Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 39


__ADS_3

sudah beberapa bulan berlalu


Leon juga belum berhasil menemukan Maura.


sementara disisi lain Maura di kota B kembali membuka kafe sederhana dan kadang menerima job menyanyi .


Maura kini dekat dengan seorang laki laki


namanya adalah Nathan,


Nathan dulunya merupakan pelanggan di kafe Maura


pribadi Maura yang lembut dan wajah Maura yang cantik membuat Natan terpikat pada ibu satu anak itu.


hari ini Maura membawa Nia dan Delon berjalan jalan di sebuah taman.


mata Maura tertegun melihat seorang anak kecil yang tertawa lepas saat bermain dengan orang tuanya.


"alangkah bahagianya jika memiliki keluarga yang utuh" batin Maura


"mama Delon mau main sama papa" Delon


Maura tidak menjawab perkataan Delon


dia hanya memeluk Delon dan bergumam dalam hatinya


"maafkan mama nak, mama tidak bisa mempertemukan mu dengan papa karena mama takut dia akan mengambil mu dari mama"


hari hari Maura sudah kembali seperti biasanya.


hubungannya dengan Nathan juga semakin hari semakin baik


sementara disisi lain Leon makin menggilai.


yang dia tahu hanya kerja kerja dan kerja

__ADS_1


dan dia sering bergonta ganti perempuan.


dia hanya membutuhkan perempuan untuk memenuhi kebutuhannya sebagai pria normal


dia tidak lagi dapat merasakan cinta yang tulus lagi.


suatu hari Marco, Vanno dan Leon pergi ke restoran milik Gerry.


mereka makan siang di sana


Leon melirik ke arah Donna.


dia menghampiri Donna


"apakah belum ada kabar dari Maura? " Leon


"tidak tuan" Donna


"aku tau kamu pasti tau keberadaan Maura,


"maaf tuan saya sedang sibuk " Donna pergi dari sana dan menelpon Gerry untuk cepat datang ke restoran.


Gerry langsung bergegas ke restoran setelah mendapatkan panggilan dari Donna.


"sayang aku pulang ya kamu aja yang jaga restoran" Donna


"baiklah hati hati di jalan" Gerry


sesampainya di rumah Donna langsung menghubungi Maura


"keponakan aku mana" Donna


"kau belum menyapa aku namun kau langsung menanyakan kabar Delon" Maura


"aku tau kau pasti baik baik saja, aku bisa tau dari suaramu" Donna

__ADS_1


"tidak aku tidak baik" Maura


"namun dari suaramu kau terdengar sangat baik, jangan berbohong" Donna


"hahaha baik aku keadaan kami sangat baik dan Delon sedang pergi keluar bersama Nia" Maura


"bagaiman hubungan mu dengan Natan? " Donna


"ya begitulah semua berjalan dengan baik dan dia mau mengenalkan aku pada orangtuanya dalam waktu dekat ini" Maura


"apakah kalian berencana untuk menikah? " donna


"Natan berencana akan melamar ku namun aku masi belum terlalu yakin" Maura


"jika dia mau melamar mu maka dia harus mendatangiku karena aku adalah walimu"canda Donna


" baik lah baik bu wali"Maura


"namun apa yang membuatmu belum yakin? Natan adalah laki-laki baik dan mau serius denganmu" Donna


"mm" Maura tak bisa menjawab pertanyaan Donna


"tidak semua laki laki itu sama ra, aku yakin Nathan adalah laki laki baik dan dia juga menyayangi Delon " Donna


"eNtah lah dia memang baik tapi aku merasa ada sesuatu hal yang dia sembunyikan dari aku, dia seperti memiliki rahasia " Maura


"itu hanya perasaanmu aja karena masi menganggap semua laki laki itu sama seperti " Donna mengantungkan kalimatnya


"sudah jangan bahas dia" Maura.


"baiklah" Donna.


setelah panggilan mereka berakhir Maura melamun


"mungkin sudah saatnya aku memulai hidup baru dan menerima lamaran Nathan" Maura

__ADS_1


terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak


__ADS_2