
Arjun terkejut mendengar yang Alex katakan
"dia adalah istriku" kata kata itu terngiang-ngiang di kepala Arjun. jadi Alex adalah laki laki yang telah menikahi Alika.
Darimana mereka saling mengenal
setau aku Alika tidak bergaul dengan banyak orang dan aku tidak pernah tau dia memiliki teman bernama Alex dari masa kuliah dulu "batin Arjun
" apakah dia membayar lebih mahal daripada kami? "kata Lina yang masi terbakar emosi
" jaga ucapanmu "Alex.
" jika ayahmu membutuhkan uang lebih banyak seharusnya dia berbicara kepada kami, bukan malah menawarkan kau ke orang lain.
dari awal aku tidak pernah menyukaimu tapi karena anakku sangat mencintaimu aku mau menerimamu"Lina
"sudah lah MA, untuk apa berdebat di sini
banyak orang yang melihat.
kita tidak seharusnya menjatuhkan harga diri kita di depan orang lain karena orang rendahan seperti mereka.
seharusnya kita bersyukur tidak memiliki menantu seperti wanita ini. Arjun pantas mendapatkan yang lebih baik" Jordan
Alika menangis dan tidak berani berbicara sedikitpun, karena apa yang mereka bilang benar adanya.
ayahnya memang menjual dirinya.
Arjun tidak dapat berkata apa apa, hatinya sangat terluka melihat wanita yang sangat dia cintai sekarang menjadi milik orang lain.
Arjun menggenggam tangan Alika
"Al, kembalilah bersamaku. aku sungguh tidak sanggup tanpamu" kata Arjun memohon kepada Alika
Alex menepis tangan Arjun
"jaga ucapanmu, dia adalah istriku.
sekali lagi kau berani menyentuh nya akan aku patahkan tangan kotor mu itu" Alex
"aku pasti akan merebutnya kembali" Arjun berbisik di telinga Alex
"aku tidak akan membiarkan kau merebut apa apa lagi dari aku, bagaimana rasanya saat orang lain merebut sesuatu yang berharga dalam hidupmu" Alex
Jordan membawa keluarganya pergi dari sana.
sementara Alika diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri
"aku ingin pulang" Alika
Alex membawa Alika pergi dari sana, di tengah jalan Alika tiba tiba menyuruh Alex menghentikan mobilnya.
"jelaskan padaku, sebenernya apa yang terjadi dan apa tujuanmu menikahi aku? " Alika.
Alex diam dan engan untuk berbicara sedikitpun
"dari awal hidupku bukan milikku, aku selalu di tuntun melakukan hal yang menguntungkan untuk ayah dan ibu.
sekarang aku ingin mengetahui alasan kau menikahi aku. aku mohon katakan" Alika
Alex menghela nafas panjang,
Alex menceritakan semua tentang hidupnya
bagaimana Arjun merebut semua kebahagiaan nya dan bagaimana mereka di usir dari rumah mereka sendiri
"jadi kau menikahi aku hanya untuk membalas rasa sakit yang kau Terima karena Arjun?
kau menjadikan aku bahan untuk balas dendammu? " tanya Alika dengan emosi
"ya, agar dia tahu bagaimana rasanya saat kebahagiaan di ambil darinya. ini baru permulaan" Alex
"kenapa harus aku? apa salahku? " Alika.
"karena Arjun sangat mencintai mu, itulah alasan satu satunya aku menikahimu" Alex
Alika tidak berbicara apa apa lagi, Alex kembali mengemudikan mobilnya kembali ke rumah
sampai di rumah Alika turun dari mobil tanpa berbicara apa apa lagi dan langsung masuk ke kamar
Alika mengurung dirinya dalam kamar, dia tidak ingin bertemu dengan Alex.
Alex membiarkan Alika tanpa berniat membujuk Alika.
Pagi hari alika tidak turun untuk makan, saat pak Joko mengantar makanan ke kamarnya alika juga tidak membuka pintu.
Hingga malam alika tetap diam dalam kamarnya dan tidak makan sama sekali.
Alex pulang dari kantor dan bertanya pada pak Joko
"Alika di mana pak? " Alex
"masi di kamar tuan, nyonya bahkan tidak keluar untuk makan sejak semalam" kata pak Joko menjelaskan
"biarkan saja, kalau dia tidak bisa menahan perutnya yang lapar dia pasti keluar " kata Alex acuh
Alex berjalan menuju kamarnya dan membersihkan diri. selesai membersihkan diri dia langsung ke rumah kerja dan memeriksa beberapa berkas.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Alex kembali ke kamarnya, Alex menoleh ke kamar alika yang masi tertutup.
bab 22
Alex membuka kamar Alika dengan kunci serap.
Alex memerintahkan Alika turun ke bawah dan makan namun Alika mengabaikan perintah Alex.
