
Delon sekarang sedang membersihkan luka Sasa dan mengoleskan salep.
"apakah perih? " tanya Delon
"tidak, ini hanya luka biasa.
tanganku bahan sering luka karena kena pisau saat memasak" Sasa
"berhati hatilah" Delon
"sebagai seorang chef bisa memainkan pisau dengan lihat dan cepat itu adalah sesuatu yang di anggap hebat" Sasa
"kau chef? " Delon
"ya, aku ingin jadi chef terkena.
sekarang aku masi menjadi mahasiswa
tapi suatu saat nanti aku akan jadi chef yang he atau dan terkenal" Sasa
Delon tersenyum melihat Sasa
"kau pasti akan jadi chef yang hebat" Delon
"namaku Delon" kata Delon menjulurkan tangannya
"oia kita belum berkenalan" kata Sasa
"aku Sasa" kata Sasa menerima uluran tangan Delon
"tadi itu kekasihmu? " tanya Sasa
Delon hanya mengangkat bahunya
"sekarang kau sudah selesai mengobati tanganku, aku ingin pergi dan kembali bekerja" Sasa
"kau bekerja di sini? " tanya Delon
"ya, tepatnya karyawan magang" jawab Sasa dan pergi dari sana
"tunggu" teriak Delon
"kenapa? " tanya Sasa menghentikan langkahnya
__ADS_1
"jika kau koki di sini tolong buatkan aku nasi goreng, aku lapar" kata Delon sambil memegang perutnya
"baiklah, tunggu di sini.
aku akan memasak nasi goreng spesial untukmu.
apa kau suka makanan pedas? " Sasa
"ya" Jawab Delon.
Andini segera pergi ke dapur dan membuat makanan yang di minta Delon, setelah selesai membuat nasi goreng Sasa mengantar makanan itu langsung ke kamar Delon.
"ini pesanan mu" kata Sasa saat Delon membuka pintu
Delon menikmati nasi goreng buatan Sasa
"enak" puji Delon
"tentu saja enak, aku dari dulu terbiasa membuat nasi goreng.
ayahku juga sangat suka dengan nasi goreng jadi aku sering memasak nasi goreng buat kami" Sasa
"ibumu pasti rajin mengajarimu memasak" Delon
aku dan ayahmu hanya hidup berdua selama ini" jawab Sasa tiba tiba murung
"ibumu sudah tiada? " Delon
Sasa mengangkat bahunya
"aku tidak tahu, ayahku tidak pernah menceritakan tentang ibuku dan setiap aku bertanya ayah selalu menghindar dan sedih.
aku tidak mau membuat ayahku bersedih jadi aku tidak pernah bertanya lagi" Jawab Sasa
"aku harus kembali bekerja" kata Sasa berpamitan kepada Delon
"bisakah aku meminta nomor ponselmu? " tanya Delon hati hati
"berapa nomor ponselmu, biar aku miscall"Sasa
Delon memberikan kartu namanya
Sasa mencatat nomor yang ada di kartu itu dan langung menghubungi Delon
__ADS_1
" itu nomor ponselku"kata Sasa dan segera pergi dari sana
"dia bahkan biasa saja saat melihat kartu namaku, biasanya gadis gadis lain akan langsung berubah dan menggodaku" kata Alex berbicara sambil menatap kartu namanya
Delon mendapat panggilan dari orang tuanya
"halo, ada apa ma? " Delon
"apa kau tidak merindukan kami? kau sudah lama tidak berkunjung ke sini" Maura
"maafkan aku, aku sibuk ma" Delon
"datang ke sini atau jangan pernah datang sama sekali untuk selamanya" kata Maura dan langsung mematikan ponselnya.
Delon menatap ponselnya dan tersenyum
"mamaku yang seperti anak kecil"
Delon segera mengemas pakaiannya dan memutuskan untuk mengunjungi orang tuanya
karena jika dia tidak ke sana sudah di pastikan ayahnya akan menghubungi dia karena mamanya mogok berbicara
"bagaimana? " tanya Leon melihat Ekspresi istrinya setelah menghubungi Delon
"dia pasti akan datang" kata Maura dengan senyuman yang lebar
Maura segera ke dapur dan menyiapkan makanan kesukaan Delon
Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.
Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.
Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul
TERSIKSA RASA
RINDU TERLARANG
Mohon dukungannya ya kakak semua.
Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.
TERIMAKASIH
__ADS_1