Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 76(pergi)


__ADS_3

Kondisi Donna makin hari makin membaik.


Semenjak dia tinggal di apartemen hampir setiap hari Gery datang ke sana.


Namun hati Donna sudah mengeras,


semua yang di lakukan Gery seakan akan tak ada gunanya di mata Donna.


Gery tidak bisa melepaskan Donna


dia berusaha mempertahankan Donna namun Donna tetap pada pendiriannya untuk pisah dari Gery.


"aku hargai semua usaha kamu mas, namun keputusanku sudah bulat, aku tetap ingin berpisah" Donna


"beri aku kesempatan sekali ini saja oke" Gery membujuk Donna


"jika mas merasa bersalah karena kejadian waktu itu , aku sudah melupakan semua dan memaafkan mas" Donna


"ini bukan karena itu sayang, aku memang benar sayang sama kamu dan tidak bisa kehilangan kamu" Gery


"cihh, sayang? saat mas berselingkuh dari aku apakah itu dinamakan sayang?" Donna


"maafkan aku" kata gery menundukkan kepalanya.


"aku mohon Mas lepaskan aku, aku ingin hidup tenang dan kalau bisa Mas jangan datang ke sini lagi " kata Donna sambil mendorong Gery keluar dari apartemennya.


Seminggu setelah kejadian itu Desi datang menghampiri Donna


Saat membuka pintu Donna terkejut melihat kedatangan Desi ke apartemennya


"ada apa? " Donna


"bisakah kita bicara sebentar? " Desi


"silahkan masuk" Donna mempersilahkan Desi masuk


Setelah duduk Desi langsung berbicara mengutarakan maksud kedatangannya.


"aku harap kamu tidak menganggu Mas Gery lagi,.


bukankah sudah jelas kemarin

__ADS_1


keputusan Mas Gery adalah tetap bersama denganku jadi aku minta kau menjauh dari kami dan jangan mengusik hidup kami" Desi.


"sebelum berbicara tentang mengusik hidup kalian aku rasa seharusnya kau berkaca dulu sebelum ke sini. pantaskah kau yang berkata seperti itu kepadaku" cibir Donna kepada Desi


"kau hanya masa lalu Mas Gery dan aku adalah masa depannya, kami akan segera memiliki anak" Desi


Setelah mengatakan itu Desi langsung beranjak dari sana dan pergi meninggalkan Donna.


Setelah pertemuannya dengan Desi,


Donna membulatkan tekatnya untuk meninggalkan kota itu.


kota yang penuh kenangan antara dia dan Gery.


Malam hari Gery datang ke apartemen Donna dalam keadaan mabuk.


Gery mengoceh tak jelas


tapi inti semua perkataan nya adalah dia menyesal telah melukai Donna dan tidak bisa hidup tanpa Donna.


Donna membawa Gery ke dalam dan membersihkan tubuh Gery.


Setelah selesai membersihkan tubuh Gery dan menidurkan nya di sofa Donna pergi ke kamarnya.


Donna mengemas semua pakaiannya dan keperluannya.


Setelah selesai mengemas pakaian Donna menuliskan surat kepada Gery


"aku pergi mas, jangan cari aku lagi


aku sudah memaafkan mu jadi jalani hidupmu dengan tenang tanpa rasa bersalah kepadaku.


aku harap kalian akan hidup bahagia selama ya.


aku pergi"


Begitulah isi surat yang di tinggalkan Donna untuk Gery.


Donna meletakkan surat itu di meja.


Sebelum pergi Donna membelai kepala Gery

__ADS_1


"aku tidak pernah menyangka kita akan berakhir seperti ini mas, aku pikir kau adalah pelabuhan terakhir ku, hidup bersama dan menua bersama tapi kau menghancurkan segala harapan yang kita bangun, kau menghancurkan cinta kita


aku harap kita tidak pernah bertemu lagi mas" kata Donna saat membelai kepala Gery


Donna pergi dari sana dan langsung menuju bandara


Donna pergi ke negara lain agar sulit bagi Gery menemukannya.


Donna bahkan pergi tanpa memberitahu Maura dan Nia.


Saat hendak naik ke pesawat Donna menoleh ke belakang dan menghela nafas


"aku pergi, selamat tinggal masa lalu


maafkan aku ya Ra, aku pergi tanpa pamit padamu, suatu saat nanti saat hatiku lebih tenang aku akan menghubungimu


aku harap kau bisa hidup bahagia bersama keluargamu" gumam Donna dalam hati sambil menitikkan air mata.


Pagi hari Gery bangun dan melihat sekelilingnya.


Dia bangkit dan berjalan menuju kamar Donna namun Donna tidak ada di sana


Gery memanggil manggil nama Donna tapi tidak ada respon sama sekali.


"mungkin dia sedang berbelanja keluar" pikir Gery


Gery kembali duduk di sofa dan tanpa sadar matanya melihat selembar kertas.


Dia mengambil kertas itu dan membacanya


Gery menangis dan berteriak memanggil nama Donna setelah membaca surat itu.


Tapi semua sudah terlambat.


Donna sudah pergi


Gery mencoba menghubungi Donna namun Donna tenyata juga meninggalkan ponselnya di sana.


Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.


jika berkenan silahkan membaca novel baru aku yang berjudul TERSIKSA RASA

__ADS_1


Mohon dukungannya ya kakak


Terimakasih


__ADS_2