Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 94


__ADS_3

Hari hari Donna dan Marco sangat bahagia,


Marco sering membawa Donna pergi berlibur.


Sementara Gery masi di rawat di rumah sakit.


Marco menanggung semua biaya pengobatan Gery karena permintaan Donna.


sementara Desi sekarang sudah melahirkan anak perempuan. Desi sibuk mengurus restoran dan beberapa aset Gery yang telah ia kuasai.


Selama Gery di rawat di rumah sakit , Desi tidak pernah berkunjung untuk melihat keadaan Desi.


Marco dan Donna sedang menikmati liburan di pulau. Liburan kali ini mereka sengaja memilih pulau agar tidak terlalu ramah dan nyaman.


Akhir akhir ini tingkah Donna selalu aneh, dia selalu menghindar saat Marco mendekatinya.


"kamu kenapa sih sayang? akhir akhir ini aku merasa kamu menghindari aku terus? " keluh Marco.


"tidak kok mas, perasaan kamu aja lah itu" Donna


Marco merasa kesal dengan Donna tapi dia tidak ingin menunjukkan kekesalannya..


"kita kembali hari ini aja ya? aku ada kerjaan mendadak" Marco


"baiklah" Donna


jawaban singkat dari Donna makin membuat Marco merasa kesal, Marco berpikir Donna akan menolak untuk kembali dan membujuknya untuk tetap berlibur di sana.


"kenapa kau diam? ayo berkemas. " kata Donna menegur Marco yang masi mematung di tempatnya


"apa kau merasa ada yang salah di antara kita? " Marco


"tidak" jawab singkat Donna


Marco berusaha menahan amarahnya karena tidak ingin terjadi perdebatan antara dia dan Donna.


Setelah selesai berkemas Donna turun ke bawah dan menunggu Marco di sana.

__ADS_1


biasanya mereka kemana mana akan selalu bersama dan saling menunggu.


tapi ini Donna meninggalkan Marco yang sedang bersiap sendirian.


Di perjalanan pulang tidak ada yang berbicara di antara mereka. Donna dan Marco sama sama diam selama perjalanan pulang hingga mereka sampai di rumah.


Setibanya di rumah Marco langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Donna.


Malam hari, Marco masuk ke dalam kamar mereka.


dia melihat Donna sudah tertidur dengan pulas


Marco mengelus kepala Donna dan mengecup kening Donna


"jika aku memiliki salah, aku mohon maafkan aku tapi jangan pernah bersikap acuh terhadapku.


aku sungguh tidak bisa menahan jika kau mengacuhkan aku" kata Marco berbisik di telinga Donna.


Saat tidur Marco memeluk Donna dari belakang tapi Donna seakan engan di sentuh oleh Marco.


"ah sudah lah, mungkin dia sedang capek dan banyak pikiran" gumam Marco dalam hati.


Pagi hari Marco bangun dan melihat sekeliling namun dia tidak menemukan Donna di sana..


"kemana dia pagi pagi seperti ini? " Marco


Marco masuk ke kamar mandi dan bersiap pergi ke kantor. setelah selesai bersiap dia mencari Donna. ternyata Donna sedang berada di dapur untuk membuat sarapan.


Marco memeluk Donna dari belakang dan mencium pipi Donna


"duduklah, aku sedang memasak jangan menganggu" kata Donna sambil mendorong tubuh Marco


Donna tidak suka saat berdekatan dengan Marco, mencium bau badan Marco saja membuat dia merasa mual makanya akhir akhir ini dia selalu menghindari Marco.


"Mas, nanti aku ke rumah sakit ya untuk mengunjungi Gery.


terakhir kali aku berkunjung ke sana keadaanya sudah mulai membaik" kata Donna meminta ijin kepada Marco

__ADS_1


"keadaan Gery sudah membaik? apa karena ini sikap Donna menjadi berubah? apa dia masi memiliki perasaan terhadap Gery? " gumam Marco dalam hati


"jika aku melarang mu pergi mengunjunginya ke rumah sakit apa kau akan menuruti perkataan ku? " tanya Marco yang mulai emosi


"jika Mas tidak mengizinkan aku tidak akan pergi,


tapi apa alasan mas melarangku pergi ke sana?


bukankah selama ini Mas tidak pernah melarang aku pergi ke sana? bahkan Mas sering ikut melihat keadaan Gery ke rumah sakit" Donna


"apakah aku harus memiliki alasan untuk melarang istriku menemui laki laki lain" bentak Marco sambil memukul meja


Donna yang tidak pernah diperlakukan kasar selama menikah dengan Marco terkejut dengan sikap Marco.


"Mas kenapa jadi marah? jika memang Mas tidak mengijinkan aku pergi maka aku tidak akan pergi" Donna


"apa kau masi mencintai dia? dan berniat kembali dengannya? " Marco.


"tidak, aku tidak pernah berpikir seperti itu Mas,


aku hanya menganggap dia seperti saudara saja aku tidak memiliki perasaan apa pun" kata Donna yang mulai menangis terisak


"akhir akhir ini sikapmu berubah, kau selalu menghindar saat aku mendekatimu" Marco


"tidak, aku tidak pernah seperti itu,


aku hanya merasa mual setiap dekat dengan kamu Mas, aroma parfum mu sangat menyengat dan membuat aku mual setiap mencium aroma itu" Donna


"ooo kau bahkan tidak suka dengan aromaku, padahal dulu kau yang menyarankan aku memakai parfum aroma itu. sepertinya kau hanya mencari alasan" bentak Marco yang sudah terbakar api cemburu


Marco mendekat ke Donna dan mencengkram bahu Donna. Donna mual dan memuntahkan isi perutnya.


Marco menjadi panik karena Donna pingsan dan wajahnya sangat pucat.


Marco menghubungi Vanno dan menyuruh Vanno segera datang ke sana.


Mama Dina datang ke apartemen mereka dan terperangah melihat keadaan rumah yang berantakan pasalnya saat marah tadi Marco sempat membuang semua sarapan yang telah di hidangkan Donna di atas meja makan

__ADS_1


__ADS_2