Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 82(tuntut)


__ADS_3

Hari ini Maura sudah di ijinkan untuk kembali ke rumahnya. Leon membuat acara sederhana untuk menyambut kepulangan Maura.


Donna sudah ingin pulang ke singapura dari kemarin tapi Maura meminta Donna untuk tinggal beberapa waktu lagi disana.


"Minggu depan Vanno akan menikah, jika kau ingin kembali, kembalilah setelah pernikahan Vanno "Maura


Donna mengikuti keinginan Maura.


Setelah beberapa hari Maura harus pergi ke rumah sakit untuk mengontrol keadaanya.Maura pergi ke rumah sakit di temani Leon dan Donna.


Dari kejauhan Donna melihat Gery berjalan dengan Desi. Hari ini Gery menemani Desi untuk mengecek kandungannya. Setelah kepergian Donna kehidupan Gery tidak ada yang sepesial


Dia baru menyadari kalau sebenarnya yang dia cintai adalah Donna bukan Desi.Namun semua sudah terlambat karena Donna sudah pergi.


Kini Gery hanya bisa menyesali kebodohannya.


Tapi dia tetap bertanggung jawab kepada Desi karena anak yang di kandung Desi.


Sikap Desi yang kekanak-kanakan membuat Gery sering merindukan sosok Donna yang dewasa dan mandiri.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan mereka kembali ke rumah. Di dalam rumah sudah ada Delon dan Marco. tadi Leon meminta Marco untuk menjemput Delon ke sekolah karena hari ini dia akan menemani Maura ke rumah sakit.


tentu saja Marco senang diminta tolong oleh Leon karena dia memiliki alasan untuk bertemu dengan Donna.


" mommy kita jalan jalan ke taman yok"rengek Delon.


"sayang kita main di rumah aja ya" kata Donna karena takut kejadian kemarin terulang lagi karena penjahat itu belum di temukan sama sekali.


"tapi Delon bosan mommy, ayo lah kita bermain bersama paman Coco jadi ada yang akan menjaga kita" bujuk Delon.


"baiklah, kita akan pergi " Marco


Donna melotot ke arah Marco memberi isyarat tidak setuju


"jangan khawatir, aku akan menjaga kalian" Marco


"tapi" Donna berusaha menolak tapi Delon sudah menarik tangannya


Mereka bermain di taman.


Donna dan Marco duduk di bangku taman sementara Delon bermain bersama anak-anak lain yang ada di taman itu.


"mommy aku ingin ice cream"kata Delon menghampiri Donna.


" aku akan pergi membelikannya untukmu"Marco.

__ADS_1


"tidak, biar aku aja yang pergi kau tetap awasi Delon di sini" kata Donna


"baiklah" Marco.


Donna pergi ke tempat penjual es, setelah menerima pesannya Donna berniat kembali tapi ta ia sengaja ada seseorang yang menabraknya.


"kau" kata orang itu kaget melihat keberadaan Donna.


Donna juga kaget melihat Desi ada di sana


tanpa menjawab apa apa Donna langsung berbalik dan pergi dari sana namun terlambat ternyata Gery juga melihat Donna.


Gery berlari dan memeluk Donna dari belakang.


Desi murka melihat apa yang Gery lakukan


"apa yang kau lakukan mas? cepat lepaskan dia"Desi


Donna memberontak berusaha melepaskan diri dari Gery " lepaskan aku atau akau aja berteriak "Donna.


" kemana saja kau selama ini, aku sungguh merindukanmu"Gery


"jaga sikapmu mas, kau harus menjaga perasaan istrimu " kata Donna sambil melirik ke arah Desi.


"apa maksudmu, kau juga masi istriku" Gery


Setelah lama menunggu Donna belum juga kembali


"ayo kita ke sana menyusul mommy" kata Marco mengajak Delon pergi dari sana


Delon naik ke atas gendongan Marco.


Dari kejauhan Marco melihat tiga orang itu sedang berdebat.


"dasar perempuan murahan" kata Desi kepada Maura


"aku tidak ada waktu untuk berdebat dengan kalian" kata Donna


Desi emosi dan menarik tangan Donna.


"kenapa kau kembali hah? apa kau ingin merusak kebahagiaan kami? " Desi.


"aku sama sekali tidak berniat memakan kembali makanan yang sudah aku buang" Donna.


Dasar wanita murahan kata Desi sambil mengangkat tangannya hendak memukul Donna tapi dengan cepat di tahan oleh Marco.

__ADS_1


"hati hati dengan tanganmu Nona" Marco


"ayo kita pergi dari sini, " kata Marco sambil menarik tangan Donna dari sana


"berhenti" Gerry


Marco menoleh ke arah Gery


"aku harap kau sadar wanita yang kau bawa itu masi sah menjadi istriku" Gery


Marco tidak menggubris perkataan Gery dan tetap membawa Donna pergi dari sana


"aku akan menuntutmu karena telah membawa istriku" Gery


Marco berhenti dan menurunkan Delon dari gendongannya


"tunggu sebentar ya" kata Marco kepada Donna.


Marco berjalan menghampiri Gery


"pergi dan buat tuntutan atas nama aku, mari kita lihat pasal apa yang kau gunakan untuk menuntut aku" kata Marco menatap tajam kepada Gery


"jangan jangan kalian bermain gila di belakangku dan selama ini kau lah yang telah menyembunyikan Donna" tuduh Gery


"terserah, jika kau berpikir seperti itu maka berpikirlah sesuka hatimu" jawab Marco santai


"aku pasti akan menuntut mu"kata Gery penuh amarah.


" aku akan menunggunya, buat tuntutan yang berat untuk aku "Marco.


" kau tunggu saja "Gery


" aku akan menunggunya, dan aku harap kau tidak lupa aku adalah seorang pengacara


aku juga bisa membalikan semua tuntutan atas namamu "jawab Marco dengan angkuh


Marco membawa Donna dan Delon pergi dari sana, meninggalkan Gery dan Desi.


" aku kan sudah bilang, dia bukan wanita baik baik dan sekarang terbukti kan


kau melihat jelas apa yang dia lakukan "kata Desi memprovokasi Gery yang sedang terbakar api cemburu.


" diam kau"bentak Gery


Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.

__ADS_1


mohon dukungannya


Jangan lupa mampir ke cerita aku satu lagi yang berjudul TERSIKSA RASA


__ADS_2