
Delon terbangun dari tidur nya ketika mendengar suara pintu apartemen yang di buka. Delon segera bergegas untuk bangun untuk mengambil sang kekasih hati namun langka Delon terhenti ketika mendengar suara laki laki yang juga ikut masuk ke apartemen itu
Delon melihat Andini dan laki laki itu sedang berciuman di sofa yang ada di ruang tamu, mereka begitu menikmati kegiatan panas mereka
"Andini" kata Delon mengepalkan tangannya
Delon ingin keluar namun langkahnya terhenti ketika mendengar percakapan kedua orang itu
"apakah kau tidak bisa meninggalkan dia dan memilih aku? aku berjanji akan membahagiakanmu" kata laki laki itu
"tidak aku tidak bisa melepaskan dia, aku sangat mencintai dia" Andini
"apakah kau lebih mencintai dia dari pada aku? apa kurangnya aku dibandingkan dia?.
aku juga memiliki uang dan aku bisa menggantikannya untuk memenuhi kebutuhanmu" kata laki laki itu sambil terus mencumbu Andini
"dia laki laki baik, aku sangat mencintai dia" jawab Andini sambil sesekali mendesah akibat ulah laki laki itu
"jadi aku ini apa? apa aku bagimu? " tanya laki laki itu
"kau hanya rekanku di atas ranjang dan aku nyaman saat bersama mu di atas ranjang.
andai saja Delon mau menyentuhku aku tidak akan melakukan ini denganmu.
tapi dia bahakan tidak pernah menyentuhku" kuh wanita itu
Delon mendengar itu hatinya makin teriris
"aku tidak pernah menyentuhmu karena aku mencintaimu, aku tidak ingin merusak dan mengambil kehormatan mu sebelum kita memiliki ikatan pernikahan.
hari ini aku berencana memberimu kejutan dan melamarmu tapi ini yang aku dapatkan. " batin Delon
__ADS_1
Delon tetap diam di sana dan memutuskan untuk pergi tanpa diketahui oleh Andini.
Dia mendengar erangan dan desahan kekasihnya yang sedang berada di pelukan laki laki lain.
Saat kegiatan panas yang Andini lakukan dengan laki laki itu selesai mereka tertidur karena kelelahan dan di saat itulah Delon mengambil kesempatan untuk keluar dari sana.
Delon pergi dari sana dengan rasa kecewa yang teramat dalam.
Dia memutuskan untuk menginap di hotel malam ini dan akan kembali esok hari ke Indonesia.
Delon memilih hotel Lexus untuk tempatnya menginap malam ini
Perut Delon terasa sangat lapar karena dia belum makan dari tadi, Delon menghubungi resepsionis untuk memesan makanan
Delon memesan nasi goreng sepesial
nasi goreng adalah makanan favorit Delon sejak kecil, tidak menunggu lama makanan yang di pesan segera tiba
Delon memakan makanan itu dengan lahap, setelah selesai menikmati makan malam ya Delon menemukan ada kertas kecil di bawah piringnya
tetaplah berpikir positif dan semangat
semoga hari anda menyenangkan"
itulah isi tulisan yang ada di kertas itu
Delon tersenyum tipis membaca note itu
Sasa adalah koko magang di hotel itu dan dia punya kebiasaan membuat note kepada pelanggan
Setelah selesai bekerja Sasa kembali ke rumahnya
__ADS_1
"ayah Sasa pulang " kata Sasa saat memasuki rumahnya
"kau pulang malam lagi hari ini" Ayah Sasa
"iya yah, karena tadi bu Tini memintaku menunggu Koki yang bekerja shift malam" Sasa
"jika mereka tahu kau adalah anakku mereka tidak akan berani memperlakukan mu seperti ini" Ayah Sasa.
"ayah, Sasa ingin jadi anak yang mandiri.
aku ingin mereka memperlakukan ku sama seperti karyawan lain
aku juga bisa mengawasi semua karyawan ayah secara diam diam
seperti waktu itu ada karyawan yang ketahuan membocorkan rahasia hotel ke hotel saingan kita itu semua berkat Sasa ayah, karena mereka tidak tahu Sasa jadi Sasa bisa memantau semua karyawan secara diam diam dan akan kita hukum mereka dengan pasal pasal yang berat"kata Sasa membanggakan dirinya
Sasa pergi ke kamarnya sementara ayahnya pergi ke kamarnya. Di dalam kamarnya ayah Sasa melihat sebuah foto yang dia simpan di laci sebelah tempat tidur nya
" lihatlah anakmu, dia sudah besar dan sangat pintar sepertimu.
dia mewarisi ketegaran dan ketulusan ibunya
dan mewarisi kepintaran ayahnya.
dia bahkan sangat pandai berbicara sama seperti mu.
Dia ingin menjadi pengacara seperti mu namun aku menolak keinginannya karena aku takut dia akan dalam bahaya dan mengalami hal yang sama seperti mu"
Air mata Gery meneteskan memandang foto dirinya dan Marco yang di ambil saat dirinya mendatangi Marco dan pamit untuk pergi ke Singapura untuk memulai hidup baru
Di foto itu terlihat Marco merangkul Gery dan tersenyum
__ADS_1
"kalian tenanglah di sana, aku akan memenuhi janjiku untuk menjaga dan merawat Putri kalian.
aku akan berusaha menyembunyikan identitasnya" Gumam Gery