
maaf untuk saat ini aku upload selingan alika dan alex dulu ya teman teman.
Aku sedang kurang enak badan dan belum bisa fokus meneruskan cerita Gracia dan Delon
Alex memanggil pak Joko
"pak Katakan pada orang orang itu untuk pulang, dan berikan ini sebagai sebagai bayaran untuk mereka" kata Alex sambil memberikan amplop berisi uang kepada pak Joko.
Pak Joko tanpa bertanya langsung menerima uang itu dan pergi menuju ruang rias dimana orang orang itu sedang menunggu
"kalian bisa pulang dan ini bayaran untuk kalian" kata pak Joko kepada mereka menyampaikan pesan Alex.
Orang orang itu pulang dengan rasa kesal karena tidak bisa bertemu dengan Alex.
Alex menghampiri Alika
"bagaiman keadaanmu? " Alex
Alika tidak menjawab pertanyaan Alex
"jika kau masi merasa sakit ayo kita pergi ke rumah sakit, Kau tidak bisa menahannya seperti ini.
kau terlihat pucat sekali" kata Alex
"nanti juga akan hilang" Alika
"apakah kau sudah makan? " Alex
Alika menggelengkan kepalanya
Alex langsung menghubungi pak Joko dan menyuruh pak Joko membawa makanan untuk Alika.
Tidak menunggu lama pak Joko sudah datang membawa makanan untuk Alika.
Alika ingin duduk tapi terasa sakit di perutnya saat dia bergerak.
"biar aku menyuapi mu aja" Alex
Alex menyuapi Alika perlahan.
setelah memakan beberapa suap Alika berkata sudah kenyang.
"apa kau membutuhkan hal lain? " Alex.
"bisakah kau membantuku? tolong isi air panas di dalam botol dan bawakan kesini" kata Alika
Alex pergi ke dapur dan mengisi air panas si dalam botol seperti yang di minta Alika, setelah selesai Alex membawa botol itu ke kamar dan memberikannya kepada Alika
Alika menerima botol itu dan meletakkannya di atas perutnya
"apakah dengan begitu sakitnya akan hilang? " Alex
"iya, aku biasa melakukan ini setiap aku merasa sakit" jawab Alika
"sendiri? " tanya Alex
"iya" Alika
"apa ibumu tidak pernah merawat mu saat kau sakit seperti ini setiap bulan ? " Alex
Alika menggelengkan kepalanya
"ibu sibuk dengan pekerjaannya, lagian sakit seperti ini biasa jadi tidak perlu di khawatiran" jawab Alika
Alex memandang Alika dengan rasa iba
"tidurlah, aku akan ke ruang kerja ku" Alex
"kau belum menjelaskan siapa anak yang datang bersamamu semalam? " tanya Alika
"kita akan membicarakan ya ketika kau sudah sembuh"Alex
" aku sudah sembuh, bicaralah sekarang"Alika
"aku bertemu dengannya di jalan, dia tidak memiliki keluarga. jadi aku membawanya pulang ke sini.
sekarang dia alasan adikku dan dia akan tinggal di rumah ini.
perlakukan dia dengan baik" Alex
Alika memandang Alex dengan heran,
"ternyata ada sisi baik di dalam dirinya" batin Alika
"ternyata manusia sepertimu masi memiliki sisi kemanusiaan" kata Alika
"aku sudah memperlakukan mu dengan baik tapi kau malah mengejekku" Alex berjalan pergi dan membanting pintu ketika keluar dari kamar itu.
Dua hati kemudian, Alex menyuruh Reyhan mecari guru privat untuk Edward dan guru yang bisa mengajari Edward seni bela diri.
"carikan guru untuk mengajari Edward seni bela diri, dia harus tumbuh menjadi laki laki yang kuat dan hebat" kata Alex
Reyhan mencari guru untuk Edward
Edward sudah di daftarkan masuk sekolah terbaik di kota itu.
Alex menyediakan supir pribadi untuk mengantar dan menjemput Edward.
Hari ini Alika sudah tidak merasa sakit lagi, dia turun untuk sarapan.
di meja makan sudah ada Alex dan Edward sedang menikmati sarapan
Alika menatap Edward
Edward berdiri dan membungkukkan badan saat melihat Alika
"jadi kau yang bernama Edward? aku Alika kau bisa memanggilku kakak" sapa Alika
"baik kak" Edward
"lanjutkan sarapan mu" kata Alika
"apakah mau sudah baikan? " alex
"sudah" jawab Alika sambil mengisi piringnya dengan makanan.
Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.
Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.
bab 16
Tomi adalah guru untuk mengajar Edward seni bela diri. mulai hari ini Tomi akan tinggal di paviliun belakang rumah dan melatih Edward setiap pagi dan sore. Alex sengaja menanam ilmu bela diri untuk Edward sejak dini agar bisa melindungi dirinya di masa depan dan dia akan diperkenalkan ke publik sebagai adik alex jadi pasti banyak yang akan mengincar dia. maka dari itu Alex ingin Edward tumbuh menjadi anak yang tangguh.
Sejak saat itu Alika tinggal dengan Edward dan beberapa pembantu rumah tangga untuk membantu mengurus segala keperluan mereka.
Sedangkan Alex sibuk dengan kegiatannya dan hanya sesekali berkunjung ke sana .
Tanpa terasa Alika sudah menjadi istri Alex selama satu tahun tapi hingga saat ini hubungan mereka belum ada perubahan.
Mereka masi seperti orang asing.
Hari ini Alex kemabli ke rumah mereka.
Alex menghampiri Alika ke dalam kamar
"kenapa kau melamun? " Alex
Alika menoleh dan kembali membuang mukanya.
dia engan menjawab pertanyaan Alex
"aku bertanya padamu, apa kau tuli sekarang ini? " Alex
"aku tidak tuli, aku mendengar yg kau tanyakan hanya saja aku memang engan menjawab pertanyaan mu" Alika
"maksudmu? " Alex.
"aku malas berbicara denganmu, rasanya percuma dan hanya akan membuang energiku saja" Alika
"terserah padamu" jawab Alex sambil membuka jas yang dia pakai dan menggulung lengan kemeja yang dia pakai.
Alex bergabung dengan Alika, duduk di balkon kamar mereka.
sudah tiga puluh menit mereka di sana berdua namun tidak ada yang membuka percakapan
"lihatlah burung itu" tunjuk Alika pada burung yang terbang di udara
"apa yang salah dengan mereka? " tanya Alex
"alangkah bahagia nya mereka, mereka bisa menikmati udara di luar sana, mereka bisa terbang kemanapun mereka mau dan hinggap di tempat yang mereka rasa nyaman" kata Alika yang masi terus memandang burung yang terbang
Alex paham apa yang ingin di utarakan Alika.
Alika pasti ingin bebas seperti burung burung itu
sudah sering Alika memohon pada Alex agar memberinya kebebasan dan mengijinkannya melakukan aktivitas seperti manusia normal pada umumnya.
Namun Alex selalu menolak keinginan Alika.
"apa kau sedang menyindir aku? "Alex
" tidak, aku hanya sedang berkhayal dan memikirkan berapa beruntungnya mereka.
andai saja aku bisa memilih aku akan memilih terlahir seperti burung itu"kata Alika
mata Alika berkaca kaca saat mengatakan itu
"bersiap lah, aku akan membawa kau berjalan jalan" kata Alex sambil berdiri.
"jalan ke mana? " tanya Alika antusias
Alex tidak menjawab, dia pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Alex menganti pakaiannya dengan pakaian biasa
baju kaos dan celana jeans
walaupun memakai pakaian yang biasa tapi Alex tetap terlihat menawan.
"cepat, sebelum aku berubah pikiran" Alex.
Alika lari ke kamar mandi dan segera bersiap
dia sangat bersemangat karena ini adalah pertama kali dia akan berjalan jalan keluar rumah setelah menjadi istri Alex
Selama ini dia hanya bisa melakukan aktivitas di rumah itu saja.
__ADS_1
Alika menghampiri Alex setelah dia selesai mandi dan menganti pakaian.
Alika memoles wajahnya dengan sedikit bedak dan lipstik tipis di bibirnya namun dia terlihat sangat cantik.
"sudah, ayo pergi" Alika
Alex memandang Alika dengan tatapan takjub karena selama di rumah Alika tidak pernah berdandan sedikitpun.
"ayo,kau mau ke mana? sebutkan saja tempat yang ingin mau datangi.
khusu hari ini aku akan mengabulkan semua keinginan mu" Alex
bab 17
ayo, kau mau ke mana? khusus hari ini aku akan membawa kemanapun kau mau pergi" Alex
Alika melengos mendengar perkataan Alex, yang benar aja laki laki ini mau menurutinya gumam alika dalam hati.
