
Nathan menghubungi Maura
mereka membuat janji untuk ketemu nanti malam di restoran X.
"don nanti aku mau keluar sebentar,
aku titip Delon ya" Maura
"iya ra tapi jangan lupa bawakan martabak manis untuk aku" canda Donna
hari ini Nia harus kembali ke kota B karena mereka tidak bisa membiarkan kafe lama lama tanpa pengawasan jadi mereka memutuskan Nia kembali lebih awal.
"Ra" Donna
"mm ada apa don? " Maura
"aku rasa tuan Leon memang memiliki perasaan terhadapmu"Donna
"itu hanya perasaanmu saja don, dan walaupun dia memiliki perasaan terhadapku tetap saja dia adalah suami orang dan dia jauh lebih mencintai istrinya daripada aku" Maura
"iya juga sih,
tapi aku bahkan tidak pernah melihat dia membawa istrinya.
dia sering makan siang ke restoran kami namun aku tidak pernah melihat dia datang bersama istrinya" Donna
"biar lah itu bukan urusanku lagi" Maura
"apa kau sudah benar benar melupakannya?"Donna
" mmmm kepooo "Maura
" dasar kau ini cepat lah bercerita denganku"kata Donna sambil memukul Maura dengan bantal
"entah lah,aku juga tidak tau tapi selama aku mengenal Nathan aku perlahan bisa melupakannya " Maura
"cie cieee yang sedang kasmaran" Donna
"kau ini membuat aku seperti anak ABG saja" Maura
hahahahaha mereka tertawa bersama
malam telah tiba
Maura sedang bersiap siap untuk pergi ke restoran menemui Nathan.
Maura pergi ke restoran itu mengunakan taksi
malam ini dia terlihat sangat cantik.
saat tiba Nathan menyambutnya dan menarik kursi untuk tempat duduk Maura.
"kau terlihat cantik hari ini" Natha
__ADS_1
"apa aku hanya terlihat cantik hari ini saja" Maura
"setiap hari kau selalu nampak cantik di mataku hanya saja hari ini lebih cantik lagi " kata Nathan sambil memegang tangan Maura.
setelah seharian menjaga dan menemani sangat ibu di rumah sakit Leon pamit.
"pa, aku mau pulang sebentar" Leon
"apa kau masi kembali ke sini? " papa Jaya
"iya aku hanya kembali untuk mandi dan berganti pakaian dan aku akan kembali ke sini " Leon
"baiklah" papa Jaya
Leon kembali ke apartemen nya
setelah mandi dan berganti pakaian dia kembali ke rumah sakit.
"Jo nanti mampir ke restoran dekat rumah sakit ya" Leon
"baik bos" jo
Jo melajukan mobilnya ke restoran.
setelah memarkirkan mobil mereka turun dan masuk ke restoran itu.
"kita makan di sini atau bagaimana bos? " jo
"aku sudah sangat lapar jo,
saat menunggu pesanan Jo tanpa sengaja melihat Maura.
ya mereka sedang makan di restoran yang sama dengan restoran tempat Maura dan Nathan bertemu.
"sebaiknya aku tidak memberitahukan tentang keberadaan nona Maura pada bos" batin Jo
setelah Maura dan Natha selesai makan,
Natha mengeluarkan kotak cincin dari saku jas yang dia kenakan.
perlahan Natha memegang tangan Maura
"Ra, kita memang belum terlalu lama saling kenal tapi aku sudah yakin terhadap hubungan kita dan aku mau menikahi mu" Natha
"tapi" Maura
belum selesai Maura berbicara Nathan sudah memotong
"aku berjanji akan membahagiakan mu dan Delon" Nathan
Maura terharu dan bahagia.
dia meneteskan air mata .
__ADS_1
"kau menangis? apa kau tidak suka dengan ini? " Natha
"aku menangis karena aku bahagia" Maura
Natha hendak memakaikan cincin ke tangan Maura
namun tiba tiba seorang wanita datang dan mengebrak meja mereka.
"o jadi ini yang kau lakukan di belakangku selama ini mas? " Nadia
Nathan terkejut dengan kedatangan Nadia
"kau wanita murahan,
bagaiman bisa kau berkencan dengan laki laki yang sudah memiliki istri" Nadia
Maura bingung dengan situasi saat ini
karena selama ini yang dia tau Nathan adalah laki laki singel
"tapi tapi " Maura.
"ah sudah lah, wanita ****** sepertimu selalu saja mengincar laki laki kaya" Nadia
Nadia merampas cincin yang di tangan Nathan
Nathan masi terdiam karena dia tidak menyangka kehadiran sang istri di sana.
Nadira yang emosi dan terbakar api cemburu menyerang Maura.
keributan itu membuat semua pengunjung berkumpul dan melihat mereka.
Leon yang sedang makan merasa terganggu dengan keributan yang terjadi
"keributan apa itu Jo" Leon.
"tuan tuan" Jo bingung bagaiman cara menyampaikan kepada bosnya karena dia tau keributan itu berasal dari meja tempat Maura dan seorang laki laki.
"kenapa dengan lidahmu? " Leon merasa kesal
"sudah lah ayo kita pergi selera makanku jadi hilang " Leon berdiri dan hendak beranjak dari sana
"tapi bos" Jo
Leon tidak mendengarkan jo dan terus berjalan meninggalkan tempat itu.
Jo mengejar Leon dan berkata dengan cepat
"nona Maura tuan" Jo.
Leon yang mendengar nama Maura berhenti dan menoleh ke arah Jo.
dia menatap bingung ke arah Jo
__ADS_1
"nona Maura ada di sana, tadi saya melihatnya sedang makan di sana bersama seseorang dan aku rasa keributan itu berasal dari meja nona Maura dan orang itu" Jo
Leon yang mendengar perkataan dari jo langsung berbalik dan berjalan ke arah keributan.