Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
kita pernah bertemu sebelumnya


__ADS_3

Setelah Okta mengatur pertemuan kembali dengan calon investor baru untuk perusahaan Gracia akhirnya hari ini mereka akan kembali melakukan pertemuan setelah seminggu berlalu.


"awas aja kalau sekali ini dia membatalkannya lagj" geram Gracia


"sabar, tahan emosimu.


posisi kita lebih membutuhkan dia untuk saat ini.


jangan membuat kekacauan yang bisa merugikan kita oke" Okta


Hari ini mereka bertemu di Aura hotel yang masi di bawah naungan kz company.


mereka membuat janji temu di restoran yang ada di hotel itu karena semalam acara pertunangan Bella dan Kenzo dilaksanakan di sana dan semua keluarga Kenzo menginap di sana.


Ya calon investor baru di perusahan Gracia adalah kz company karena Kenzo ingin mengembangkan perusahaannya di dunia fashion.


Saat Okta dan Gracia tiba di sana Abraham sudah menunggu mereka


"silahkan tunggu dulu sebentar Nona, tuan Kenzo sebentar lagi akan ke sini setelah selesai sarapan dengan keluarga besarnya.


kami sudah menyiapkan sarapan untuk kalian berdua.


silahkan di nikmati" ucap Abraham sopan


Abraham melirik Gracia yang merasa tak asing degan wajah Gracia tapi dia lupa pernah melihatnya di mana.


Okta langsung memberi kode kepada Gracia yang sudah siap siap melakukan protes.


"mari kita sarapan dulu" kata Okta sambil mengelus tangan Gracia


Gracia menghela nafas malas


"menyebalkan " gumamnya dengan suara kecil


Setelah selesai sarapan keluarga Kenzo dan Darmawan kembali ke kediaman masing masing sementara Bella kembali ke kamar tempatnya menginap semalam karena dia ingin pulang bersama Kenzo.


Kenzo langsung mendatangi Abraham yang sudah menunggunya.


"di mana? " tanya Kenzo


"di ruang VIP tuan sedang menunggu anda" Abraham


Kenzo dan Abraham berjalan menyusul Gracia yang sudah menunggu dengan kesal.


"selamat pagi" sapa Kenzo saat tiba di ruangan itu

__ADS_1


"maaf membuat kalian menunggu" kata Kenzo dengan sopan


"tidak masalah tuan, terimakasih sarapan paginya" sapa Okta karena Gracia hanya diam.


Abraham menarik kursi untuk Kenzo dan setelah itu dia ikut duduk di samping Kenzo


Kenzo memperkenalkan dirinya


perkenalkan nama saya Kenzo katanya sambil mengulurkan tangannya


Gracia yang sudah mulai bisa mengatasi rasa kesalnya mengangkat kepala dan menyambung uluran tangan Kenzo


"Gracia" katanya sambil memberikan senyum terbaiknya


Degg


"dia, wanita itu" batin Kenzo


"bisakah anda melepaskan tangan anda agar saya bisa menjelaskan proposal kerjasama yang mau kamu ajukan tuan" kata Gracia karena Kenzo tak juga melepaskan tangannya.


"ah ya maaf kan saya" kata Kenzo melepaskan tangan Gracia


Gracia langung membuka berkas dan menjelaskannya pada Kenzo


"ah ada apa dengan aku ini.


aku tidak boleh seperti ini.


aku sudah bertunangan " batinnya karena sempat terpesona melihat Gracia


"jadi bagaimana tuan? " tanya Okta yang ikut membantu Gracia menjelaskan tentang kerjasama yang mereka ajukan


"sebentar aku pelajari dulu berkasnya " kata Kenzo yang memang teliti untuk masalah urusan pekerjaan.


Okta dan Gracia menunggu Kenzo yang mempelajari berkas berkasnya


"baiklah aku setuju" Kenzo


Okta dan Gracia tersenyum lega setelah mendengar keputusan Kenzo


Gracia langsung mengeluarkan berkas kontrak kerjasama mereka dan langsung menandatangani kontrak kerjasama mereka


"nona apa kau tidak mengenal ku? " tanya Kenzo setelah mereka selesai membahas pekerjaan


Gracia melihat Kenzo dari atas ke bawah

__ADS_1


"wajahnya tak asing Tapi aku tak tahu dia siapa" batinnya


"maaf tuan saya rasa saya tidak mengenal tuan" Gracia


"kau kuliah di Singapura bukan?.


kita pernah bertemu sebelumnya di sana" Kenzo


Gracia mencoba mengingat tapi dia tidak bisa menemukan memori ingatannya tentang Kenzo


"maaf aku tidak ingat" Gracia


Kenzo terkekeh pelan


"wajar kalau tidak mengingat saya Nona karena dulu anda menolak untuk berkenalan dengan saya dan akhirnya setelah sekian tahun saya baru bisa mengetahui siapa nama nona Gracia" Kenzo


Gracia tersenyum canggung


"maaf karena saya tidak begitu gampang bergaul" Gracia


"iya itu wajar untuk wanita secantik anda tapi dalam urusan bisnis kita harus banyak bergaul dan mengenal semua orang" Kenzo


Gracia hanya tersenyum tipis menanggapi kata kata Kenzo.


"baiklah Semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar, kami baru dalam dunia fashion ini jadi kami harap kalian akan mengajari kami banyak hal" Kenzo


Abraham yang sedari tadi diam langsung berdiri dan membereskan berkas berkas mereka.


Mereka akhirnya keluar dari ruangan itu


Dara langsung menghampiri Kenzo


"apakah sudah siap sayang? " Dara


"ya sudah" Kenzo


Kenzo memperkenalkan Dara kepada Okta dan Gracia


"dia Dara tunangan saya" Kenzo


Gracia menelisik Dara dari atas sampai bawah


"Gracia" katanya menampilkan senyum manis yang mengandung sejuta makna


"saatnya telah tiba " gumam Gracia dalam hati

__ADS_1


__ADS_2