Alex membukakan pintu mobil untuk Alika. Alika memandang lekat Alex
"kau salah makan apa pagi ini? " tanya Alika yang masi heran karena sikap Alex
"khusu hari ini kau ratunya, jadi aku akan memperlakukanmu dengan baik" Alex
"apakah kau sungguh sungguh? Alika
" iya, katakan kau mau kemana sebelum aku berubah pikiran "Alex
setelah Alika masuk ke dalam mobil, ex juga masuk ke dalam mobil dan menyetir mobil.
Alika masi tampak berpikir kemana dia ingin pergi
" jika aku ingin kita pergi ke pantai yang indah dan sepi apakah kau akan mengabulkan nya? "tanya Alika dengan ragu ragu
" baiklah kita akan pergi ke pantai, tapi kenapa kau ingin ke pantai yang sepi? tadinya aku berpikir kau akan meminta ke mall dan berbelanja di sana"Alex
"aku suka melihat pantai.
aku tidak suka pergi ke mall dan berbelanja.
aku memilih tempat yang sepi karena aku lebih suka suasana tenang dan nyaman serta kau mungkin malu jika ada orang lain yang melihat kita bersama dan mereka mengetahui aku adalah istrimu" kata Alika menjawab pertanyaan Alex
"malu? " Alex.
"kenapa aku harus malu? " Alex
"entah lah, mungkin karena aku tidak sepadan denganmu, aku hanya gadis biasa" Alika
"aku tidak pernah merasa malu" Alex
Alex mengerti kenapa Alika berbicara seperti itu.
Alika pasti menganggap Alex malu makanya selama ini Alex tidak pernah membiarkan Alika keluar rumah.
Setelah menempuh dua jam perjalanan mereka tiba di pinggir pantai yang sangat indah.
penginapan dan restoran di sana.
"tempatnya sangat indah dan kebetulan sepi jadi aku bisa menikmati hari ini dengan bebas" kata Alika
"kenapa bisa tempat seindah ini tidak ada pengunjung ya? apa karena jauh dari kota? " tanya Alika bingung
Alex sengaja menyewa tempat itu dan menutup untuk umum tanpa sepengetahuan Alika. saat di perjalan tadi Alex menghubungi Reyhan untuk mengurusnya.
"apa kau suka? " Alex
"mmmmh" kata Alika menganggukkan kepalanya
"sangat suka" kata Alika dan berlari menuju pantai dan bermain air.
Alex memandang Alika dari kejauhan, bahkan hal sederhana seperti ini bisa membuat dia sangat bahagia pikir Alex.
Alex mengingat adiknya, mungkin putri juga akan senang jika aku ajak liburan
akhir akhir ini kami sangat jarang menghabiskan waktu bersama "gumam Alex
Setelah puas bermain Alika menghampiri Alex
" aku lapar, ayo kita makan"Alika
"duduklah, sebentar lagi makanan akan datang
tadi aku sudah memesan kan ya untukmu" Alex
"andaikan saja aku punya ponsel, aku pasti akan mengambil banyak foto dan vidio di sini" gumam Alika
"apa kau tidak pernah berpergian sebelumnya dengan teman dan keluargamu? "tanya alex
" tidak, ayah dan ibu tidak pernah mengijinkannya.
dulu setiap ada perjalanan wisata di sekolah aku selalu menangis meminta ijin pada ayah dan ibu tapi mereka tidak pernah memberi ijin.
Teman temanku dulu menunjukkan foto foto mereka saat melakukan perjalanan wisata di pantai, pantai itu terlihat sangat indah
aku merasa iri dengan mereka. setelah saat itu aku sangat ingin bisa bertamasya ke pantai.
dan akhirnya hari ini aku sampai di sini.
terimakasih "kata Alika mengenang masa lalu dan tanpa sengaja menggenggam tangan Alex
Alex menatap lekat wajah gadis itu, ada rasa iba ia rasakan melihat gadis itu.
Alika menikmati makanan yang ada di sana, setelah selesai menyantap makanan Alika kembali berlari dan bermain di pantai.
Entah kapan lagi dia bisa menikmati semua ini pikirnya
Alex menghampiri Alika
"kau ingin berfoto? " Alex
Alika menganggukkan kepalanya
"ini pakai ponselku" kata Alex menyodorkan ponsel mahal miliknya.
"apakah aku bisa mengunakannya? "Alika
Alika menerima ponsel itu dan segera mengambil banyak gambar dan vidio yang bagus.
Setelah puas mengambil gambar Alika mengembalikan ponsel milik Alex..
Hari sudah sore dan sudah saatnya mereka pulang.
