Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
MENARIK


__ADS_3

Hari ini Gracia sedang bekerja paruh waktu.


Gracia tidak mengandalkan uang dari perusahan yang di tinggalkan bundanya.


Selama dia kuliah di Singapura sebisa mungkin dia berusaha mencari uang tambahan untuk biaya hidupnya.


Dia sadar Perusahan mereka belum begitu besar dan belum bisa bersaing dengan keluarga darmawan maka dari itu sebisa mungkin dia tidak mengusik keuangan perusahaan untuk kebutuhan yang masi bisa dia usahakan untuk dirinya sendiri.


Gracia bekerja paruh waktu di kafe dekat apartemen tempatnya tinggal.


Saat tidak sepi pengunjung dia selalu menyempatkan diri untuk belajar.


Kenzo bersama teman temannya mampir ke kafe tempat Gracia bekerja


Gracia melayani Kenzo bersama teman temannya.


senyum manis selalu dia perlihatkan saat melayani tamu tamu yang berkunjung ke kafe itu.


Parasnya yang cantik dan tubuhnya yang seksi membuat banyak laki laki yang tertarik kepadanya.


Banyak pengunjung laki laki yang berusaha mengodanya dan mengajaknya untuk berkenalan tapi Gracia selalu menolak secara halus semua ajakan itu karena dia tidak ingin tujuannya terganggu karena masalah percintaan dan juga karena kehancuran keluarganya yang di sebabkan perselingkuhan ayahnya membuat dia tidak begitu tertarik dengan hubungan antara laki laki dan wanita.


Semua pergerakan Gracia tidak luput dari pandangan Kenzo


"wanita yang menarik" pikirnya saat menatap Gracia.


Tanpa sengaja salah satu teman Kenzo menyenggol tangan Gracia saat dia mengantarkan pesanan ke meja Kenzo dan teman temannya


"auhhhh" keluh Gracia


"maaf saya tidak sengaja tuan" Gracia


"oh saya yang minta maaf nona, saya tidak sengaja menyenggol tangan nona " teman Kenzo


"saya akan mengambil minuman baru untuk kalian" Gracia


Gracia membereskan gelas yang terjatuh tadi dan langsung pergi dari sana.


Dari kejauhan Kenzo melihat pemilik kafe itu memarahi Gracia

__ADS_1


Malam hari Gracia pulang ke apartemen sederhana miliknya.


Setelah membersihkan diri dia duduk di ruang tamu dan memainkan ponselnya.


Dia membuka aplikasi instagram dan mencari nama Dara darmawan.


Bibirnya tersenyum tipis saat melihat foto foto keluarga baru ayahnya


"mereka hidup bahagia di atas air mata ibuku"


"tidak akan lama lagi ayah, aku akan datang


apakah kau masi mengenali aku?


kau begitu mencintai putri mu itu bukan


bagaimana rasanya jika aku akan merebut semua kebahagiaan nya?


apa yang akan kau lakukan saat putrimu menangis karena aku? " Gracia


"Mariana, kau begitu bangga dengan putrimu itu.


kau tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan seorang gadis kecil yang kau rengut kebahagiaannya dan kau menghancurkan masa kecilnya yang indah"geram Gracia


dr ttt drttt


" hallo"Gracia


"ohhh Gracia kenapa susah sekali menghubungimu? " keluh Bella


"aku baru pulang bekerja dan saat bekerja aku tidak memegang ponsel " Gracia.


"dasar gadis dingin ini, apa kau sudah makan? " tanya Bella


"Mmm sudah" Gracia


"jangan terlalu lelah dan jaga kesehatan" Bella


"mmmm" Gracia

__ADS_1


"cepatlah pulang, aku merindukanmu" bella


"ya, jaga diri kalian di sana" Gracia


Gracia langsung memutus panggilannya padahal Bella belum selesai berbicara


"arggghhhhh dasar gadis dingin


pantas masi jomblo.


mana ada laki laki yang mau dengan gadis balok es itu.


alangkah malangnya nasib laki laki yang di takdir kan menjadi jodohnya.


aku tidak bisa membayangkan bagaimana menyedihkan nya hidup laki laki itu jika harus memiliki pasangan si gadis balok es itu" geram Bella menggerutu memegangi ponselnya


Saat mengoceh tiba tiba ponselnya berbunyi


"hallo" Bella


"jangan mengumpat dan mengatai ku di belakangku" Gracia


Bella menjauhkan ponselnya


"bagaimana dia bisa tau kalau aku sedang mengumpat dirinya" katanya dengan nada kecil


"jaga dirimu baik baik karena saat aku kembali nanti kau harus sehat agar bisa menerima hukuman dariku" Gracia


"ohh Gracia gadis yang cantik dan baik hati aku tidak pernah mengatai mu sayang" Bella


"jangan berbohong karena bohong itu dosa" Gracia


"isssss" kata Bella


"aku juga merindukanmu " kata Gracia dan langsung mematikan sambungan panggilan mereka.


"tunggu kau bilang apa tadi? kau merindukan aku?" tanya Bella tapi sayang panggilan itu sudah di putus sepihak oleh Gracia


Gracia memandang ponselnya dan membayangkan wajah Bella

__ADS_1


Bella satu satunya sahabat yang dia punya dan sudah di anggap seperti saudara sendiri.


mereka sering tidur bersama saat ibu mereka sibuk dengan urusan perusahaan.


__ADS_2