Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
s2 Episode 14


__ADS_3

Leon dan rombongannya susah tiba di kediaman Jack, Jack menyambut mereka dengan senang hati.


Siska yang melihat kedatangan Delon dan orangtuanya segera menghampiri mereka dan menyapa mereka.


Siska mencium tangan calon mertuanya dengan sopan


Melihat wajah Delon yang sama sekali tidak bersahabat Leon segera menegur anaknya itu


"lakukan peran mu dengan baik pangeran " Leon


Vanno dan Leon sedang berbincang bincang dengan Jack, "


Jack mengingat kita memiliki pesaing yang mungkin saja bisa menyerang kita kapan saja akun harap kau menempatkan anak buahmu semua ke depan dan berjaga di sekeliling rumah agar tidak ada penyusup masuk.


kau tentu tidak lupa bagaimana dulu anak dan istriku sempat ingin di bunuh, itu lah sebabnya aku meminta pesta ini di adakan di rumah agar kita tidak kecolongan "kata Leon


" iya aku setuju, aku akan mengerahkan semua anak buahku untuk berjaga di luar dan di sekeliling rumahku"Jack


"iya, anak buahku juga udah berjaga di depan tapi biar lebih aman alangkah baiknya anak buahmu dan anak buahku bergabung untuk berjaga di depan " kata Leon menimpali


Jack menghubungi kepala anak buahnya dan memerintahkan mereka untuk mengatur penjagaan di depan rumah.


"bagaimana dengan ruang rahasia tuan? "


"untuk saat ini kelancaran acara ini lebih penting , lagian Marco tidak akan memiliki kekuatan untuk kabur dia tidak akan sadar jika kamarnya tidak di jaga.


sampai selesai acara ini kalian harus berjaga di depan dan setelah acara selesai langsung kembali berjaga di kamar itu


aku tidak mau ada gangguan pada hari bahagia putriku" kata Jack memberi perintah


Leon dan vanno tersenyum karena merasa rencana mereka berhasil dan berjalan sesuai rencana.


Setelah semua anak buah Jack berjaga di luar vanno segera menghampiri anak buah mereka yang berpakaian seperti tamu undangan biasa


"laksanakan sekarang, jangan lakukan kesalahan Oke" Vanno


"baik" kata orang itu


Anak buah Leon yang berjaga di luar di tugaskan untuk mengalihkan perhatian anak buah Jack,


Leon sedari tadi mengajak Jack untuk menyapa tamu undangan agar Jack tidak menyadari kegiatan mereka

__ADS_1


Sementara Delon dan Maura hanya duduk di sudut ruangan,merasa bosan dan jengah melihat semua


Siska dengan bangga mengenalkan Delon ke teman temannya namun Delon hanya menanggapinya dengan dingin


"aku rasa kita sudah bisa memulai acara pertunangannya" kata Jack


"sebentar lagi, kita belum menyapa semua tamu kita


sebagian tamu kita adalah rekan kerja kita jadi kita harus menyapa mereka terlebih dahulu " kata Leon mengundur waktu


Leon memandang Vanno meminta penjelasan bagaiman rencana mereka apakah sudah ada titik terang


Vanno menggelengkan kepalanya tanda belum ada titik terang


Satu jam susah berlalu dan Leon susah tidak memiliki alasan untuk mengundur


Saat ini Delon dan Siska sedang berada di depan para tamu, acara tukar cincin akan segera di mulai


Seorang suruhan Leon menghampiri Vanno dan memberi kabar mengejutkan


"kami sudah menemukan mereka dan sesuai rencana awal kami sudah memindahkan mereka dengan mobil pembawa catering yang sudah kita siapkan" kata orang itu memberi informasi


"mereka?


"bisa kau tunjukkan foto mereka, aku harap kita tidak salah sasaran" Vanno


orang itu menunjukkan foto yang ia ambil saat membawa Marco dan Donna ke mobil box yang mereka sediakan


"iya benar itu dia" Vanno


bawa mereka ke tempat yang sudah kami perintahkan, aku akan segera menyusul "Vanno


Vanno menghampiri Leon dan membisikkan


" misi berhasil"


Leon tidak bisa menutupi rasa bahagia dan rasa geramnya kepada Jack.


Leon menghampiri Delon


"misi berhasil tapi sayangnya papa tidak memiliki rencana bagaiman caranya membatalkan acara ini" kata Leon kepada Delon yang tentunya mendapat tatapan tajam dari anaknya itu

__ADS_1


"apa ayah menjebak ku" Delon


"pikirkan cara agar kau terbebas dari ini semua, kau laki laki tentu kau akan memiliki rencana" kata Leon mengejek anaknya itu


Cincin sudah ada di hadapan Delon dan Siska


"aku tidak akan memaafkan mu jika acara ini terjadi dan dia jadi menantuku" kata Maura berbisik di telinga Leon.


"tenang saja, Delon pasti akan membebaskan dirinya dari ini.


kita nikmati saja. kapan lagi aku bisa mengerjai anakmu yang nakal itu" kata Leon


"apakah Donna masi bersama Marco? tanya Maura penuh harap


" jika iya hadiah apa yang akan kau berikan untuk aku? "Leon.


" ayolah, jangan bercanda masalah ini"Maura.


"aku juga belum tahu yang jelas misi sudah berhasil dan setelah ini kita akan mengetahui nya" Leon.


"Vanno di mana? " Maura


"dia sudah pergi, dia akan melaksanakan tugasnya sebagai dokter" Leon.


"cepat tanyakan padanya apakah ada Donna di sana" kata Maura tak sabar


Delon yang sudah tidak bisa memikirkan cara lain untuk bebas dari acara konyol ini akhirnya tiba tiba jatuh pingsan tepat saat Siska akan memasangkan cincin padanya


"iss anak ini apa dia tidak memiliki rencana lain" kata Leon yang melihat Delon tidak sadarkan diri


Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.


Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.


Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul


TERSIKSA RASA


RINDU TERLARANG


Mohon dukungannya ya kakak semua.

__ADS_1


Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.


TERIMAKASIH


__ADS_2