
Singapura adalah negara yang menjadi tujuan Donna.
Donna memulai hidup baru di negara itu.
Saat pertama kali tiba di sana tanpa sengaja Donna bertemu dengan seorang nenek yang sedang memerlukan bantuan.
Nenek itu sedang membawa kantong belanja yang berat, karena kasihan melihat nenek itu Donna pun menawarkan bantuan.
Donna mengantarkan nenek itu ke alamatnya.
Setelah berkenalan ternyata nenek itu berasal dari negara yang sama dengan Donna
Nenek itu udah lama tinggal di negara itu.
"terimakasih yaa nak sudah mau membantu nenek" nek Mina
"iya nek, aku pergi dulu ya nek nanti kapan kapan aku akan berkunjung ke sini " Donna
"kamu baru sampai di sini, apakah sudah memiliki tempat tinggal?" nek Mina
"mmh, saya baru mau mencari tempat tinggal nek, apakah di sekitar sini ada tempat yang di sewakan? " Donna
"tinggal saja dengan nenek di sini, lagi pula nenek cuma tinggal seorang diri" nek Mina
"ah, keluarga nenek ke mana? " Donna
"ayo kita masuk ke dalam dulu, nanti nenek ceritakan" nek Mina
Mereka masuk ke dalam tempat tinggal nek Mina
setelah meletakkan barang bawaannya tadi nek Mina menceritakan kisah hidupnya kepada Donna
"nenek tinggal sediri di sini, suami nenek sudah lama meninggal dan selama menikah kami tidak memiliki keturunan" tutur nenek itu menceritakan kisah hidupnya kepada Donna
Donna mendengarkan cerita nenek itu.
"andaikan saja nenek punya anak maka nenek tidak akan kesepian seperti ini" kata nenek itu sambil menunjukkan wajah sedih.
__ADS_1
"jangan sedih nek, aku juga hidup sebatang kara di dunia ini
aku tumbuh besar di panti asuhan, aku bahkan tidak mengenal orang tuaku" kata Donna
"maukah kau tinggal di sini bersama dengan ku? " nek Mina
"apakah nenek tidak keberatan jika aku tinggal di sini?" Donna
"aku tidak keberatan justru aku merasa senang karena aku tidak akan kesepian lagi di sini sendiri" nek Mina
"kita adalah keluarga sekarang jadi jangan sungkan" kata nek Mina sambil memeluk Donna
"iya nek" Donna.
"mari aku antar ke kamarmu" Nek Mina
Donna mengikuti langkah nek Mina
Nek Mina menunjukkan kamar yang akan ditempati Donna
"tak usah repot nek, begini saja sudah lebih dari cukup untuk aku" Donna
"besok aku akan pergi mencari kerja nek" Donna
"tak usah cari kerja, kau bantu aku aja menjaga Toko" Nek Mina
"nenek punya toko? " Donna
"iya, toko kue tapi udah dua hari ini tutup karena karyawan yang biasa membantu aku mengundurkan diri " Nek Mina
"baiklah nek besok kita akan ke toko nenek" Donna
"pergilah bersihkan dirimu, setelah itu kita makan" Nek Mina
Donna membersihkan dirinya
dibawah guyuran shower Donna menangis
__ADS_1
Donna sudah berusaha melupakan kesedihan yang dia alami namun dia hanya manusia biasa,
dia tidak bisa secepat itu bisa melupakan semua kesedihan itu.
"kau harus kuat Donna, kau harus membuktikan kepada semua orang bahwa kau wanita yang tangguh" kata Donna pada dirinya sendiri.
Sementara di sisi lain Gery masi mencari Donna.
Gery seperti orang gila karena kepergian Donna.
Dia bahkan belum makan satu harian
Ditambah lagi Maura yang marah kepada Gery
"ini semua karena mu, kau yang membuat Donna pergi, tidakkah kau tau betapa terlukanya Donna atas apa yang kau lakukan?
Donna sekarang pergi, dia bahkan tidak berpamitan kepadaku " tangis Maura.
Pagi tadi Maura datang ke apartemen yang di tempati Donna membawa makanan..
Maura sangat terkejut ketika Gery memberitahu tentang kepergian Donna.
Hari terus berganti tidak terasa sudah dua bulan Donna pergi, selama itu juga Gery terus mencari Donna..
Gery menyadari kebodohannya karena telah menyakiti Donna.
setiap hari Gery mengutuk dirinya sendiri karena perbuatannya.
Sementara sekarang Donna sudah mulai menata hidup baru, perlahan dia sudah mulai melupakan kesedihannya.
terimakasih sudah membaca karya aku kakak.
mohon dukungannya
Jika berkenan baca juga karya aku yang berjudul
TERSIKSA RASA
__ADS_1