Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
s2 Episode 10


__ADS_3

Seperti yang di perintahkan Leon, Delon pulang ke rumah malam ini dan dia menyerahkan urusan kerjaan yang belum selesai kepada Sandi


Delon tiba di rumah dan di sana sudah ada Vanno juga Leon yang menunggu Delon.


"paman apa kabar? " sapa Delon sopan


"baik, kau makin tampan saja " kata Vanno menggoda Delon


"tampan dari mana? dia bahkan belum menikah di usia seperti ini. " kata Leon


"itu karena dia terlalu tampan jadi banyak cewek yang mengantri membuat Delon sulit memilih salah satu dari merekA" kata Vanno


"betul, yang di katakan paman sangat benar"kata Delon


" ayo kita bicara di ruang baca"kata Leon


mereka bertiga berjalan ke ruang baca


Leon mengeluarkan berkas itu dan menunjukkan nya pada Delon


"ini berkas yang kau Terima dari Jack? " Leon


"ya pa, apakah ada yang salah? " tanya Delon


"tidak ada yang salah hanya saja tulisan ini sepertinya adalah sebuah kode" kata Leon menunjukkan kode yang ada di sana


"oo itu, memang kode itu sering ada di setiap berkas yang di berikan paman Jack" kata Delon.


Vanno dan Leon sama sama saling memandang satu sama lain


"sejak kapan kau melihat ada kode ini ? " tanya Vanno antusias


"dulu pertama aku melihat itu saat paman Jack menangani masalah saat ada perebutan hak cipta sama perusahaan saingan kita dan hampir setiap paman Jack menangani masalah perusahaan kita pasti ada kode itu di setiap berkas.


aku pikir itu hanya kode dari kantor paman Jack saja" kata Delon.


"tapi kenapa kode itu bisa ada di berkas yang di kirim Jack" kata Vanno


"aku juga memikirkan itu dari tadi" Leon

__ADS_1


Mereka sama sama terdiam untuk beberapa saat


"apa jangan jangan" kata Leon dan Vanno bersamaan


"aih kalian ini membuat aku kaget saja.


untuk saja aku masi muda jadi jantungku masi bagus dan berfungsi dengan baik" kata Delon


"ini sebenarnya ada apa sih Pa, Om? " tanya Delon yang tidak mengerti dengan situasi yang terjadi


Apa kamu mengingat Om Marco? "tanya Leon


" ya Om Coco "kata Delon mengingat panggilannya kepada Marco


Leon menceritakan semuanya kepada Delon


"tapi bagaimana bisa kalian mencurigai om Jack? bukankah dia saudara paman Marco" kata Delon


"itulah yang sedang kami pikirkan, tapi kode itu hanya kami bertiga yang mengetahuinya.


dan 3MC berarti itu menandakan Marco sedang membutuhkan kita" Vanno


"kita harus menyelidiki ini" Leon


Marco dan Vanno mengenang Marco


"jika itu tanda yang kau kirim pada kami berarti itu tandanya kau masi hidup Co.


kami sangat merindukan kamu" Gumam mereka dalam hati.


"jangan beri tahu ini pada siapapun.


karena kita harus melakukan nya dengan hati hati.


selama kau di sini menangani acara yang di adakan di hotel kita aku akan ke Jakarta dan mengurus perusahaan yang ada di sana serta aku yang akan mengurus semua masalah tentang lahan itu jadi aku akan sering bertemu dengan Jack" Leon.


"ya aku setuju, sepertinya kau harus bertemu langsung dengan Jack jadi akan lebih mudah untuk kita mencari tahu tentang ini" kata Vanno semangat


"besok kita akan berangkat" kata Leon

__ADS_1


Malam hari mereka semua makan bersama di rumah Leon


"sayang, besok aku akan ke Jakarta bersama Vanno.


selama Delon di sini aku yang akan mengurus urusan di kantor pusat" kata Leon


"aku tidak ikut ya mas, aku di sini sana" kata Maura


"iya" Leon


"selama Papa di sana mau harus tidur di rumah bukan di hotel" kata Leon memerintah Delon.


"baik Pa" Delon


Pagi hari


Leon dan Vanno sudah bersiap untuk kembali ke kota


Leon memegang berkas itu,


"aku harap ini benar benar Marco" kata Vanno


"iya, aku juga berharap seperti itu.


jika yang kita pikirkan tentang Jack benar maka aku tidak akan memaafkan dia.


aku sungguh tidak menyangka dia bisa melakukan ini" kata Leon


Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.


Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.


Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul


TERSIKSA RASA


RINDU TERLARANG


Mohon dukungannya ya kakak semua.

__ADS_1


Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.


TERIMAKASIH


__ADS_2