Alika diam dan tak merespon apa pun yang Alex katakan.
Alex turun ke bawah dan memerintahkan pak Joko menyiapkan makanan untuk Alika,
Alex membawa makanan ke kamar Alika
"makan" Alex
Alika tetap saja mengabaikan Alex.
Alika menarik selimut dan menutup semua tubuhnya.
Alex mulai geram karena alika terus mengabaikannya, dia menarik selimut yang menutupi tubuh Alika.
"cepat duduk dan makan" perintah Alex
melihat Alika yang masi setia dengan posisinya, emosi Alex memuncak.
Alex menarik Alika dan mendudukkan Alika tapi Alika tetap bersikeras tidak mau makan.
"aku tidak pandai dalam hal membujuk, jangan buat aku memaksa kau makan dengan caraku sendiri" bentak Alex
melihat Alika yang masi setia dengan posisinya, Alex memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan setelah itu dia mencengkram dagu Alika dan membuka paksa mulut Alika.
Alex mendekatkan bibirnya ke mulut Alika.
melihat itu Alika segera mendorong Alex
"apa yang kau lakukan? " kata Alika berteriak
__ADS_1
"aku sudah bilang padamu kalau aku tidak pandai membujuk, yang aku bisa ya seperti ini.
jadi jika kau tidak mau aku memaksamu dengan caraku maka segera habiskan makanan itu.
atau aku akan memaksamu makan dengan caraku" Alex
Alika segera merampas piring dari tangan Alex dan mulai memakan makanan itu.
setelah selesai makan Alika berjalan dan meletakkan piring di atas nakas
"aku sudah memakannya hingga habis, sekarang apa lagi yang kau tunggu. cepat keluar dari kamarku karena aku ingin tidur" Alika
"ini rumahku, kenapa Kau malah mengusirku dari rumahku sendiri. semua isi rumah ini adalah milikku" Alex
"iya aku tahu itu, aku juga milikmu karena kau telah membeli aku dan aku tidak punya hak apa apa atas diriku sendiri. aku sadar akan hal itu.
terimakasih tuan Alex yang terhormat karena telah membeli diriku yang tidak berharga ini" Alika
"berhenti berbicara seperti itu, aku tidak suka mendengarnya" kata Alex membentak alika
"kenapa kau tidak suka? kenyataanya kau memang membeli hidupku" Alika
Alex kesal dengan apa yang alika katakan, Alex keluar dari kamar itu tanpa membalas perkataan Alika.
Alex menghubungi Reyhan
"cari tahu semua tentang keluarga Jordan, cari cara agar aku bisa memiliki saham di perusahaan milik mereka" perintah Alex..
"siap laksanakan komandan" jawab Reyhan dari sebrang sana
Alex duduk sendiri di ruang kerjanya, mengingat semua yang terjadi.
dia mengingat masa lalunya
Banyak rintangan yang dia hadapi untuk mencapai posisinya sekarang ini.
"ibu, apakah kau bisa melihat aku dari sana
tadi aku bertemu dengan mereka
aku akan membalas semuanya
aku akan mengembalikan semua rasa sakit dan penghinaan yang telah kita Terima " kata Alex sambil memandang foto ibunya yang terletak di meja kerjanya.
Alex tertidur di kursi kerjanya.
Pagi hari Alika sudah bangun dan dia membantu pekerja yang sedang memasak di dapur.
Alex turun dengan pakaian yang rapi, tampaknya dia sudah bersiap untuk pergi ke kantor.
Alika engan untuk menyapa Alex
"apa yang kau lakukan? " tanya Alex melihat Alika yang sedang mengisi makanan ke dalam kotak bekal
"aku ingin sarapan di butik " jawab singkat Alika
"temani aku sarapan" kata Alex dengan nada memerintah
"tidak" bantah Alika
"duduk, aku tidak ingin di bantah.
jika kau masi membantah aku akan melarang mau pergi ke butik lagi dan aku akan menutup butik mu untuk selamanya" bentak Alex
Tanpa menjawab Alika duduk dan mengisi piringnya dengan makanan.
Alika memakan sarapannya dengan cepat tapa bersuara sedikitpun.
Alex melirik Alika, ada rasa bersalah di hati Alex melihat keadaan Alika.
"hari ini aku akan mengantarmu ke butik , aku ingin melihat dan mengecek perkembangan butik" kata Alex
Alex memakan sarapannya dengan santai sambil memainkan ponsel.
bab23
Alika terdiam di kantornya, dia engan melakukan apapun. Rasanya hidupnya seperti mainan yang bisa di permainkan sesuka hati semua orang.
Alika menangis mengingat semua yang terjadi pada dirinya
"buk, apakah saya bisa masuk" kata Laura
Laura adalah salah satu karyawan yang bekerja di butik Alika.
