanjutnya akan disebut pihak kedua]
----------------------------------
[Pasal 1: Pihak pertama akan memberi tahu dimana letak harta tingkat dewa 'Permata Bulan' jika pihak kedua memberi emas sebanyak 1000 Kuadriliun kepada pihak pertama. Karena pihak kedua hanya memiliki 997 Kuadriliun emas, maka pihak kedua akan mengelola paviliun yang dimiliki pihak pertama hingga memenuhi perjanjian 1000 Kuadriliun Emas]
[Pasal 2: Selama pasal pertama belum dipenuhi oleh pihak kedua, pihak kedua harus menuruti apa yang dikatakan pihak pertama. Sebagai pihak yang lebih superior, pihak pertama harus memberi perintah yang tak ada kaitannya dengan pasal pertama]
[Pasal 3: Segala hal yang terjadi dibenua Xiongwei, pihak kedua harus memberi tahunya pada pihak pertama. Karena pihak kedua ingin keadilan, pihak pertama harus membatasi informasi itu sebanyak satu tahun satu informasi]
[Pasal 4: Bila terjadi perang antar benua, pihak kedua akan otomatis memihak pihak pertama, dan bila pihak pertama kalah dalam perang dan pihak kedua masih hidup, pihak kedua harus membunuh dirinya sendiri. Bila pihak pertama menang, maka pihak kedua akan langsung menjadi petinggi di kekaisaran pihak pertama]
[Pasal 5: Pihak kedua tidak diperbolehkan membeberkan isi kontrak pada orang lain tanpa seizin pihak pertama, bila ketahuan membeberkan isi kontrak tanpa seizin pihak pertama, pihak pertama berhak untuk mengadili pihak kedua dengan cara apapun]
[Pasal 6: Kontrak ini akan berlaku seumur hidup. Jika pihak kedua sudah menyelesaikan pasal pertama, pasal nomor 3, 4, 5, masih tetap akan berlaku]
[Karena kontrak ini sudah ditandatangani oleh kedua pihak, otomatis kedua pihak sudah setuju dengan isi kontrak]"
Xin Huang tercengang dengan isi kontrak itu, bila pasal nomor 3 diketahui oleh orang-orang kepercayaan kaisar Wei, sudah pasti akan timbul perang antar benua. Dan Xin Huang juga bingung, untuk apa kaisar Zhou meminta informasi benua Xiongwei?
"Bila terjadi perang, kaisar Zhou sendiri yang akan rugi, kenapa dia berani melakukan itu?" Para pemimpin benua-benua besar pastinya akan marah jika informasi pribadinya dibeberkan pada kaisar Zhou. Dan otomatis para pemimpin benua lainnya akan bersatu dan menyerang kekaisaran Zhou.
"Entahlah, mungkin dia mempunyai rencana tersendiri. Tapi dari yang kuselidiki, Kaisar Zhou ingin melakukan apa yang dulu kerajaan Anzhen lakukan"
"Menyatukan seluruh alam atas dibawah naungan satu bendera?"
"Ya, itu bisa jadi. Dengan kekuatan dan informasi-informasi yang didapatnya, walaupun kaisar Zhou di kepung oleh seluruh benua-benua besar, kaisar Zhou akan tetap bisa menang"
"Hmmm....." Xin Huang terlihat berpikir keras, "Lalu... Apa kaitannya isi kontrak itu dengan permintaanmu?"
"Aku ingin kau melindungiku" Xiu Lan berkata seperti itu tanpa rasa malu sedikitpun. Sebab dengan kekuatannya yang kecil, dia akan hancur bila memang terjadi perang antar benua. Sebelumnya Xiu Lan sudah meminta perlindungan pada Bing Lian, tapi dia ditolak mentah-mentah, lalu Xiu Lan juga sudah meminta perlindungan kaisar Zhou, Kaisar Zhou mengiyakannya, tapi Xiu Lan tahu bahwa kaisar Zhou akan melindunginya dengan setengah hati, dan bila keadaan terdesak, bisa jadi kaisar Zhou malah mengorbankan dirinya, bukan melindunginya, jadi satu-satunya sosok yang bisa diandalkan adalah Xin Huang, Xiu Lan bisa merasakan perasaan itu keluar dari dalam tubuh Xin Huang.
"Apa yang akan kau bayar?"
"Diriku! Aku rela memberi hidupku agar aku bisa tetap hidup" Untuk bertahan hidup, Xiu Lan tidak akan segan-segan memberi dirinya sendiri, bahkan bila harus kehilangan kebebasannya.
__ADS_1
"Apa gunanya kau? Kekuatanmu sangat kecil, dan kau sudah terlalu tua, apa yang harus kumanfaatkan darimu?"
"Aku... Aku... Aku bisa memberikan tubuhku padamu" Xiu Lan membuka satu-persatu helaian kain yang menutupi tubuhnya.
"Jangan" Xin Huang dengan buru-buru menutupi tubuh Xiu Lan, "Memangnya apa yang membuatmu yakin bahwa kau akan aman bila dilindungiku?"
"Insting... Kau tahukan bahwa ras rubah memiliki insting yang tajam? Dan aku merasakan insting rasa aman dari dalam tubuhmu, jadi aku sangat mohon padamu, tolong lindungi aku"
Xin Huang sangat tercengang mendengar itu, sebab dia sudah membunuh miliaran jiwa, rasa aman apanya yang dia maksud? Apa dia sedang mengingau? Pikir Xin Huang. "Baiklah, tapi kau harus memakai ini" Xin Huang mengeluarkan sebuah kalung anjing, dan memberikannya pada Xiu Lan.
"Kalung Anjing?"
"Ya, dengan kalung ini, kau tak akan pernah bisa berkhianat, dan akan selalu menurut pada apa yang ku katakan"
"Bila aku memakai kalung ini... Apa aku akan tetap aman?"
"Ya, kau akan tetap aman"
"Baiklah" Xiu Lan mengambil kalung itu, lalu memakaikannya dilehernya. Xiu Lan merasa seperti tersetrum saat kalung itu menempel dilehernya, "Tuan Xin, kau tidak akan mengikat tali kekang dileherku kan?" tanya Xiu Lan takut-takut.
"Tentu saja tidak, memangnya kau anjing?" Xin Huang selalu terkejut dengan pertanyaan gila Xiu Lan.
"Syukurlah...." Xiu Lan menghela nafas lega, sebab dia takut bahwa Xin Huang memiliki hobi aneh yang tidak bisa dilakukannya pada istrinya.
"Baiklah, karena kau anjingku, jadi rumah ini otomatis jadi milikku kan?" Xin Huang berdiri lalu meregangkan tubuhnya.
"Ya, ini jadi rumahmu, tuan" Xiu Lan menjawab sembari menunduk seperti anjing.
"Jangan menunduk seperti anjing, kata anjing yang kukatakan bukan merujuk pada anjing yang asli, tapi merujuk pada bawahan" Seperti biasa, Xin Huang selalu terkejut dengan tingkah aneh Xiu Lan.
"Ba-Baik tuan" Pipi Xiu Lan memerah karena malu.
.
.
.
__ADS_1
.