
Hari pernikahan Vanno telah tiba.
Leon dan Maura bersiap untuk menghadiri acara pernikahan.
Dikamar Delon juga sedang bersiap siap bersama Donna, setelah Maura kembali ke rumah dia tidak mengijinkan Donna tinggal di hotel.
Donna tinggal di rumah Maura dan selama di sana dia berbagi kamar dengan Delon.
Maura menghampiri kamar Delon
"apakah kalian sudah selesai bersiap? " Maura
"sudah" Donna
"ayo kita berangkat kalau begitu" kata Maura sambil menonton Delon berjalan
"anak mama terlihat tampan hari ini" Maura
"aku tampan setiap hari mama, bukan hanya hari ini" jawab Delon
"iya iya kau memang selalu terlihat tampan dan menawan" jawab Maura sambil mencubit pipi anaknya itu
Di depan rumah Leon sudah menunggu,
Leon membukakan pintu mobil untuk Maura
Mereka berempat tiba di tempat acara,
Marco sudah sampai di sana dari tadi.
melihat kedatangan Leon, Marco langsung menghampiri mereka
"kau baru datang? Vanno dari tadi menanyakan dirimu" Marco
"Vanno menanyakan aku atau kau yang menunggu kedatangan kami? " kata Leon menggoda Marco karena dari tadi Marco terus saja menatap ke arah Donna
Mereka menghampiri Vanno dan memberi selamat pada Vanno.
"kau kapan menyusul? " tanya Vanno kepada Marco
"mentang mentang kalian sudah menikah, kalian selalu saja mengejek aku" jawab Marco kesal
"makanya cepat menyusul agar kau tak kesepian, kami sudah memiliki keluarga jadi tidak akan bisa sering sering bertemu dengan mu" Leon
Donna merasa bosan di sana, Donna pergi keluar gedung itu untuk mencari udara segar
Gery yang juga hadir di sana melihat Donna berjalan sendiri keluar gedung acara.
Gery mengikuti Donna keluar.
Donna duduk di salah satu bangku di sana.
"disini lebih baik, tenang dan sunyi" gumam Donna dalam hati
gery menghampiri Donna dan tiba tiba duduk di samping Donna
__ADS_1
"bagaimana kabarmu? " Gery
Donna kaget karena tiba tiba Gery ada di sana.
"ah, kabarku baik" Donna.
"apa kau sungguh sudah melupakan aku? " Gery
"sudah lah mas, aku sedang tidak ingin membicarakan itu" Donna
"kenapa? apa karena kau telah menemukan laki laki lain? " Gery
Donna menatap malas ke arah Gery
Donna beranjak pergi dari sana tapi Gery lebih dulu menahan dan menarik tangan Donna
"aku tidak akan pernah melepaskan mu"kata Gery berbisik di Telinga Donna.
" apa apaan kau ini"kata Donna mendorong Gery dan berusaha menjauh dari Gery
Didalam gedung Marco melihat ke segala arah, mencari Donna di antara keramaian orang orang.
Namun dari tadi dia tidak melihat Donna ada di sana. Marco akhirnya memutuskan keluar untuk mencari Donna
Gery menahan tubuh Donna, Gery dengan paksa menarik tubuh Donna ke belakang gedung itu.
"apa yang kau lakukan? lepaskan aku" teriak Donna tapi Gery seperti kesetanan dan mengabaikan tangisan Donna yang merasa ketakutan karena perlakuan Gery
"aku tidak akan melepaskan mu, kenapa kau menolak padahal aku masi suami sah mu. apa kau lebih suka jika laki laki lain yang menyentuhmu hah? " kata Gery kepada Donna.
Donna terus meronta berusaha melepaskan diri dari cengkraman Gery.
Donna akhirnya diam, merasa tidak ada lagi perlawanan dari Donna, Gery melontarkan cengkraman tangannya.
saat itu Donna langsung mengambil kesempatan melepaskan diri, Donna mendorong tubuh Gery hingga terjatuh.
Donna melarikan diri dari sana.
Tanpa sengaja Donna menabrak tubuh Marco yang sedang berjalan .
Donna ketakutan karena dia pikir itu Gery.
"Donna, kau kenapa? " Marco
Donna membuka matanya krena dia mengenal suara itu
"Marco, aku takut aku takut" kata Donna.
Marco melihat penampilan Donna yang sudah acak acakan
Marco memeluk Donna dan menenangkan Donna.
"tidak apa apa, jangan takut aku akan melindungi mu"Marco
Donna menangis di pelukan Marco, menumpahkan segala ketakutan yang ia rasakan.
__ADS_1
Gery muncul dari belakang berlari mengejar Donna
"b*j*ngan itu lagi, aku akan memberi dia pelajaran " kata Marco marah saat melihat Gery
"tidak tidak jangan lakukan apa apa, bawa aku pergi dari sini tolong bawa aku" Donna
Marco melepas jas yang ia gunakan dan memakaikannya ke tubuh Maura.
"ayo" Marco
Marco membawa Donna ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan gedung itu.
Di dalam perjalanan tidak ada yang berbicara di anatar mereka.Donna masi terlihat ketakutan.
"sudah jangan takut" Marco
"terimakasih sudah menolongku" Donna
Marco tidak menjawab perkataan Donna
"bisakah kau membantuku untuk mengurus perceraian aku dengan dia? " donna
"bisa, besok kita akan mengurus semua dan mendaftarkan gugatan cerai" Marco
Marco menghentikan mobilnya di salah satu toko pakaian.
"kenapa kita berhenti di sini? " Donna
"lihatlah penampilanmu, apa kau mau pulang seperti ini? " Marco.
Donna turun dan mengikuti langkah Marco memasuki toko itu.
Donna memilih pakaian dan menganti pakaiannya di ruang ganti
Setelah selesai Donna pergi ke kasir untuk membayar
"semuanya sudah di bayar sama tuan yang datang bersama anda tadi nona" jawab pelayan toko itu
Donna menghampiri Marco
"nanti akan aku ganti uangmu" Donna.
Marco tidak menjawab perkataan Donna
Marco dan Donna naik ke mobil.
melanjutkan perjalanan pulang ke rumah y.
Di jalan Donna tertidur, mungkin karena kelelahan.
terimakasih sudah membaca karya aku kakak
Mohon dukungannya
jangan lupa baca juga karya aku yang berjudul
__ADS_1
TERSIKSA RASA