
"Putri Clarisa" Kata Marco memberi nama untuk putrinya.
Mama Dina dan Donna juga setuju dengan nama itu.
Maura dan Leon datang menjenguk Donna di rumah sakit dan membawa hadiah untuk Putri
"selamat ya Don, kau sudah menjadi ibu
putrimu sangat cantik persis sepertimu" kata Maura sambil mencium kening Donna
"putri kami cantik karena dia mirip denganku" canda Marco
"iya iya itu semua berkat wajah tampan yang kau miliki sehingga putri kita bisa secantik itu" balas Donna
"Putri cantik ini akan menjadi menantu di rumah kami" kata Leon sambil mencubit hidung putri yang tertidur di box baby
Mereka semua tertawa
"Delon mana? " tanya Marco
"biasalah, dia di bawa neneknya" Leon
"kalian seperti pengantin baru " ejek Marco
"aku rasa kita sudah harus memberikan Delon adik" kata Leon dan menggenggam tangan Maura
"iss kau ini selalu berbicara sesukamu, apa tidak malu berbicara seperti itu di depan orang orang" kata Maura merasa malu karena perkataan Leon
"betul juga kata Leon, sudah seharusnya kalian memberi adik buat Delon" lanjut Marco
"aku rasa kita harus pergi berlibur dan berusaha lebih giat lagi sayang" kata Leon menggoda Maura
__ADS_1
Wajah Maura memerah karena menahan rasa malu
Didepan pintu ruangan Donna terlihat Gery sedang berdiri dan membawa sesuatu di tangannya.
Dia mendengar canda tawa dari dalam ruangan itu
"semoga kau selalu merasa bahagia Donna, kau dan Marco adalah orang yang sangat baik.
semoga Tuhan melimpahkan segala kebahagiaan untuk keluarga kalian" kata Gery berdoa dalam hatinya
Sesungguhnya Gery masi sangat mencintai Donna namun dia sudah tidak memiliki hak untuk menyimpan perasaan kepada Donna karena Donna sekarang sudah menjadi istri orang lain.
Gery sangat menyesal telah menyakiti Donna tapi dia bersyukur karena sekarang Donna sudah bersama orang yang tepat.
"apakah kau teman Donna dan Marco? kenapa berdiri di luar nak? ayo kita ke dalam bersama
mereka pasti senang melihatmu" kata mama Dina yang baru datang dari kantin
Mama Dina membawa Gery masuk ke ruangan Donna
"Terimakasih sudah datang" kata Marco memeluk Gery
"eh memangnya mas udah pulang dari rumah sakit? " tanya Donna yang belum mengetahui perihal Gery yang sudah pulang
"Sudah don, sudah sekitar satu bulan" jawab Gery
Setelah beberapa saat berbincang akhirnya Gery, Leon dan Maura pamit untuk pulang ke rumah mereka masing masing.
Sepulang dari rumah sakit Gery mengunjungi restoran miliknya
Dari jauh Gery melihat Desi sedang berduaan dengan seorang laki laki.
__ADS_1
mereka terlihat sangat dekat
Laki laki itu bahkan mengendong putri Desi.
"mungkin laki laki itu orang yang sedang dekat dengan Desi" kata Gery berbicara sendiri di dalam mobilnya.
"aku tidak akan membiarkanmu begitu saja setelah menghancurkan aku Desi.
aku akan mengambil semua yang seharusnya jadi milikku.
aku tidak rela kau menikmati semua yang aku dapatkan selama ini. " kata Gery dalam hatinya sambil memandang tajam ke arah Desi yang sibuk berbicara dengan teman laki lakinya.
Gery mengambil foto Desi yang sedang berpelukan dengan laki laki itu.
Setelah itu Gery mulai menyusun rencana untuk merebut semua hartanya kembali.
Gery meminta bantuan Marco untuk menggugat Desi di pengadilan.
selama ini Gery sudah mengumpulkan semua bukti bukti yang di perlukan untuk melawan Desi.
Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.
Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.
Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul
TERSIKSA RASA
RINDU TERLARANG
Mohon dukungannya ya kakak semua.
__ADS_1
Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.
TERIMAKASIH