"masuklah" kata Alika sambil membersihkan sisa sisa air mata yang ada di matanya
Laura masuk dan menjelaskan beberapa hal kepada Alika tentang penjualan butik.
Alika tidak fokus dan tatapan matanya seperti kosong
Laura memegang tangan Alika
"apa yang sedang ibu pikirkan? jika ibu butuh teman untuk bercerita maka saya siap menjadi teman ibu" kata Laura
Alika memandang Laura, baru kali ini ada orang yang bersikap baik dan memahami Alika
"apakah kau mau menjadi temanku? tanya Alika
" ya, kita teman. "kata Laura sambil tersenyum menatap Alika
Alika menceritakan kisah hidupnya kepada Laura namun dia tidak menceritakan kisah pernikahan nya dengan Alex.
dia hanya bercerita tentang hidupnya semasa tinggal dengan orang tua angkatnya.
" ibu dan aku tidak jauh berbeda, aku juga hidup sendiri setelah kedua orang tuaku meninggal.
dulunya aku hidup dengan paman dan bibiku tapi setelah aku selesai SMA aku meminta ijin kepada bibiku agar aku hidup sendiri. aku tidak tega terus terusan menjadi beban paman dan bibiku."kata Laura
"jangan panggil aku ibu, panggil aku Al, kita teman jadi jangan canggung" kata Alika
"tapi kau memiliki paman dan bibi yang menyayangimu berbeda dengan aku.
aku tidak pernah mendapat kasih sayang dari ayah dan ibu" Alika
"bersyukurlah, setidaknya mereka sudah membesarkan mu, sekarang jalani hidup dan nikmati hidup.
berjuang hingga orang orang tidak bisa memandang kita sebelah mata" Laura
Alika dan Laura saling berbagi cerita,
Alika sangat terhibur karena baru kali ini dia memiliki teman nuntut saling berbagi cerita.
setelah pulang dari butik Alika dan Laura mampir ke kafe sebelah butik sambil menunggu supir yang biasa menjemput Alika.
Alex memarkirkan mobilnya di depan butik Alika.
melihat butik yang sudah tutup Alex mengambil ponselnya dan menghubungi Alika
"aku sudah di depan butik, cepat keluar" kata Alex
"aku ada di kafe yang ada di dekat butik, datang lah ke sini. " alika.
Alex langsung memutuskan panggilannya dan menyusul Alika ke kafe. Alex melihat Alika sedang bercerita dan tertawa dengan Laura.
"baru kali ini aku melihat dia tertawa selepas itu" kata Alex berbicara dalam hatinya
__ADS_1
Laura yang melihat kedatangan Alex langsung berdiri dan membungkukkan sedikit badannya untuk memberi hormat.
"duduklah, lanjutkan cerita kalian" kata Alex
"tumben kau yang menjemput aku, supir yang biasa ke mana? " tanya Alika
"dia ijin pulang kampung selama seminggu, anaknya menikah" Alex
"apa kau ingin langsung pulang? " tanya Alika
"apakah kalian sudah selesai? jika sudah maka kita bisa pulang tapi jika kalian belum selesai aku akan menunggu" Alex
"tumben dia bersikap manis, apa karena ada Laura di sini" batin Alika
Karena merasa tidak enak kepada Alex, Alika langsung mengajak Alex untuk pulang ke rumah
Alex menawarkan tumpangan kepada Laura tapi Laura menolak karena dia juga sedang menunggu pacarnya untuk menjemputnya.
Di dalam mobil
"bukankah dia karyawan di butik mu? " Alex
"iya, memangnya kenapa? apa aku tidak bisa berteman dengannya karena dia hanya karyawan.. apa kau juga akan membatasi pertemanan ku? " Alika
"tidak, aku tidak bermaksud seperti itu.
aku tidak pernah memandang orang dari status sosialnya karena aku juga dulu sama seperti mereka sebelum aku berada di posisi sekarang ini." Alex
Alika memandang Alex, dia tidak menyangka ada sisi lembut di dalam diri Alex.
"jadi apakah aku bisa berteman dengan dia? " tanya Alika
"jika kau merasa cocok tidak ada salahnya,
memangnya kau tidak punya teman sama sekali dari dulu? " tanya Alex.
"tidak, aku tidak pernah di ijinkan ayah dan ibu bergaul dengan banyan orang.
dan orang orang juga tidak ada yang tertarik berteman dengan aku" jawab Alika
Setelah itu mereka berdua sama sama diam dan sibuk dengan pemikiran masing masing hingga mereka tiba di rumah.
bab 24
Hari ini Alika bangun pagi dan seperti biasa dia membuat sarapan.
Alika mengemas bekal untuk dia bawa ke butik setelah selesai menata sarapan untuk Alex di meja makan.
