Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 36(AURA HOTEL)


__ADS_3

Acara peresmian hotel sudah di mulai.


Maura bernyanyi menghibur tamu tamu yang datang.


kini saatnya pemilik perusahaan memberi kata sambutan pada tamu yang datang.


MC mempersilahkan untuk pemilik hotel naik ke atas panggung


tap tap tapppppp


Leon perlahan berjalan menuju panggung


sementara di sudut panggung Maura sedang berbicara dengan pengiring musik untuk membicarakan nada lagu yang akan dia bawakan selanjutnya.


"beri tepuk tangan yang meriah untuk pemilik AURA HOTEL, tuan Leon megajaya


pengusaha muda yang sangat sukses" MC


Maura yang mendengar MC langsung berbalik dan melihat ke arah Leon.


"ah ternyata dia pemilik hotel ini,


tapi aku harus bersikap profesional " batin Maura


"terimakasih sudah hadir dalam acara peresmian hotel kami, aku bisa mencapai semua ini karena dukungan dan doa dari kalian semua" Leon.


"tuan Leon tolong ceritakan tips kesuksesan Anda? " MC


"kesuksesan bisa dicapai kalau kita bekerja keras karena tak ada hasil yang mengkhianati usaha,


saya banyak mengalami pasang surut dalam membangun usaha saya tapi saya tetap berusaha bangkit lagi,


satu hal lagi perusahaan bisa sukses saat perusahaan itu memiliki karyawan yang jujur dan setia jadi saya selalu mengutamakan karyawan yang setia dan saat ada penghianat yang masuk ke dalam kantor saya maka tidak akan ada ampun bagi penghianat itu" Leon


"terimakasih tuan Leon,


anda adalah pemilik perusahaan megajaya dan sekarang anda sudah memiliki banyak hotel dimana mana anda sungguh luar biasa" MC

__ADS_1


"silahkan kembali ke tempat duduk anda tuan


dan para tamu silahkan nikmati hidangan yang telah kami sediakan" MC


Leon berjalan turun dari atas panggung.


kini semua acara sudah selesai


Maura pun hendak pulang ke tempatnya namun saat berjalan di parkiran dia ditarik seseorang dan memaksanya masuk kedalam sebuah mobil.


"aaaauuuuuu kau ini siapa? Maura berkata sambil menoleh ke orang yang menariknya.


" apa kau sudah melupakanku? "Leon


" ah maaf tuan, saya ingin pulang dan maaf atas kelancaran saya"Maura bertingkah seolah olah dia tidak mengenal Leon


"aku ingin berbicara denganmu" Leon


"maaf tuan saya tidak mengenal anda dan menurut saya tidak ada yang perlu kita bicarakan" Maura


"tapi memang saya tidak mengenal anda


tolong ijinkan saya pergi " Maura


"kemana saja kau selama ini? " Leon


Maura tidak menjawab


dia hendak membuka pintu mobil namun tangannya di tarik Leon dan Leon mengunci pintu mobil agar Maura tidak bisa pergi dari sana


"aku ingin berbicara denganmu " Leon


"tapi saya tidak mengenal anda tuan


tolong lepaskan saya atau saya akan berteriak dan mengajukan tuntutan kepada anda" Maura


"silahkan, berteriak lah dan apa perlu ku antar kau ke kantor polisi untuk mengajukan tuntutan terhadapku? Leon

__ADS_1


" lepaskan saya"Maura


"tuntutan apa yang akan kau ajukan? apakah ada polisi yang berani menangkap seorang suami yang pergi membawa istrinya?


apakah ada hukuman terhadap suami yang ingin berbicara kepada istrinya? "Leon


" tapi aku buka istrimu, tolong ijinkan aku pergi"Maura


"kau istriku dan masi menjadi istriku" Leon


"aku tidak mengerti dengan yang anda katakan,


aku bahkan tidak mengenalmu sama sekali


mungkin kau salah orang" Maura


"aku tidak salah orang mau adalah istriku" Leon


"sudahlah aku tidak ingin berdebat denganmu, cepat katakan alamat mu aku akan mengantarmu pulang karena tidak baik bagi seorang wanita pulang sendiri saat malam hari" Leon


"terimakasih, tapi saya bisa pulang sendiri" Maura


Maura mendorong Leon dan membuka pintu.


Maura langsung pergi dari tempat itu


'ahhhh kenapa dia bertingkah seperti ini


apakah dia sangat membenciku"Leon


Leon menghubungi Sekretaris jo


"jo kau cari tau dimana tempat tinggal Maura dan aku ingin mendapatkan informasinya malam ini juga" Leon


tanpa menunggu jawaban dari jo Leon langsung mengakhiri panggilan tersebut.


"kali ini aku tidak akan melepaskan mu lagi'" leon

__ADS_1


__ADS_2