
Leon dan Vanno sudah berada di kediaman lama milik Leon di kota J.
Leon membawa Vanno masuk ke ruang kerja nya untuk membicarakan masalah Marco lebih jauh lagi. Di ruang kerja itu ada foto Leon, Marco dan Vanno semasa kuliah, di foto itu terlihat mereka bertiga saling merangkul dan tertawa.
"aku sangat merindukan dia" Vanno
"aku juga, bagaimana pun keadaanya aku harap dia tetap ada di dunia ini.
aku rindu tingkah konyol dia" Leon
"jika benar benar si Jack yang melakukan ini semua aku tidak akan mengampuni dia.
akan aku suntik mati dia" kata Vanno
Leon dan Vanno mulai menyusun rencana untuk mengetahui apakah benar kode itu dari Marco.
Leon menyiapkan sebuah berkas untuk serahkan ke Jack dan di berkas itu dia bubuhi sebuah kode
V3L yang berarti sinyal balasan.
Jack yang mendapat panggilan dari Leon segera menemui Leon.
"mumpung Leon lagi ada di sini aku akan mencoba membicarakan masalah Siska dan Delon" Gumam Jack dan dengan semangat segera menuju rumah Leon.
Di Bali, sore ini perlombaan akan di mulai.
semua peserta sudah bersiap di sana termasuk Sasa
"aku sangat gugup" batin Sasa
Sore hari acara perlombaan di mulai, semua peserta tengah sibuk mempersiapkan masakan yang akan di masak
untuk menu pertama mereka di minta memasak nasi goreng karena menu itu adalah kesukaan si pemilik hotel
Setelah selesai memasak semua masakan di serahkan ke meja juri untuk di Cicipi.
Dari 20 peserta hanya 10 yang lolos ke babak selanjutnya dan itu termasuk Sasa.
"ayahhhhh, Sasa lolos ke babak selanjutnya" kata Sasa saat melakukan vidio call dengan Gery
"selamat ya, ingat" kata Gery terpotong karena Sasa langung menyambung ucapan Gery
"iya ayah, Sasa ingat semua pesan ayah" kata Sasa
"cepat pulang ayah sepi di sini sendiri" Gery
"siap bos" Sasa
Sandi dan Delon sedang berjalan jalan di sekitar hotel, tiba tiba langkah Delon terhenti saat melihat sosok wanita yang tak asing baginya.
Delon berjalan mendekati wanita itu
__ADS_1
"Hai" kata Delon menyapa
"o, Hai" kata Sasa membalas dan melihat Delon
"apa kau mengingat aku" Sasa
"oh, tuan yang ada di Singapura kemarin kan?
tuan ada di sini juga? " Sasa
Sandi tertawa karena ternyata masi ada gadis yang tidak mengenal Delon
"iya aku ada di sini juga.
kau sedang apa di sini? " tanya Delon
"aku sedang mengikuti lomba" Sasa
"o, kau salah satu peserta lomba itu ternyata" Delon
"iya" Sasa
"oia kenalkan ini teman aku Sandi" kata Delon memperkenalkan Sandi
Sandi dan Sasa saling bersalaman
"ehemmm" kata Delon karena sandi tidak melepaskan tangan Sasa
"saya masuk dulu ya, nanti teman temanku mencari aku" kata Sasa pamit dari sana
"dasar mata keranjang, " Delon
Ditempat lain Leon dan Jack sedang membicarakan masalah yang di hadapi perusahaan Leon dan menyerahkan berkas kepada Jack.
"Le, bagaimana tentang perjodohan putriku dan putramu? " Jack
"apakah putrimu bersedia menikah dengan putraku? karena aku tidak mau dia menikah dengan putraku karena terpaksa.
kalau aku dan Maura pasti akan sangat senang bisa menjadikan Siska sebagai menantu kami" kata Leon berbasa basi
"ah masalah putriku dia sudah setuju dari dulu, aku tinggal menunggu keputusan dari pihak kalian" Jack
"Delon sedang ada di bali mengurus hotel di sana, makanya aku akan mengantikan Delon untuk sementara di sini.
setelah urusannya di bali selesai kita akan membahas tentang pertunangan mereka.
bagaimana apa kau setuju? " Leon
"ya aku setuju, aku akan mengatakan pada Siska, dia pasti akan sangat senang menerima kabar baik ini" Jack
"kita akan menjadi keluarga dan itu adalah berkah buat aku.
__ADS_1
aku dan Maura sudah lama menginginkan pernikahan Delon .
jika memungkinkan kita akan menikahkan mereka dalam waktu dekat ini" kata Leon
Jack sangat bersemangat mendengar itu, dia segera pulang ke rumahnya dan menyampaikan kabar itu pada Siska.
Siska yang sangat mencintai Delon tentu sangat bahagia dengan kabar itu.
"aku sangat bahagia ayah" Siska
"aku juga bahagia, sebentar lagi kau akan menjadi menantu di keluarga megajaya,
kau akan menjadi Ratu di Kerajaan bisnis mereka nak" ucap Jack bersemangat.
"ayah aku akan ke salon untuk merawat kecantikanku agar saat Delon datang nanti dia akan makin terpesona melihat aku" Siska
"iya, pergi lah nak.
lakukan semua yang terbaik untuk menaklukkan Delon" kata Jack memberi dukungan
Siska pergi ke salon dan Jack pergi ke ruang penyekapan Marco
"periksa berkas ini, lakukan dengan cepat" kata Jack memberi perintah
Marco menerima berkas itu dan menatap tajam ke arah Jack
Setelah menyerahkan berkas itu Jack pergi meninggalkan Marco
Marco segera memeriksa berkas itu,
"alhamdulillah" kata Marco saat melihat kode balasan dari temannya
"tidak lama lagi kita akan segera bebas sayang, bertahan lah untuk sebentar lagi" kata Marco menggenggam tangan Donna
"sungguh? " tanya Donna penuh harap
"iya sayang, Leon sudah memberi sinyal balasan. mereka sudah tahu keberadaan kita.
mereka akan mencari cara untuk membebaskan kita" kata Marco memeluk Donna
Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.
Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.
Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul
TERSIKSA RASA
RINDU TERLARANG
Mohon dukungannya ya kakak semua.
__ADS_1
Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.
TERIMAKASIH