Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
s2 Episode 17


__ADS_3

Delon sudah tiba di Singapura dan segera menuju hotel tempat dimana dia pernah bertemu dengan Sasa untuk pertama kalinya.


Delon mencari Sasa di sana namun tidak menemukan Sasa


"arggghhh kemana perginya dia" batin Delon


Di tempat lain Gery sudah tiba dan di jemput langsung oleh Leon ke bandara


"lama tidak bertemu? " kata Leon dan memeluk Gery


Sasa hanya diam dan melihat adegan itu


"kenalkan ini Sasa" Gery


Leon memandang Sasa dan memeluk nya


"hallo, aku pamanmu


kau tumbuh menjadi gadis yang cantik" kata Leon menyapa Sasa dan hanya membalasnya dengan senyuman


"nama aku Sasa Om" Sasa


"Marco dan Donna pasti sangat senang bertemu dengan anaknya" batin Leon dan langsung membawa Gery dan Sasa ke tempat persembunyian Donna dan Marco


Di rumah Donna dan Marco mondar mandir karena sudah tidak sabar bertemu dengan putri nya


"duduklah, sebentar lagi mereka akan tiba" Maura


"aku sangat merindukan dia Ra" Donna


"aku tahu Don, Putri pasti bangga memiliki orang tua seperti kalian.


kalian melakukan yang terbaik dan tetap bertahan demi dia" Maura


Suara mobil terdengar memasuki gerbang rumah itu


"aku rasa mereka sudah tiba" Maura


Marco dan Donna tidak melepaskan pandangan mereka ke arah pintu masuk


Leon dan gery masuk ke rumah itu dan di belakangnya di susul Sasa

__ADS_1


air mata Donna sudah tidak bisa lagi di tahan


Berlahan lahan Donna berjalan dan mendekat ke Sasa


Donna memandang lekat lekat wajah Sasa dan berlahan dia membelai wajah Sasa


Maura terkejut melihat keberadaan Sasa di sana.


"bukankah dia Sasa, gadis yang di bawa Delon ke rumah waktu itu" batin Maura


Sasa kaget dan bingung karena Donna terus membelai wajahnya dan memeluk dirinya sambil menangis di susul Marco yang juga menghampiri Sasa dan langsung memeluk Sasa


"kau tumbuh dengan baik, aku merindukan mu.


aku selalu berdoa kepada tuhan agar kau di lindungi dan hidup dengan baik" Donna


Sasa memandang Gery, pandangan matanya seakan meminta penjelasan namun Gery yang juga meneteskan air mata tidak menjawab apa apa.


Sasa memandang Maura


"tante" Sasa


"kalian pernah bertemu? " tanya Donna.


"iya, nanti aku ceritakan . ayo kita duduk dulu" Maura


mereka semua duduk dan Sasa mendekat ke Gery


"ayah sebenarnya ini ada apa? kenapa tante itu menangis saat memelukku" Sasa


"Sasa, ayah ingin mengatakan sesuatu kepadamu nak.


ini Donna ibu kandungmu dan ini Marco ayah kandungmu" kata Gery mencoba menjelaskan


"ha? " Sasa


"iya sayang, kami adalah orang tua mu, kami terpaksa menitipkan kamu kepada Gery karena saat itu itulah pilihan terbaik yang kami punya agar kau tidak dalam bahaya" Marco


Marco, Gery dan Donna menjelaskan situasi yang dulu mereka alami hingga terpaksa berpisah dengan Sasa


Sasa menangis dan memeluk Donna dan Marco

__ADS_1


Semua orang yang menyaksikan itu ikut menangis.


"Mas Gery terimakasih sudah menjaga putri kami dengan Baik" Donna.


"kami tidak akan pernah bisa membalas kebaikanmu seumur hidup kami" Marco


"kalian sudah membalasnya dengan sangat baik,


dengan tetap bertahan hidup dan kembali itu sudah balasan yang sangat baik untuk aku,


setiap hari aku menunggu kalian namun kalian tak kunjung datang" Gery


"bahkan untuk mencari informasi tentang kalian saja aku tidak berani karena aku takut mereka akan menyadarinya dan menemukan Putri kalian dan mengambilnya dari aku,


setiap hari aku hanya menunggu dan berharap suatu saat nanti kalian akan datang" Gery


"Terimakasih untuk semua yang kau lakukan dan terimakasih masi menyimpan ponsel itu, krena jika kau tidak menyimpan nya pasti akan sangat susah bagi kami menghubungi kalian dan mencari keberadaan kalian"Marco


" aku selalu membawa ponsel itu kemanapun aku pergi dan berharap kau akan menghubungi aku,


dan apa kau tahu aku begitu kesusahan mencari charger yang cocok untuk ponselmu itu di jaman modern seperti ini"kata Gery menghangatkan suasana yang sedari tadi mengharukan


Mereka semua mulai bisa menghilangkan kesedihan mereka


"Sasa akan selalu menjadi putrimu Gery, dia adalah putri kita" Marco


"ah kau jangan membuat kesedihanku makin bertambah, selama ini aku dan Sasa hanya hidup berdua dan setelah ini aku akan sendiri karena Sasa pasti akan tinggal dengan kalian" Gery


"ayah, Sasa sayang ayah dan akan sering berkunjung ke sana.


Sasa akan selalu jadi putri Ayah" Sasa memeluk Gery


"dan satu lagi ayah tidak akan kesepian karena ada tante Naomi" Sasa


"iss kau ini, dalam suasana yang seperti ini masi bisa mengejek dan menggoda ayah" kata Gery dan mencubit hidung Sasa


maaf upnya hanya sedikit ya kak.


karena masi sakit kaki aku.


terimakasih atas doa dan dukungan kalian semua๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2