
Donna di bawa ke rumah sakit.
Gery terlihat panik dan khawatir
"maafkan aku Don, aku tidak bisa menjagamu dengan benar. kumohon sadarlah" kata Gery sambil berlari mengikuti Donna yang sudah di bawa perawat.
Gery menunggu di depan ruang perawatan Donna.
Terlihat jelas raut kekhawatiran di wajahnya.
Dia menyesal karena tadi tidak bisa menyelamatkan Donna tapi semua sudah terjadi
Donna kini sedang di rawat.
Desi duduk di salah satu kursi dekat ruangan Donna di rawat.
Setelah mendapat kabar tentang kecelakaan yang menimpa Donna, Maura langung bergegas ke rumah sakit.
Maura berlari mencari ruangan tempat Donna di rawat
"sayang kau harus tenang dan jalan pelan pelan nanti kau bisa terjatuh kalau seperti ini" kata Leon kepada Maura
"Bagaikan aku bisa tenang mas? aku belum tau keadaan Donna" Maura
"Dia pasti baik baik saja, tenang lah" Leon
Maura tidak mau mendengarkan Leon,
Dia terus berlari hingga tiba di ruangan tempat Donna di rawat.
Di depan ruangan itu terlihat Gery dan Desi yang sedang menunggu.
"bagaimana keadaan Donna? kenapa ini bisa terjadi? " tanya Maura kepada Gerry
Gery menceritakan kejadian yang menimpa mereka
"maafkan aku Ra, aku tidak sempat menyelamatkan Donna.
kejadiannya terjadi begitu cepat" Gery
Maura tidak menanggapi perkataan Gery
Maura berdiri di depan pintu, berjalan mondar mandir ke sana kemari.
"sayang duduklah di sana kau terlihat lelah" Leon
"Donna mas, Donna
aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya
__ADS_1
hanya dia keluarga yang aku punya dari dulu mas
aku tidak sanggup jika sesuatu hal yang buruk menimpa dia" Maura
"tenang lah, aku akan meminta dokter di sini untuk melakukan yang terbaik untuk Donna,.
kau duduklah dulu di sini ya, aku akan menemui kepada rumah sakit ini" leon
Leon menemui kepala rumah sakit itu
"pak tolong lakukan yang terbaik untuk pasien atas nama Donna, kerahkan semua dokter ahli dan dokter terbaik yang ada di sini" Leon
"iya Pak leon, kami akan mengusahakan yang terbaik pasiennya" kepala rumah sakit
Setelah selesai berbicara dengan kepala rumah sakit Leon kembali menemui Maura.
"aku sudah berbicara kepada kepala rumah sakit ini, mereka pasti akan melakukan yang terbaik" Leon
Tak berselang lama beberapa orang datang ke sana
Mereka adalah dokter terbaik yang ada di ruang sakit itu.
Gery masi duduk di sana, menunggu kabar tentang keadaan Donna
Gery mengingat tentang kejadian tadi
"arghhh" kata gery sambil mengacak acak rambutnya
"ini semua salahku, karena aku lalai sehingga kau terluka seperi ini" sesal Gery dalam hati
"Mas ayo kita pulang" bisik Desi kepada Gery
"kau pulang saja duluan, ayo aku antar sampai naik taksi" Gery
"aku mau sama mas" rengek Desi
"Desi" kata Gery sambil menatap tajam ke arah Desi
Desi yang mendapat tatapan tajam dari Gery langsung diam dan kembali duduk.
Maura jengah melihat mereka berdua.
Setelah lama menunggu,
Dokter akhirnya keluar dari ruangan Donna
"bagaimana keadaan istri saya Dok? " tanya Gery saat melihat dokter keluar dari ruang Donna
"keadaan ibu Donna sudah mulai stabil, dia sudah melewati masa kritisnya" tutur Dokter itu menjelaskan keadaan Donna
__ADS_1
Maura lega mendengar keadaan Donna
Gery menghela nafas lega karena mendengar kabar baik yang disampaikan Dokter tentang keadaan Donna
"tapi kami minta maaf, kami tidak bisa menyelamatkan janin yang ada di dalam kandungan ibu Donna,
kandungannya masi sangat muda dan lemah" kata Dokter itu dengan suara lemah
Bagai disambar petir
Gery terkejut mendengar kata kata Dokter itu
"jadi Donna sedang mengandung anakku dan sekarang kami kehilangannya karena aku tidak becus menjaga Donna" gumam Gery dalam hati sambil menangis
Gery kehabisan kata kata
Dia hanya bisa menangis dan menyesali kebodohan yang telah dia lakukan.
"kami permisi dulu" kata Dokter dan pergi dari sana
Maura terpukul mendengar apa yang di alami Donna
"ini semua karena kalian, kalian lah yang telah membuat Donna menjadi seperti ini.
puas kau Gery hah? puas. ? kata Maura sambil menangis menumpahkan segala kekesalannya kepada pasangan itu.
" bagaimana bisa ini menjadi salah kami? ini takdir dari Allah"Desi
"diam kau" teriak Maura kepada Desi
"sayang sudah, kita sedang di rumah sakit,
tenangkan dirimu oke" kata Leon menenangkan Maura.
"Donna mas, dia pasti sangat terluka mengetahui ini mas, dia sudah lama mengharapkan kehadiran seorang anak " kata Maura kepada Leon
"iya aku tau sayang tapi untuk sekarang kita fokus kepada kesehatan Donna dulu" Leon
Malam hari mereka semua masi berada di sana.
Menunggu Donna yang belum sadar.
Leon menghubungi Jo dan meminta Jo untuk membawakan makanan kepada mereka.
Leon juga menghubungi orang tuanya.
"MA, Leon dan Maura masi di rumah sakit menunggu Donna siuman, kami titip Delon ya MA" Leon
"iya, aku harap Donna akan baik baik saja" Mama Mega
__ADS_1
"Amin, kalau gitu aku tutup dulu ya MA" kata Leon mengakhiri panggilan mereka.