Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
SIAPA DIA?


__ADS_3

Tiba di rumah Sania langsung membawa putrinya ke dalam kamarnya dan membaringkan nya di tempat tidur.


"mimpi yang indah nak" gumam Sania


Sania kembali ke kamarnya dan segera membersihkan diri, dia memutuskan untuk menunggu suaminya dan langsung menanyakan apa yang dia lihat tadi.


Jam sepuluh malam suaminya belum juga kembali ke rumah. Walau dia sudah merasa ngantuk tapi dia tetap menunggu kepulangan suaminya.


Hampir tengah malam akhirnya Darmawan tiba di kediaman mereka


Sania menyambut suaminya itu seperti biasa dan menyiapkan pakaian tidur untuk sang suami yang telah berkhianat.


"kok belum tidur sayang, tadi kan aku sudah bilang pulang telat. kau harusnya tidur sana dan tidak usah menungguku karena seharian ini kau pasti lelah menemani gracia " Darmawan


"tidak apa apa kok mas" jawab Sania


"aku mandi dulu ya sayang " kata Darmawan dan mengecup


kepala istrinya itu.


Setelah Darmawan masuk ke kamar mandi , Sania langsung mengambil tisu basah dan mengelap bekas kecupan suami nya di kepalanya tadi.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian tidur Darmawan duduk di samping istrinya.


"kau terlihat kelelahan sayang, apa mau aku pijat? " tanya Darmawan sambil memainkan rambut istrinya


"tidak mas, Terimakasih,


kau pasti jauh lebih lelah dibandingkan aku"Sania


" Mmm, aku memang sangat lelah.


tapi setelah melihat kau dan anak kita semua lelahku hilang "Darmawan

__ADS_1


" benar kah?


apa kami begitu penting dalam hidupmu"Sania


"tentu saja penting, kalian adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan kepadaku" Darmawan


Sania diam saja tanpa ada niat merespon ucapan suaminya.


Dulu dia begitu senang mendengar ucapan manis dari suaminya tapi setelah melihat kejadian sore tadi di mall entah kenapa rasanya sangat memuakkan mendengar kata kata itu


"kalian tadi kemana saja sayang? " Darmawan


"ke Mall" jawab Sania singkat


"mall?" Tanya Darmawan kaget


"ke mall yang mana?" lanjutnya lagi


"Mall xxc" jawab Sania lagi


"jam berapa kalian ke sana dan kenapa tidak memberiku kabar? " Darmawan


"dari selesai acara sekolah aku langsung membawa Gracia ke mall untuk berbelanja dan makan ice cream karena dia mendapat nilai yang bagus" Sania


"kenapa tidak memberiku kabar, aku pasti langsung menyusul ke sana"Darmawan


" bukankah tadi pagi mas berkata sibuk karena ada pertemuan penting "Jawab Sania yang mulai lelah berasa basi


" oh maafkan aku, lain waktu kita mencari waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama "Darmawan


" siapa dia mas? "tanya Sania tiba tiba


" dia? dia siapa ?" Darmawan

__ADS_1


"wanita yang bersamamu tadi di mall? " Sania Sania bertanya basa basi padahal dia sudah tahu siapa wanita itu dan sangat mengenal wanita itu tapi dia ingin mendengar langsung dari mulut suaminya itu


deggg


"apakah tadi dia melihat kami" gumam Darmawan dalam hatinya


"wanita yang mana sayang? seharian aku di kantor bekerja.


mungkin salah lihat karena kau pasti kelelahan menemani Gracia" Jawab Darmawan beralasan


Sania turun dari tempat tidur dan mengambil ponselnya.


"ini" kata Sania menyerahkan ponselnya pada Darmawan


Darmawan melihat itu dan menelan ludahnya kasar


"kenapa diam? itu mas kan?


aku tidak mungkin salah mengenali suamiku sendiri.


dan dia?. wanita itu


kenapa kau bisa berjalan bersama dia? " tanya Sania tanpa henti


"maafkan aku" jawab Darmawan yang tidak mengelak atas apa yang di katakan istrinya itu


"mungkin ini saatnya aku mengatakan semuanya " batin Darmawan


mendengar perkataan suaminya yang hanya meminta maaf tanpa menyangkal membuat air mata yang dari tadi dia Tahan tumpah begitu saja


"kenapa kau meminta maaf dan tidak menyangkalnya?


kau harusnya menyangkalnya dan membuat penjelasan yang bisa aku Terima.

__ADS_1


kenapa? " tanya Sania dengan tangisan yang sudah tidak dapat lagi dia tahan


"aku sungguh minta maaf" Darmawan


__ADS_2