Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 102


__ADS_3

Hari persidangan


Marco dan Gery berangkat bersama menuju ke gedung pengadilan.


Saat memasuki pengadilan mereka berpapasan dengan Desi, Desi datang membawa Yolanda bersamanya.


Yolanda yang sedang berada di gendong baby sister nya melambai lambaikan tangan ke arah Gery, Yolanda sudah terbiasa bermain bersama Gery selama Gery berada di rumah bersamanya.


Gery membalas lambaian Yolanda dan tersenyum kepada Yolanda


"apa kau menyayangi nya? " tanya Marco yang melihat apa yang di lakukan Gery


"ya, aku menyayanginya.


tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyayangi anak selucu itu.


dia bahkan tidak mengerti apa yang sedang terjadi antara orang tuanya" kata Gery


"aku tidak bisa menghukum anak itu karena kesalahan yang di buat orang lain" Gery


"ayo cepat nanti kita terlambat


kita selesaikan urusan ini dan kau cepatlah menikah


cari wanita baik baik dan segeralah beri aku keponakan yang banyak" kata Marco sambil menepuk bahu Gery


Gery berhasil memenangkan kasus


"bagaiman nasib anak ini?


sebagai ayah kau harus tetap membiayai dia


dan aku menuntut nafkah untuk anakku setiap bulannya" Desi


"aku pasti akan bertanggung jawab atas anakku, tidak mungkin bagi seorang ayah menelantarkan anaknya " Gery


"aku menuntut biaya yang harus kau tanggung setiap bukannya sebesar 100 juta" Desi


"kau sangat lucu, kau menuntut aku atas dasar apa? anak? hahahahaha" kata Gery tertawa


"anak yang mana yang sedang kau maksud?

__ADS_1


Yolanda bahkan bukan anak kandungku.


kau tuntut saja laki laki yang telah menghamili mu.


kenapa kau malah menuntut aku atas anak orang lain. Atau jangan jangan kau juga tidak tau siapa ayah kandung Yolanda? " cibir Gery


Pengadilan akhirnya berakhir dengan kemenangan yang di peroleh Gery


"kau laki laki bebas sekarang.


kau sudah mendapatkan semua yang seharusnya menjadi milikmu.


aku harap ini menjadi pelajaran buatmu dan jangan pernah melakukan kesalahan yang sama" Marco


"terimakasih, kau selalu menolongku padahal aku pernah melakukan kesalahan terhadapmu." Gery


"jangan senang dulu, aku juga terpaksa melakukan ini.


Donna terus mendesak ku untuk menolong dan membantumu.


aku heran kenapa wanita itu masi memperdulikan mu setelah apa yang kau lakukan terhadap dia" Marco


"itulah Donna, dia wanita baik dan tangguh.


jaga dan sayangi dia


jangan pernah melepaskan wanita sebaik itu" Gery


"aku tidak sebodoh dirimu kawan" kata Marco mengejek Gery


Dua minggu setelah itu Gery menghubungi Marco


"aku di kantor, datang lah" Marco


Gery mendatangi Marco ke kantornya


"ada apa? " Marco


"tidak ada, aku hanya ingin berpamitan kepadamu" Gery


"pamit? memangnya kau mau pergi ke mana? " Marco

__ADS_1


"aku ingin pergi ke luar negri dan memulai hidup baru di sana" Gery


"kenapa harus pergi sejauh itu? " Marco


"hanya ingin, mungkin salah satu wanita di sana nanti bisa menerima laki laki seperti aku ini" kata Gery bercanda


"Datang lah ke rumah nanti, kita akan makan malam bersama sebelum kau pergi" Marco


"maaf kan aku tapi aku tidak bisa, aku kan berangkat sore ini" Gery


"apa kau tidak ingin berpamitan pada Donna? " Marco


"kau sampaikan saja salamku padanya," Gery


"baiklah, hidup barulah di tempat yang baru.


jangan lupa memberi kami kabar dan berkunjung ke sini saat kau ada waktu" Marco


"tentu, aku akan datang untuk menjemput putrimu setelah dia besar nanti.


tunggu saja saat itu dan belajarlah dari sekarang memanggilku menantu" kata Gery sambil tertawa


Setelah itu Gery pergi dari sana


Marco menatap kepergian Gery dengan perasaan sedih


"semoga kau bisa mendapatkan kebahagiaan di manapun kau berada" kata Marco berbicara pelan


Dari jauh Gery berbalik dan melambaikan tangan kepada Marco, Marco membalas lambaian Gery


Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.


Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.


Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul


TERSIKSA RASA


RINDU TERLARANG


Mohon dukungannya ya kakak semua.

__ADS_1


Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.


TERIMAKASIH


__ADS_2