Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
Episode 16


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu namun belum ada perkembanga hubungan Maura dan Leon.


Leon hanya sesekali berkunjung ke apartemen Maura.


"satu minggu ini aku tidak akan berkunjung ke sini karena aku akan ke luar negri untuk urusan kantor sekalian mengunjungi istriku. Kamu kalau butuh apa apa hubungi aja Jo"Leon


"iya tuan"Maura


Selama berada di apartemen itu kegiatan Maura hanya bermain musik.


Dia menciptakan beberapa lagu dan menjual karyanya tersebut ke orang lain.


banyak orang yang ingin membeli lagu yang di buat maura


Donna juga membantu Maura menawarkan karyanya ke produser musik dan penyanyi penyanyi yang sedang mencari lagu untuk di bawakan.


hasil dari penjualannya di tabung maura untuk masa depannya ketika dia sudah tidak lagi berhubungan dengan Leon.


Maura dan Donna pergi berjalan jalan ke Mall


tanpa sengaja dia bertemu dengan Vivi dan Dito.


Donna langsung mengenggam tangan Maura


"kamu baik baik aja kan Ra?"


maura hanya menjawab dengan senyuman


"hei kau, apa yang kau lakukan di sini? apa kau mengikuti kami?"Vivi


"cihhh, emang tempat ini milikmu? semua orang bisa berkunjung ke sini."Donna


"orang rendah seperti kalian tak akan sanggup membeli apa oun di tempat ini"Vivi


Donna mau membalas perkataan vivi


"maaf nona kami tidak ada urusan dengan anda dan sanggup atau tidak kami berbelanja di sini itu urusan kami bukan urusan anda"Maura


"kalian hanya mengotori tempat ini, keluarlah dan cari temapat yang pantas untuk kalian"vivi


"sepengelihatan mata saya anda juga belom berbelanja apa apa di sini, tidak ada barang belanjaan di tangan anda.


apakah anda juga tidak sanggup membeli barang yang ada di sini"Maura


"diam kau dasar wanita murahan"vivi


"terimaksih atas pujiannya"Maura


"ayo Don kita pulang, tidak aa gunanya berdebat sama manusia licik ini"Maura


Donna sangat bangga melihat perubahan sahabatnya itu,


selama ini Maura terlalu banyak mengalah dan hari ini dia bisa melawan cacian yang di lontarkan padanya


"kamu hebat Ra, aku tidak menyangka kamu bisa melawan mereka"Donna


"aku sudah cukup diam selama ini dan sekarang tidak akan lagi"Maura

__ADS_1


"oh ia bagaimana lirik lagu nya apa sudah siap kamu kerjakan?"Donna


"sudah, aku sudah menyiapkan semuanya"Maura


"wawwww kamu hebat, kamu bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu sesingkat ini"Donna


"jelas bisa lah karena aku tidak memiliki kerjaan lain selain bermain musik di apartemen"Maura


"bagaimana hubunganmu denga tuan Leon"Donna


"biasa aja tidak ada yang sepesial"Maura


setelah menghabiskan waktu berjalan jalan seharian dengan Donna,


kini Maura kembali ke apartemen


saat masuk ke apartemen dia terkejut melihat Vanno dan Leon ada di sana


"Leon sedang sakit jadi aku membawanya ke sini karena jika aku membawanya ke apartemenya disana tidak akan ada yang merawatnya"Vanno


"bukankah dia akan pergi keluar negri?"Maura


"iya tapi tidak jadi karena tiba tiba dia demam"Vanno


"kenapa tidak di bawa kerumah sakit ? dia sangat pucat aku takut terjadi apa apa dengannya?Maura


"dia akan marah jika kita membawanya ke rumah sakit


dia tidak suka berada di rumah sakit"


"jadi apa yang harus aku lakukan?"Maura


aku sudah menyediakan obat untuknya"kata Vanno sambil menyodorkan obat ke maura


"baiklah tuan, terimakasih"Maura


setelah Vanno pergi dari sana


Maura sibuk mengurus Leon,


dia menyiapkan bubur untuk Leon


"mmmmhhhh"kata leon sambil membuka matanya


"kau sudah bangun? mari aku bantu untuk duduk."Maura


"Dimana Vanno?"Leon


"dia sudah pergi, katanya dia ada pasien yang menunggu di rumah sakit dan terpaksa kembali kerumah sakit"Maura


"oh, terimakasih sudah merawatku"Leon


Maura pergi ke dapur untuk mengambil bubur yang sudah ia siapkan tadi


"ini aku sudah menyiapkan bubur untukmu."Maura


"letakkan aja dia meja itu aku akan memakannya,

__ADS_1


bisakah kau membawakan laptopku? aku ungin memeriksan laporan ke emailku"Leon


"tidak, makan lah dulu. kau bisa memeriksanya setelah kau pulih"Maura


"itu sangat penting , jika ada kesalahan maka aku akan mengalamu kerugian"Leon


"kesehatanmu jauh lebih penting tuan, jika kau ingin bekerja maka cepat lah sembuh"Maura


"dasar wanita ini"batin leon


tanpa menjawab perkataan Maura , Leon berusaha mengapai bubur yang di letakkan di atas meja tadi tapi karena kondisinya yang masi lemah dia kesulitan untuk bergerak,


Maura yang melihat itu segera menghampiri dan mengambil bubur itu


"aku bisa melakukanya sendiri"Leon


"diam lah dan makan sja, janga bertingkah sok kuat


untuk mengangkat tanganmu saja kau kesulitan"Maura


tanpa bicara Leon langsung memakan bubur yang di berikan Maura


"sudah cukup"Leon


"tidak ini harus habis"Maura


"kenapa kau sangat pemaksa hah"kesal Leon


"karena aku tidak ingin melihat kau sakit"Maura


selama Leon sakit dia tinggal di apartemen Maura dan Maura merawatnya dengan telaten.


Dia menyiapkan segala kebutuhan Leon


"Aku sudah sembuh , besok aku akan kembali bekerja"Leon


"iya tapi ingat menjaga kesehatan kau belum sembuh total tolong perhatikan makanmu"Maura


"terimakasih sudah merawatku"


"tidak perlu berterimakasih , itu adalah kewajibanku sebagai istri tuan"Maura


"kau menyebut dirimu istriku tapi kau selalu memanggilku tuan"Leon


"maaf"Maura


"kau tidak melakukan kesalahan, untuk apa kau meminta maaf?"Leon


maura terdiam karena tidak tau harus berkata apa apa lagi


"kenapa kau diam? dari kemarin kau sibuk menceramahiku dan mengaturku."Leon


"aku melakukanya demi kebaikan  anda tuan"Maura


"berhenti memanggilku tuan, panggil saja namaku"Leon


"baiklah"Maura

__ADS_1


terimaksih sudah membaca karyaku kak


mohon beri masukanya jika ada yang salah


__ADS_2