Alika berjalan lunglai meninggal kan pantai itu, saat berjalan berkali kali Alika menoleh ke belakang.
" entah kapan lagi aku bisa berkunjung ke sini"gumam Alika
Mereka sedang di dalam mobil menuju perjalanan pulang
"bagaimana hubungan mu dengan Arjun? " tanya Alex
"aku dan Arjun adalah teman kuliah,
Arjun beberapa kali menyatakan perasaanya terhadapku namun aku hanya menganggapnya sebagai teman saja dan aku tidak bisa membalas perasaanya.
saat itu aku hanya ingin fokus untuk menyelesaikan pendidikan ku karena aku adalah mahasiswa beasiswa jadi aku harus berusaha sebaik mungkin. namun ayah tiba tiba memaksa aku menerima lamaran Arjun. aku tidak bisa menolak keinginan ayah dan ibu jadi dengan terpaksa aku menerima lamaran itu tapi pada akhirnya aku harus menikah denganmu"Alika
" aku tidak bisa menolak dan berbuat apa apa,
aku tidak memiliki hak berkata tidak untuk setiap keinginan ayah dan ibu. dari awal aku merasa hidupku bukan milikku, aku tidak bisa melakukan hal yang aku suka"Alika
"aku hanya memiliki ayah dan ibu tapi sekarang mereka pergi entah ke mana, mereka bahkan tidak pernah mengunjungi aku stelah aku menikah denganmu,
aku merasa seperti di buang" kata Alika dan sesekali menghapus air mata yang mengalir di pipinya
Alika tertidur di dalam perjalanan, saat tiba di toko ponsel yang besar Alex membangunkan Alika.
"kita di mana? " tanya Alika heran karena ini bukan di halaman rumah mereka
"ayo turun, aku akan membelikan mu ponsel" Alex
"sungguh? " Alika.
"tunjukkan pada kami ponsel kekuatan terbaru yang bagus" kata Alex kepada salah satu penjaga toko itu.
Karyawan di toko itu mengeluarkan koleksi terbaik di tokonya dan menjelaskan keunggulan masing masing ponsel itu.
"itu terlalu mewah dan mahal, aku butuh yang biasa aja" bisik Alika di telinga Alex saat melihat harga ponsel yang mereka tunjukkan
"tidak masalah, pilih lah yang kau mau" Alex
Alika menunjuk salah satu ponsel yang di keluarkan karyawan itu tadi
"ini saja" kata Alika tapi mata Alika terus memandang satu ponsel yang sangat cantik di matanya namun dia tidak berani meminta itu kepada n Alex.
"aku mau ini dan ini" kata Alex menunjuk ponsel yang di pilih Alika dan ponsel yang terus di pandang Alika.
Alika berpikir jika Alex membeli satu lagi untuk Alex tapi saat di mobil Alex menyerahkan ponsel yang di pandang Alika tadi.
"ini terlalu mahal untukku, aku tadi memilih yang ini " kata Alika
"terimalah" Alex.
Alika menerimanya dengan senang, selama ini dia hanya bisa mengunakan ponsel biasa karena dia tidak memiliki uang untuk membeli yang mahal.
Sampai di rumah Alex mencari Edward dan menyerahkan ponsel satu lagi untuk Edward
"ini hadiah untukmu, kau sudah belajar dengan baik selama ini" kata Alex sambil menepuk pundak Edward
"terimakasih kak" kata Edward dengan mata berbinar karena telah menerima hadiah dari Alex
bab 19
Pagi hari terlihat Alex sedang mengawasi Edward latihan bela diri. Alika datang menghampiri nya ke sana
"bisakah kita berbicara sebentar? " tanya Alika
"tentu" Alex
Alex dan Alika berpindah tempat untuk berbicara
"aku ingin meminta ijinmu untuk bekerja, aku suntuk seharian di rumah saja dan tidak melakukan apa apa" Alika
"apakah kau bisa berjanji akan menjaga diri dan menjaga sikap saat sedang di luar tanpa pengawasan ku? " Alex.
"aku berjanji , aku mohon ijinkan aku beraktivitas seperti orang normal" Alika
"baiklah, aku akan mengijinkannya
__ADS_1
tapi kau tidak bisa bekerja dengan orang lain
aku akan membuka usaha untuk mu dan kau bisa memiliki kesibukan mengurus usaha itu.
kau pikirkan lah usaha apa yang kau inginkan" Alex
"benarkah?" Alika
"ya" Alex
"beri aku waktu untuk berpikir, nanti sore aku akan memberi tahu usaha apa yang aku inginkan" alika
Mereka selesai berdiskusi, Alika sangat senang karena dia telah diberi kebebasan oleh Alex.