Setelah selesai menyiapkan sarapan Alika kembali ke kamarnya, Alika mandi dan bersiap siap untuk berangkat ke butik.
Saat turun Alika memandang Alex yang sedang menikmati sarapannya.
"apa kau sudah sarapan? " tanya Alex saat melihat Alika menuruni tangga
"belum, aku mau sarapan di butik bersama Laura" Alika
"duduklah, setelah aku selesai sarapan kita akan berangkat bersama" Alex
Alika tidak menjawab dan mengikuti perkataan Alex,. Alika duduk di depan Alex.
Alex menikmati sarapannya sambil memainkan ponsel. karena sibuk bermain ponsel Alex menjatuhkan gelas dan tanpa sengaja pecahan gelas itu melukai tangan Alex
Alika dengan sigap segera mengambil kotak P3k dan segera membersihkan luka Alex
setelah mukanya di bersihkan Alika membalut tangan Alex dengan perban.
"aku sudah melukai perasaanya tapi dia masi mau merawat lukaku" Alex berkata dalam hatinya.
"kalau lagi makan jangan sibuk bermain ponsel, lihat kan tanganmu jadi luka seperti ini. " kata Alika mengoceh
Setelah semua selesai mereka bersiap untuk berangkat, karena kondisi tangan Alex yang diperban tebal oleh Alika membuat Alex susah untuk menyetir.
Alika mengantikan Alex untuk menyetir dan mengantar Alex ke kantornya. saat sampai di kantor Alika membantu Alex membawakan tas kerja Alex ke kantornya.
Saat memasuki perusahaan semua mata memandang Alex dan Alika, pasalnya ini kali pertama Alika mengunjungi perusahaan suaminya itu.
Alex selama ini juga tidak pernah membawa perempuan ke kantornya.
Dari jauh Reyhan melihat kedatangan Alex dan Alika segera menghampiri Alex
"tanganmu kenapa? " tanya Reyhan panik
"kena pecahan kaca" jawab Alex singkat
"apakah parah sehingga kau harus di antar ke kantor oleh istrimu" Reyhan
"tidak lukanya biasa aja, tapi lihatlah ulahnya
dia membalut tanganku dengan perban setebal ini. dia mengubah tangan ku menjadi seperti mumi dan dia tidak mengijinkan aku mengemudi" kata Alex sambil menunjukan tangannya yang di perban Alika
Reyhan tertawa melihat tangan Alex
Setelah sampai di kantor Alex, Alika berniat pamit untuk pergi ke butik nya.
Alika melihat Alex kesusahan merapikan dasi nya
Tanpa berbicara Alika membantu Alex merapikan dasi nya. setelah itu Alika pamit untuk pergi ke butik.
"tunggu sebentar, biar aku suruh Reyhan yang mengantarkan mu" Alex.
"tidak usah, aku bisa naik taksi" tolak Alika dengan halus
"jangan membantah, tunggu sebentar.
kau berangkat di antar Reyhan atau kau tidak bisa pergi sama sekali" Alex
"iya, aku akan di antar Reyhan. puas" kata Alika dengan kesal
Alex memerintahkan Reyhan untuk mengantar Alika ke butik.
Di mobil
"apakah kau sudah lama mengenal Alex? " tanya Alika pada Reyhan
"ya, kami sudah mengenal sejak masi sekolah dulu" Reyhan
"apakah dia memang kasar dan bersikap dingin seperti itu dari dulu" tanya Alika
Reyhan tertawa mendengar pertanyaan Alika
"Alex sebenarnya orang baik dan penuh kasih sayang, cobalah memahami dia terlebih dahulu
setelah mau memahami dirinya kau pasti bisa merasakan kebaikannya
hanya saja dia memang selalu membentengi dirinya dengan sikap keras dan dingin agar orang lain tidak memandangnya remeh" kata Reyhan menjelaskan
Alika tidak merespon perkataan Reyhan
"dia temanya, sudah pasti dia akan membela teman sekaligus bosnya itu" gumam Alika dalam hatinya
Reyhan menghentikan mobilnya tepat di butik Alika.
"terimakasih sudah mengantar aku " kata Alika saat keluar dari mobil
"mm, aku harap kau bisa sabar menghadapi Alex" kata Reyhan saat Alika hendak berbalik.
__ADS_1
"ya, mau bagaimana lagi. aku harus bersabar dan pasrah dengan hidupku. dia sudah membeli aku jadi tidak ada alasan bagiku untuk tidak menerima dan menjalani ini sesuai yang dia inginkan" kata Alika sambil berjalan meninggalkan Reyhan yang mematung mendengar penuturan Alika.
"kau pasti merasa ini tidak adil bagimu, tapi jika kau bisa menaklukkan hati Alex kau akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini." kata Reyhan berbicara sendiri setelah kepergian Alika