Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 88


__ADS_3

Leon merasa puas karena telah memberi pelajaran kepada Melsa dan Raja.


kehilangan harta yang selama ini di bangkan adalah balasan yang paling menyakitkan buat Melsa.


Setelah urusan mereka selesai, Marco ikut pulang ke rumah Leon. dia ingin menemui wanita yang terus terusan ada dalam pikirannya.


Sampai di kediaman Leon, Marco menelusuri setiap sisi rumah tapi tidak menemukan Donna.


"istrimu di mana Le?" Marco


"sepertinya di taman belakang menemani Delon bermain" Leon.


Marco berjalan ke arah taman


dia melihat Maura dan Delon sedang bermain bersama di sana namun dia tidak melihat Donna


"kemana dia pergi" batin Marco


"kau mencari Donna? " tanya Leon Langsung


"Mmm ah itu" kata Marco sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"dia sudah pulang" Leon


"kapan? " Marco.


"kemarin saat kau sibuk mengurus masalah itu" Leon menjawab santai.


"aku pulang dulu ya, capek ingin istirahat" Marco.


"katanya kau mau makan di sini" Leon


"tidak, nanti akau makan di rumah aja, aku pulang dulu. sampaikan salam ku pada Maura dan Delon"jawab Marco sambil berjalan menjauh dari Leon


Marco kembali ke rumahnya, setelah membersihkan diri Marco duduk di kursi kerjanya.


Marco memeriksa beberapa berkas namun dia tidak bisa fokus. pikirannya terus kepada Donna


" apa aku sedang jatuh cinta? "kata Marco berbicara dengan dirinya sendiri


Marco mengambil ponselnya, sudah setengah jam Marco memandangi ponselnya


mengetik pesan yang ingin dia kirim pada Donna dan menghapus kembali.


Setelah lama berpikir akhirnya Marco menelpon Donna


" halo"Donna


"aku dengar kau sudah pulang ke Singapura? " Marco.


"iya, aku sudah di sini" jawab Donna


"bagaimana kabarmu"? Marco.

__ADS_1


" aku baik, kau apa kabar? "Donna.


" aku tentu saja baik"Marco.


mereka sama sama diam..


"jika tidak ada hal lain yang ingin kau bicarakan aku akan menutup panggilan nya" Donna.


"ah iya, aku tadi cuma ingin menanyakan kabarmu saja, oke selamat malam" marco


"malam" jawab Donna dan memutuskan panggilan mereka.


"telpon dari siapa ? " tanya Nek Mina memecahkan lamunan Donna


"akh telpon dari teman nek" Donna.


"laki laki? " nek Mina


Donna menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Nek Mina


"sepertinya kau menyukai dia! " kata Nek Mina menebak


Donna tersenyum dan menggelengkan kepalanya


"aku tidak berani untuk menyukai dia nek.


aku masi trauma dengan apa yang dilakukan mas gery Gery.


aku sungguh tidak pernah menyangka hubunganku dengan mas Gery akan berakhir seperti ini nek.


semua hanya indah di awal saja.


aku takut jika harus kecewa untuk kedua kalinya" Donna


"tidak semua laki laki sama nak, kau harus bersabar. mencoba membuka hati untuk orang lain.


suatu saat nanti kau akan bertemu dengan laki laki yang baik . percaya lah pada nenek,


seperti aku dengan kakek dulu


kami berdua menikah tapi kami tidak pernah diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk memiliki anak


keluarga kakekmu dulu menyuruh kakek untuk meninggalkan nenek, mereka bahkan sudah mengatur perjodohan kakekmu degan wanita lain


tapi kami memiliki cinta yang tulus,


kami memutuskan untuk pergi dari kampung halaman dan pindah ke sini.


Hingga maut memisahkan kami tetap bersama menjalani kehidupan


percayalah pada nenek suatu saat nanti kau akan menemukan laki laki yang baik dan tulus mencintaimu" Nek Mina


Donna tersenyum melihat nek Mina

__ADS_1


"nenek beruntung karena bisa merasakan cinta dan kasih sayang yang murni dan tulus" Donna


Sesuai dengan janji Leon, mereka akan berkunjung ke Singapura untuk melihat Donna.


hari ini Leon membawa keluarganya untuk terbang ke Singapura.


Di Singapura Maura dan keluarganya langsung di sambut oleh Donna.


mereka tinggal di tempat nek Mina karena nek Mina melarang mereka tinggal di hotel.


"nenek apa kue ini untuk aku? " tanya Delon saat menerima kue yang di berikan oleh nek Mina


"iya nak,ini kue coklat yang resepnya dibuat oleh kakekmu dulu saat kamu baru membuka toko kue ini. setiap melihat anak kecil, kakek pasti memberikan kue coklat" jawab nek Mina sambil mengenang suaminya


"kakak pasti orang yang sangat baik dan tampan" jawab Delon.


"iya dia sangat baik, tapi tidak terlalu tampan" jawab nek Mina bercanda


"tidak nek, semua laki laki baik pasti tampan


kayak papa aku" kata Delon


"iya kau benar, kau harus tumbuh jadi anak Bain agar terlihat tampan oke" jawab nek Mina sambil mencubit pipi Delon dengan gemas


Di tempat lain Marco sedang memikirkan Donna.


dia tidak bisa menghilangkan Donna dari pikirannya.


Marco menghubungi Vanno dan mengajak Vanno untuk keluar namun Vanno menolak ajakan Marco


"aku sedang menemani istriku" jawab Vanno melalui sambungan telepon


"kau suami takut istri" ejek Marco.


"makanya kau cepat menikah agar kau tidak kesepian lagi, udah dulu jangan ganggu aku.


aku sedang menikmati liburan dengan istriku" Ejek Vanno


"cihh kau ini seperti tidak ada hari esok aja, temani aku sebentar saja.semenjak kalian berdua menikah sepertinya kalian melupakan aku" keluh Marco.


setelah selesai berbicara dengan Vanno,


Marco berusaha memejamkan matanya namun bayangan Donna terus saja menganggunya


Marco bangkit dan menganti pakaiannya.


sambil berjalan dia menghubungi anak buahnya


"aku ingin terbang ke Singapura , siapkan pesawat pribadi untuk aku" kata Marco memerintah anak buahnya


"tidak bisa seperti ini, aku akan menyusulnya saja ke sana" kata Marco sambil berjalan.


terimakasih sudah membaca karya aku kaka.

__ADS_1


maaf jarang update karena baru isi kuota


__ADS_2