Alex kembali ke ruang kerjanya dan menghubungi Reyhan untuk mencari ruko tempat Alika akan memulai usaha baru nya.
Sore hari Alika datang menemui Alex
"aku sudah memutuskan usaha yang aku inginkan" Alika
"mm katakan " kata Alex tetap fokus ke layar laptopnya
"toko kue" Alika
"saat kuliah kau mengambil jurusan apa? " Alex
"akuntansi, tapi kau tidak mengijinkan aku bekerja dengan orang lain dan menyarankan membuka usaha jadi menurut aku membuka toko kue yang paling cocok denganku" Alika
"aku rasa toko kue kurang cocok denganmu, jika kau ingin membuat kue cukup di rumah saja dan hanya aku yang bisa memakan masakanmu
aku rasa kau lebih cocok membuka butik jadi kau tidak perlu repot
kau hanya perlu mempelajari cara pemasaran yang baik agar butik mu bisa di kenal orang." Alex.
"butik? kedengarannya bagus juga
kenapa tadi aku tidak berpikir seperti itu ya" gumam Alika
Akhirnya mereka sama sama sepakat kalau Alika akan membuka Butik.
Alex memerintahkan Reyhan mecari penyuplai baju baju untuk mengisi butik Alika.
Alex juga mencari beberapa penjahit profesional untuk di pekerjaan di butik supaya Alika bisa mengeluarkan karya dari butik nya sendiri dan brand miliknya.
Satu minggu kemudian Alex membawa Alika ke butik nya.
butik nya tidak terlalu jauh dari kawasan rumah mereka.
Alika masuk ke dalam dan takjub melihat isi butik itu, ruko yang awalnya kosong kini sudah berubah menjadi ruangan yang sangat cantik dan di penuhi baju baju yang indah.
Mereka di sambut berapa orang di sana
"mereka akan menjadi karyawan mu di sini dan akan membantumu" Alex
"mereka adalah penjahit profesional yang akan menjahit baju baju di sini dan kau bisa memiliki brand sendiri" tunjuk Alex ke beberapa karyawan
"dan ini adalah ruang untuk menjahit " kata Alex menunjukkan ruangan lain yang sudah berisi mesin jahit yang lengkap di sana.
"sekarang semua sudah rampung, kau sudah tinggal menentukan tanggal pembukaan dan nama butik ini" tutur Alex setelah menunjukan semua sisi butik itu kepada Alika
Alex berjalan dan membawa Alika ke atas ruko itu
Disana terlihat ada ruangan yang sudah di desain sangat mewah dan cantik.
"ini adalah ruang kerja dan ruang istirahat untukmu" Alex
Alika terpana melihat semua yang di tunjukkan Alex, dari tadi dia hanya mengangguk angguk kan kepalanya
"ternyata dia serius melakukan semua ini, aku pikir dia hanya akan memberiku butik yang biasa dan sederhana tapi ternyata dia menyiapkan semua dengan baik dan sempurna" gumam Alika dalam hatinya.
Alika mengamati ruangan itu
Tanpa sadar Alika memeluk Alex dan mengucapkan terimakasih
Alex yang tiba tiba di peluk merasa kaget dan canggung. Alika juga merasa malu setelah apa yang dia lakukan barusan
"maaf maaf aku tidak sengaja, aku hanya spontan
karena merasa bahagia melihat ini semua.
maafkan aku" Alika.
Alex tidak menjawab dan segera pergi dari sana
jantung Alex berdegup sangat kencang
"ada apa denganku kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh saat dia memelukku" gumam Alex dalam hati
bab 20
Butik Alika sudah rampung dan sudah mulai beroperasi. Setiap hari Alika selalu di sibukkan dengan kegiatannya di butik. Sementara Alex masi seperti biasa, terkadang pulang dan terkadang tidak pulang hingga waktu yang lama.
Tapi Alika tidak pernah memusingkan masalah Alex, toh mereka juga menikah bukan karena cinta.
Alex memang memperlakukan Alika dengan baik tapi Alika tidak pernah merasa kan cinta dari Alex.
Tiga bulan sudah berlalu,hari ini Alex pulang ke rumah mereka.
