Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
album biru lll


__ADS_3

Semua tamu undangan bertepuk tangan dan memuji penampilan Gracia. Tidak ada yang menyadari kesedihan di mata Gracia memandang setiap sudut rumah dimana dia menghabiskan masa kecilnya.


Gracia dan Bella berbaur dengan tamu lain untuk menikmati hidangan yang ada.


Banyak yang menyapa Gracia dan bahkan ada beberapa yang ingin mengenal Gracia lebih dekat lagi tapi semua dia tolak secara halus.


"ini bukan tujuanku" batinnya.


Kenzo menatap tajam ke arah Gracia yang sedari tadi di kerumuni banyak tamu laki laki yang berusaha mendekatinya.


Darmawan sesekali melirik ke arah Gracia, mencuri pandang, ada rasa yang tak bisa dia ungkapkan saat melihat Gracia tertawa dan tersenyum seakan dia melihat sosok lain dalam diri Gracia.


"Gracia" kau kah itu nak? " gumamnya tanpa sadar.


Darmawan mendekati Gracia dan Bella


"Dia ke sini" kata Bella memberitahu kedatangan Darmawan kepada Gracia


"terimakasih sudah datang ke pesta ulang tahun putriku dan terimakasih sudah menyumbangkan lagu untuk memeriahkan acara ini " Darmawan


"sama sama tuan, mendapat undangan dari keluarga ini adalah satu kehormatan untuk saya" Gracia


"Gracia, namamu Gracia? " tanya Darmawan


Gracia tertegun


"benar tuan nama saya Gracia" jawabnya setenang mungkin.


"kau adalah teman putriku jadi jangan panggil tuan, panggil om saja. " Darmawan


"baik om" Gracia

__ADS_1


Darmawan sesaat terdiam dan terus memandangi wajah Gracia


"kau mengingatkanku kepada seseorang " gumam Darmawan pelan


"mm,


om berkata apa tadi? maaf saya tidak begitu mendengar apa yang om katakan karena suara musiknya cukup keras barusan" Gracia pura pura tidak mendengar apa yang di katakan Darmawan


"tidak ada, lupakan saja" ucap Darmawan.


"nikmati acaranya, saya mau menyapa tamu lain" ucap Darmawan


Gracia menundukkan kepalanya memberi hormat


Darmawan secara spotan tiba tiba memegang kepala Gracia dan mengelus nya lembut


"semoga kau selalu bahagia" ucap Darmawan


sentuhan Darmawan tadi menyentuh hatinya.


betapa sesungguhnya dia Merindukan sentuhan itu.


Dulu tangan itu selalu menggenggam tangannya.


banyak memori indah yang dia lewati bersama Sang ayah namun semua masa indah itu juga di hancurkan ayahnya hanya karena seorang wanita.


Dia tega menghancurkan perasaan anak dan istrinya.


"grec, are you oke? "


"tentu saja aku baik baik saja" jawab Gracia

__ADS_1


Di mobil Gracia hanya terdiam dan memandang kosong keluar jendela mobil.


Di kediaman Darmawan


Bella dan ibunya heboh membuka hadiah yang di bawa tamu undangan.


Asisten rumah tangga terlihat sibuk membersihkan sisa sisa pesta tadi.


Sementara Darmawan duduk termenung sendiri di ruang kerjanya.


"Gracia, ayah merindukanmu nak?


kau pasti sangat membenci ayah.


maafkan ayah karena telah menyakiti perasaanmu dan bundamu.


tapi semua sudah berlalu, apa yang terjadi di luar kehendak ayah nak, perasaan itu tumbuh begitu saja.


ayah tidak menyangka kalian memilih pergi dari sisi ayah. sungguh bukan itu yang ayah inginkan.


ayah masi sangat mencintai ibumu tapi ayah juga sangat mencintai wanita yang sekarang menjadi istri ayah.


ayah sudah berusaha menahan dan membunuh perasaan ini tapi cinta ayah tumbuh tanpa di duga dan bahkan semakin besar.


ayah tidak bisa memilih antara bundamu dan dia dan tanpa sengaja aku sudah melukai perasaan bundamu begitu dalam sehingga dia memilih pergi dari sisi ku.


usahaku mencari kalian tidak pernah berhasil seakan bundamu menutup semua akses untukku menemukan kalian,


ayah berharap suatu saat nanti kita akan bertemu lagi nak.


ayah sungguh sangat merindukanmu" gumam Darmawan dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2