
Grasia Carolina Darmawan Gadis berparas cantik yang hidup sebatang kara setelah ibunya meninggal dunia. Sebenarnya dia masi memiliki Keluarga yaitu ayah kandung nya.
Namun dia enggan berurusan dengan keluarga baru ayahnya.
dia bahkan sudah lama tidak berkomunikasi lagi dengan ayahnya setelah perceraian kedua orangtuanya.
Ayah dan ibunya berpisah saat dia masi kecil.
orang tuanya berpisah karena ayahnya ketahuan berselingkuh dengan mantan pengasuhnya bahkan saat itu wanita itu mereka telah memiliki seorang anak yang usianya tidak terpaut jauh dengan Gracia.
flashback
Hari kelulusan Gracia di taman kanak kanak
"mas hari ini hari kelulusan Gracia dan orang tua di suruh datang untuk mendampingi anaknya, apakah mas ada waktu menghadiri acara di sekolah Gres? " tanya Sania pada suaminya Darmawan
"kenapa baru bilang sayang, aku sudah terlanjur menyetujui jadwal meeting hari ini dengan klien penting dan aku tidak bisa membatalkan pertemuan ini karena proyek yang akan kami kerjakan adalah proyek besar dan menghasilan keuntungan yang besar untuk perusahaan kita.
seandainya kau bicara dari jauh jauh hari aku mungkin tidak akan menyetujui meeting ini dan mencari hari kain sayang.
maafkan aku" Darmawan
"tidak masalah mas, nanti aku bicara pada Gres dan memberinya pengertian" Sania
"maafkan aku, aku sungguh menyesal" kata darmawan dan mencium kening istrinya
__ADS_1
Sania mendampingi suaminya keluar dari kamar setelah selesai bersiap pergi ke perusahaan
Darmawan masuk ke kamar putrinya
""ayah"teriak putrinya girang dan meloncat ke pelukan darmawan
"putri ayah yang cantik, hari ini wisuda ya sayang "kata darmawan sambil menciumi wajah cantik putrinya
" ayah jangan cium cium nanti riasanku rusak"kata Gracia sambil mengusap pipinya
"ayah datang kan? " tanya Gracia
"maafkan ayah sayang, ayah ada urusan penting yang tidak bisa di tinggalkan.
sebagai permintaan maaf ayah bagaimana kalau kita pergi jalan jalan bulan depan " darmawan
"sayang, maafkan ayah sekali ini saja oke" Darmawan
"ayah sungguh sibuk akhir akhir ini dan tidak ada waktu untuk Gres" sungut anaknya itu sambil mengerucutkan bibir imutnya
"nak tidak boleh seperti itu, ayah bekerja keras untuk kita juga . ini semua demi masa depan mu nak" Sania membantu suaminya memberi penjelasan kepada sang anak
"tapi janji bulan depan kita pergi jalan ya dan Gres yang memilih tempatnya " Gracia
"baiklah kita akan pergi kemanapun tuan putri mau" kata Darmawan sambil mencubit gemas pipi anaknya.
__ADS_1
sania mengantar suaminya ke mobil untuk berangkat bekerja
"aku pergi dulu ya sayang, jaga diri kalian" Darmawan
Sania menatap kepergian suaminya dengan perasaan aneh dalam hatinya
"kenapa aku merasa makin hari mas Darmawan makin berubah ya" batin Sania
"aku tidak boleh berpikir macam macam kepada mas Darmawan dia tidak mungkin melakukan sesuatu yang menyakiti aku dan Gracia" kata Sania pada dirinya sendiri dan menepis semua perasaan curiga dalam hatinya
Setelah selesai bersiap Gracia dan Sania pergi ke sekolah Gracia.
Gracia memang anak pintar dan ceria sehingga dia mendapat nilai yang sempurna dan diberi penghargaan dari sekolah
"selamat ya sayang" Sania
"terimakasih bunda, nanti Gres akan tunjukkan ini kepada ayah dan akan meminta hadiah yang mahal" kata Gracia
"baiklah nanti malam kita tunjukkan pada ayah oke,
dan bagaimana kalau kita jalan jalan dan makan ice crem? " Sania
"Gracia bisa kana ice crem? "
"untuk hari ini boleh karena anak bunda sudah belajar dengan baik selama ini" Sania
__ADS_1
Setelah semua acara selesai mereka pergi ke mall untuk berjalan jalan dan membeli ice crem