"Al, besok aku ada pertemuan dengan rekan bisnis ku. bisakah kau menemani aku ke acara itu? " tanya Alex
Alika merasa bingung karena selama ini Alex terkesan menyembunyikan Alika dan tidak pernah memperkenalkan Alika ke publik sebagai istrinya
"apa kamu serius mengajak aku ke acara itu? " tanya Alika heran
"tentu saja, kamu istriku
tidak mungkin aku mengajak orang lain ke sana" jawab Alex santai
Namun Alika yang merasa tersentuh karena ex memantik dia dengan sebutan istri
"apa dia sudah bisa menerima aku dan mengakui aku sebagai istrinya" batin Alika
"iya, besok aku akan menemanimu ke sana" Alika
"bersiap lah, kita akan berbelanja untuk persiapan besok" Alex.
"tidak perlu, aku memakai gaun yang ada di butik ku aja sekalian memperkenalkan produk butik ku ke orang lain" Alika
Setelah selesai berbicara dengan Alika , Alex pergi ke kamar Edward.
Di dalam kamar Edward terlihat sedang belajar dengan serius. Alex mengurungkan niatnya berbicara dengan Edward.
Dia tidak mau menganggu waktu belajar Edward.
Pak Joko datang menghampiri Alex
"bagaimana keadaan rumah selama saya tidak pulang pak? " Alex
"baik tuan, tuan Edward belajar dengan giat dan tidak pernah melewatkan latihan bela dirinya.
Nyonya juga selalu tepat waktu pulang ke rumah tuan" kata pak Joko memberi laporan kepada Alex
"baiklah pak, teruskan pekerjaan bapak" Alex
pak Joko membungkukkan sedikit badannya memberi hormat dan pergi dari sana.
Hari pesta
Reyhan datang menjemput Alex dan Alika.
Alika terlihat sangat cantik dengan berbalut gaun panjang berwarna merah Maron.
Dia memoles wajahnya dengan make up yang tipis dan Lipstik berwarna natural
Beberapa saat Alex terpana melihat penampilan Alika
"kenapa kau memandangku seperti itu? apa penampilanku tidak bagus? apa kau malu dengan tampilan ku? tanya Alika
" tidak, kau terlihat sempurna tidak ada yang salah dengan penampilan mu"Alex..
Di tempat pesta
Alex mengandeng Alika memasuki tempat acara, semua mata tertuju pada mereka pasalnya semalam ini Alex jarang menghadiri acara dan selalu mengurus Reyhan untuk menggantikan nya menghadiri setiap undangan.
Hari ini Alex datang ke acara itu karena dia mendapat info Jordan dan keluarganya juga akan hadir di acara malam ini.
Pemilik acara menghampiri Alex dan menyambut Alex
"selamat datang tuan Alex, ini adalah kehormatan bagi saya karena tuan menyempatkan datang ke pesta saya"
Alex hanya menjawab dengan tersenyum
Dari jauh Jordan dan keluarganya juga baru tiba di tempat acara
Saat Alika melihat Arjun dia langsung bersembunyi di belakang Alex
"kamu kenapa? " Alex
"itu Arjun aku tidak memiliki keberanian untuk bertemu dengan keluarganya" jawab Alika jujur
"aku membawamu ke sini bukan untuk aku sembunyikan, jaga sikapmu" Alex
"tapi" kata kata Alika tertentu karena mendapat tatapan tajam dari Alex
Dari kejauhan Lina melihat Alika dan langsung berjalan menghampiri Alika, Lina sangat marah terhadap Alika karena Arjun si anak kesayangan sangat terpukul karena menghilangnya Alika tepat di hari pernikahan.
"dasar wanita ******" kata Lina sambil mengangkat tangan ingin memukul Alika
namun dengan cepat Alex menahan tangan Alika
Alex menggenggam tangan Lina dan menatap tajam mata Lina
"lepaskan, aku akan memberi pelajaran kepada wanita murahan ini" Lina
"hati hati dengan ucapan mu, dia adalah istriku" Alex
sementara Alika tidak bisa berbuat apa apa dan hanya bersembunyi di balik punggung Alex
Jordan dan Arjun melihat itu langsung menghampiri mereka.. mata Alex dan Jordan beradu
"maafkan istriku" kata Jordan dan menarik istrinya dari sana
Jordan mengenal Alex hanya dari cerita orang orang saja, dia tidak tau kalau Alex adalah putra yang dulu dia buang
Arjun memandang Alika
"Al, kau ada di sini? kemana saja kau selama ini? aku sudah mencari mu tapi tidak pernah menemukanmu" Arjun
__ADS_1
Alika tidak berani mengangkat kepalanya
"perkenalkan dia adalah istriku" Alex