Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 83


__ADS_3

Hari pernikahan Vanno telah tiba.


Leon dan Maura bersiap untuk menghadiri acara pernikahan.


Dikamar Delon juga sedang bersiap siap bersama Donna, setelah Maura kembali ke rumah dia tidak mengijinkan Donna tinggal di hotel.


Donna tinggal di rumah Maura dan selama di sana dia berbagi kamar dengan Delon.


Maura menghampiri kamar Delon


"apakah kalian sudah selesai bersiap? " Maura


"sudah" Donna


"ayo kita berangkat kalau begitu" kata Maura sambil menonton Delon berjalan


"anak mama terlihat tampan hari ini" Maura


"aku tampan setiap hari mama, bukan hanya hari ini" jawab Delon


"iya iya kau memang selalu terlihat tampan dan menawan" jawab Maura sambil mencubit pipi anaknya itu


Di depan rumah Leon sudah menunggu,


Leon membukakan pintu mobil untuk Maura


Mereka berempat tiba di tempat acara,


Marco sudah sampai di sana dari tadi.


melihat kedatangan Leon, Marco langsung menghampiri mereka


"kau baru datang? Vanno dari tadi menanyakan dirimu" Marco


"Vanno menanyakan aku atau kau yang menunggu kedatangan kami? " kata Leon menggoda Marco karena dari tadi Marco terus saja menatap ke arah Donna


Mereka menghampiri Vanno dan memberi selamat pada Vanno.


"kau kapan menyusul? " tanya Vanno kepada Marco


"mentang mentang kalian sudah menikah, kalian selalu saja mengejek aku" jawab Marco kesal


"makanya cepat menyusul agar kau tak kesepian, kami sudah memiliki keluarga jadi tidak akan bisa sering sering bertemu dengan mu" Leon


Donna merasa bosan di sana, Donna pergi keluar gedung itu untuk mencari udara segar


Gery yang juga hadir di sana melihat Donna berjalan sendiri keluar gedung acara.


Gery mengikuti Donna keluar.


Donna duduk di salah satu bangku di sana.


"disini lebih baik, tenang dan sunyi" gumam Donna dalam hati


gery menghampiri Donna dan tiba tiba duduk di samping Donna

__ADS_1


"bagaimana kabarmu? " Gery


Donna kaget karena tiba tiba Gery ada di sana.


"ah, kabarku baik" Donna.


"apa kau sungguh sudah melupakan aku? " Gery


"sudah lah mas, aku sedang tidak ingin membicarakan itu" Donna


"kenapa? apa karena kau telah menemukan laki laki lain? " Gery


Donna menatap malas ke arah Gery


Donna beranjak pergi dari sana tapi Gery lebih dulu menahan dan menarik tangan Donna


"aku tidak akan pernah melepaskan mu"kata Gery berbisik di Telinga Donna.


" apa apaan kau ini"kata Donna mendorong Gery dan berusaha menjauh dari Gery


Didalam gedung Marco melihat ke segala arah, mencari Donna di antara keramaian orang orang.


Namun dari tadi dia tidak melihat Donna ada di sana. Marco akhirnya memutuskan keluar untuk mencari Donna


Gery menahan tubuh Donna, Gery dengan paksa menarik tubuh Donna ke belakang gedung itu.


"apa yang kau lakukan? lepaskan aku" teriak Donna tapi Gery seperti kesetanan dan mengabaikan tangisan Donna yang merasa ketakutan karena perlakuan Gery


"aku tidak akan melepaskan mu, kenapa kau menolak padahal aku masi suami sah mu. apa kau lebih suka jika laki laki lain yang menyentuhmu hah? " kata Gery kepada Donna.


Donna terus meronta berusaha melepaskan diri dari cengkraman Gery.


Donna akhirnya diam, merasa tidak ada lagi perlawanan dari Donna, Gery melontarkan cengkraman tangannya.


saat itu Donna langsung mengambil kesempatan melepaskan diri, Donna mendorong tubuh Gery hingga terjatuh.


Donna melarikan diri dari sana.


Tanpa sengaja Donna menabrak tubuh Marco yang sedang berjalan .


Donna ketakutan karena dia pikir itu Gery.


"Donna, kau kenapa? " Marco


Donna membuka matanya krena dia mengenal suara itu


"Marco, aku takut aku takut" kata Donna.


Marco melihat penampilan Donna yang sudah acak acakan


Marco memeluk Donna dan menenangkan Donna.


"tidak apa apa, jangan takut aku akan melindungi mu"Marco


Donna menangis di pelukan Marco, menumpahkan segala ketakutan yang ia rasakan.

__ADS_1


Gery muncul dari belakang berlari mengejar Donna


"b*j*ngan itu lagi, aku akan memberi dia pelajaran " kata Marco marah saat melihat Gery


"tidak tidak jangan lakukan apa apa, bawa aku pergi dari sini tolong bawa aku" Donna


Marco melepas jas yang ia gunakan dan memakaikannya ke tubuh Maura.


"ayo" Marco


Marco membawa Donna ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan gedung itu.


Di dalam perjalanan tidak ada yang berbicara di anatar mereka.Donna masi terlihat ketakutan.


"sudah jangan takut" Marco


"terimakasih sudah menolongku" Donna


Marco tidak menjawab perkataan Donna


"bisakah kau membantuku untuk mengurus perceraian aku dengan dia? " donna


"bisa, besok kita akan mengurus semua dan mendaftarkan gugatan cerai" Marco


Marco menghentikan mobilnya di salah satu toko pakaian.


"kenapa kita berhenti di sini? " Donna


"lihatlah penampilanmu, apa kau mau pulang seperti ini? " Marco.


Donna turun dan mengikuti langkah Marco memasuki toko itu.


Donna memilih pakaian dan menganti pakaiannya di ruang ganti


Setelah selesai Donna pergi ke kasir untuk membayar


"semuanya sudah di bayar sama tuan yang datang bersama anda tadi nona" jawab pelayan toko itu


Donna menghampiri Marco


"nanti akan aku ganti uangmu" Donna.


Marco tidak menjawab perkataan Donna


Marco dan Donna naik ke mobil.


melanjutkan perjalanan pulang ke rumah y.


Di jalan Donna tertidur, mungkin karena kelelahan.


terimakasih sudah membaca karya aku kakak


Mohon dukungannya


jangan lupa baca juga karya aku yang berjudul

__ADS_1


TERSIKSA RASA


__ADS_2