
tiba hari dimana melsa akan pulang
Leon sangat antusias menyambut kedatangan istrinya itu.
saat bertemu dengan melsa Leon langsung memeluk melsa
"aku sangat merindukanmu sayang" Leon
mereka langsung menuju apartemen mereka
di apartemen Leon sudah menyiapkan kejutan untuk melsa.
apartemen di hias sangat bagus dan dipenuhi dengan bunga mawar.
di meja terletak foto pernikahan mereka dan ada kotak perhiasan di sana.
melsa membuka kotak itu dan dia sangat terkejut melihat satu set perhiasan yang sangat indah
"apakah istriku menyukai hadiah ini? " Leon
"aku sangat menyukainya mas"
mereka berciuman dan melakukan ritual suami istri.
mereka menghabiskan waktu bersama
namun di hati Leon seperti terasa hampa.
bayang bayang Maura selalu melintas dalam ingatannya meskipun dia sedang bersama melsa.
melsa merasakan ada yang aneh dengan suaminya itu.
"mas aku untuk sementara waktu ini akan tinggal di sini dan tidak kembali ke negara x" melsa
"itu ide yang bagus sayang" Leon
begitulah hari hari mereka
setelah kepulangan melsa ke tanah air,
Leon hanya mengunjungi Maura sesekali dan lebih sering mengutus Sekretaris jo untuk memeriksa keadaan Maura.
__ADS_1
Maura sesungguhnya merasa sakit tapi dia tidak bisa melakukan apa pun
setiap saat dia selalu merindukan saat saat bersama Leon .
Leon bahkan melarang Maura menghubunginya karena tidak ingin melsa mengetahui hubungan mereka.
akhir akhir ini Leon bahkan tidak pernah mengunjungi Maura lagi.
Maura berniat menghubunginya namun dia takut Leon akan marah padanya.
dia hanya bisa bertanya kabar Leon melalui Sekretaris jo.
di kediaman Leon dan melsa
"uuuu weee ekkk kk uweeek"
"kamu kenapa sayang?" leon
"tidak tau mas perutku rasanya tidak nyaman dari kemarin" melsa
"kita akan ke rumah sakit hari ini" Leon
mereka pergi ke rumah sakit
"keadaan nona melsa baik baik saja,
mual mual memang sering di alamai seorang ibu di awal kehamilannya" dokter
"apa? istri saya hamil? " Leon
"iya tuan, istri anda sedang mengandung" dokter
"sayang aku sangat bahagia, terimakasih karena telah memberikan kebahagiaan untukku sayang" Leon
melsa hanya tersenyum melihat Leon
"ya memang aku hamil, rencanaku berjalan dengan lancar, setelah anak ini lahir dia akan menjadi pewaris dari kekayaan keluarga megajaya dan setelah itu aku akan meninggalkanmu.
aku akan membuat kau dan keluargamu kehilangan semua yang kalian miliki sehingga kalian bisa merasakan apa yang aku rasakan dulu saat kalian memecat ayahku dengan tidak hormat" gumam melsa dalam hati
Leon langsung meberikan kabar bahagia itu kepada orang tuanya.
__ADS_1
setelah mengetahuj kehamilan melsa, Leon melimpahkan semua perhatiannya untuk melsa.
dia melarang melsa melakukan apa pun karena dia tidak mau terjadi apa apa dengan melsa.
sementara di apartemen Maura
Maura merasa perutnya keram dan tidak nyaman.
dia menghubungi Donna untuk menemaninya di apartemenya,
"Ra,besok kita harus ke rumah sakit
sudah seminggu kamu belum sembuh juga
tidak ada bantahan, besok pagi kita akan ke rumah sakit oke" Donna
pagi hari gery datang ke apartemen Maura,
Donna menyuruh gerry datang untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit.
di rumah sakit Maura di periksa oleh dokter.
"tidak ada masalah dengan kesehatan ibu" dokter
"jika tidak ada masalah kenapa perut saya sering keram dan saya sering merasa kelelahan dok" Maura
"kapan terahir ibu datang bulan? "dokter
mendengar perkataan dokter itu Maura terdiam dan bergumam dalam hati
" aku sudah dua bulan ini tidak datang bulan"
kenapa kau diam ra, kapan kau terahir datang bulan? Donna
"terahir datang bulan sekitar dua bulan yang lalu dok" Maura
"sepertinya anda sedang mengandung tapi untuk lebih jelasnya lagi sebaiknya kalian ke dokter kandunga " dokter
mereka langsung menemui dokter kandungan
"selamat ya Ra, sebentar lagi kau akan menjadi mama muda" Donna.
__ADS_1
"aku harus memberitau mas Leon kabar bahagia ini, aku akan ke kantornya untuk memberikan kejutan untuknya" maura