Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
harus bagaimana


__ADS_3

Kenzo berada di ruang kerjanya.


Berkali kali mencoba untuk tidur tapi matanya tetap tak bisa di ajak bekerjasama.


Saat matanya terpejam bayang bayang Gracia dengan lelaki lain terus menghantui pikirannya.


Sepulang dari restoran setelah memantau kegiatan Gracia dia berencana kembali berbicara kepada orangtuanya tentang pernikahannya.


Saat tiba di rumah Kenzo melihat keluarga besarnya sedang berkumpul membicarakan pernikahan yang akan di langsungkan 3 minggu lagi.


"Kenzo sini nak" kata Putri memanggil putranya itu.


Putri berbicara antusias tentang persiapan acara yang sudah 80 persen.


melihat ibunya sangat antusias dan kebahagiaan keluarga besarnya membuat Kenzo mengurungkan niatnya untuk membatalkan pernikahannya.


Marco melihat keresahan di wajah cucunya.


Marco mengajak Leon untuk berbicara berdua


"Ada apa? " tanya Leon


"aku rasa Kenzo tidak senang dengan pernikahan ini, setiap kita membicarakan pernikahan dia tidak terlalu antusias dan cenderung pasrah dengan apa yang Putri inginkan" Marco


"aku juga berpikir sama sepertimu, aku kira itu hanya pemikiran ku saja ternyata kau merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan"Leon


" aku tidak ingin Kenzo merasa tertekan dan terbebani dengan pernikahan ini, jika Kenzo memang tidak senang dengan pernikahan ini lebih baik di batalkan daripada di paksakan tapi membuat kebahagiaan dia hilang dan berujung perpisahan "ucap Marco lagi


" besok kita akan ke bicarakan masalah ini dengan Kenzo"ucap Leon lagi.


Pagi hari


Gracia memandang foto bundanya.


hari ini adalah hari peringatan kematian Sania.


Gracia memutuskan pergi ke kota dimana dia dan Sania memulai hidup baru setelah pergi dari Darmawan, kota yang menjadi saksi mereka Merintis usaha dan bangkit dari keterpurukan.


Gracia mengendarai mobilnya ke kota B untuk berziarah ke makam bundanya.


Sebelum tiba di pemakaman Gracia mampir di toko bunga.

__ADS_1



Di pemakaman


Gracia berjalan membawa sebuket bunga di tangannya.


Gracia memandang teduh nama bundanya terukir di nisa.


"lama tak bertemu bunda, maaf Gres baru datang berkunjung ke sini.


bagaimana kabar bunda di sana?


apakah bunda sangat bahagia di sana sehingga sekalipun bunda tidak pernah datang mengunjungi ku dalam mimpiku? " Gracia


Gracia duduk sendiri di samping makam ibundanya sambil bercerita banyak tentang kehidupan dia selama kepergian bundanya.


Tanpa terasa hari sudah sore


"bunda, Gres pamit dulu ya.


nanti Gres akan lebih sering mengunjungi bunda ke sini" Gracia


Hujan turun membuat jalanan licin hingga mobil gracia tergelincir dan mogok di tengah jalan.


Gracia duduk di dalam mobil dan mencoba menghubungi siapa saja yang bisa membantunya.


jalanan hari itu terlihat sepi karena hujan yang lebat.


Gracia takut keluar dari mobilnya karena hari mulai gelap, dia takut bertemu orang jahat.


"apa yang harus aku lakukan, hari semakin gelap.


jalanan di sini sepi dan jarang ada mobil yang melintas" batin Gracia


Gracia mencoba menghubungi Bella agar mencari bantuan untuk menjemputnya tapi sinyal tidak ada karena cuaca yang buruk.


Sudah dua jam Gracia berdiam diri di dalam mobil,


hujan tak juga surut dan hari semakin gelap membuat Gracia semakin panik.


Gracia melihat mobil dari jauh, Gracia memberanikan diri keluar dari mobil dan meminta bantuan.

__ADS_1


Hingga lima mobil melintas tapi tidak ada yang berhenti untuk memberi tumpangan kepada Gracia.


Satu mobil melintas dengan kecepatan tinggi tapi Gracia tidak berniat lagi menghentikan mobil itu untuk meminta bantuan.


"sepertinya tidak akan ada yang mau membantuku, mungkin mereka pikir aku begal yang akan merampok mereka " gerutunya sambil masuk kembali ke dalam mobilnya.


Tanpa di sangka ada satu mobil yang menghampiri mobil Gracia yang terparkir di pinggir jalan.


Mobil itu milik Kenzo, hari ini Kenzo pergi ke kota B untuk menemui kliennya dan memantau perusahaan cabangnya di kota B tanpa sengaja dia melihat mobil yang dia kenal di pinggir jalan.


"itu seperti mobil Gracia, ngapain dia malam malam di sini " gumamnya.


Kenzo keluar dari mobilnya mengunakan payung dan mengetuk mobil Gracia.


Gracia melihat ke arah jendela


"Kenzo" gumamnya pelan


"Gracia" panggil Kenzo lagi


Gracia membuka pintu mobilnya


"kamu ngapain di sini? " tanya Kenzo


Gracia tiba tiba menangis karena sejak tadi dia sudah sangat ketakutan, melihat kedatangan Kenzo dia merasa lega.


Hilang sudah image wanita tangguh dan tegas yang selama ini dia bangun.


walau bagaimanapun dia adalah seorang wanita yang memiliki sisi lemah.


"hei ada apa? jangan takut ada aku di sini! " kata Kenzo dengan reflek menarik Gracia dan membawanya dalam pelukannya.


"aku takut" lirih Gracia


"mobil kamu kenapa? " Kenzo


"mobilku tergelincir dan tiba tiba tidak bisa menyala" Gracia


Gracia yang tersadar tiba tiba mendorong Kenzo


"maaf" Gracia

__ADS_1


__ADS_2