Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
bukan salahku


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah acara ulang tahun Dara. pertemuan Darmawan dan Gracia rupanya menyisakan tanda tanya dalam benak Darmawan.


Dia menyuruh anak buahnya mencari tahu siapa sebenarnya Gracia.


Betapa terkejutnya dia mengetahui siapa Gracia sebenarnya.


Darmawan segera pergi ke perusahaan Gracia untuk menemuinya.


Gracia mendapat laporan dari resepsionis jika Tuan Darmawan dari perusahaan xx datang ingin bertemu dengan Gracia.


"suruh dia menunggu jika mau,


kalau tidak mau menunggu suruh dia pergi dan datang besok karena aku sedang sibuk" jawab Gracia tegas


Darmawan memutuskan untuk menunggu karena dia memang susah tidak sabar bertemu dan berbicara dengan Gracia.


Satu jam berlalu namun Gracia tak kunjung keluar.


waktu berlaku begitu cepat hingga sore hari Gracia keluar dari ruangannya karena waktu pulang kerja sudah tiba.


Gracia berjalan santai melewati Darmawan yang sedari tadi tetap setia menunggu dia di sana.


"Gracia Carolina Darmawan" kata Darmawan memanggil Gracia yang hendak berlalu tanpa memandang ke arahnya


Gracia menghentikan langkahnya dan menoleh


"apakah anda memanggil saya? " tanya Gracia dengan santai dan tenang


"iya nak" kata Darmawan dengan tatapan teduh


"maaf tapi nama saya bukan Gracia Carolina Darmawan tapi nama saya hanya Gracia Carolina" kata Gracia yang sejak lama memang susah tidak memakai nama besar ayahnya lagi.


Darmawan tertegun mendengar apa yang di katakan Gracia. kelu lidahnya untuk berkata kata karena dia tahu kesalahannya dan dia tahu Gracia pasti sangat kecewa pada dirinya.


"ada apa tuan Darmawan datang ke tempat saya? " Gracia


"bisakah kita berbicara sebentar nak? " Darmawan


"saya rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan karena kita tidak memiliki urusan.


dan saya tidak tertarik untuk berurusan dengan anda" lanjut Gracia tegas

__ADS_1


"berhenti bersikap seperti kita ini orang asing nak, Ayah tahu kamu pasti masi marah pada ayah.


tapi beri kesempatan ayah untuk menebus semua kesalahan ayah.


ayah sungguh merindukan kamu nak" kata Darmawan


Gracia terdiam dan berjalan kembali ke ruangannya.


karena masi banyak karyawan yang berlalu lalang di sana dia tidak ingin orang lain tahu tentang masalah Keluarganya.


Darmawan mengikuti langkah kaki Gracia.


Di ruangan Gracia


Disinilah mereka berdua


Hening karena tidak ada yang membuka obrolan.


Gracia sibuk dengan ponsel nya


sementara Darmawan hanya menatap Gracia dengan tatapan penuh rindu.


ingin memeluk putri tercinta tapi dia takut dengan penolakan Gracia.


"kenapa kemarin kamu tidak mengatakan siapa dirimu nak? " Darmawan


"ha ha ha ha" tawa Gracia pecah


"bukankah lucu seorang ayah tidak mengenali putrinya sendiri, apakah aku salah jika ayahku tidak mengenali aku sebagai putrinya? " Gracia


"maaf, ayah tidak mengenalimu kau kini tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik dan mandiri.


maaf ayah tidak bisa mengenali putri ayah sendiri" kata Darmawan dengan penuh penyesalan.


"sudah lah saya kira tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi" Gracia


"bisakah ayah memelukmu? " tanya Darmawan ragu ragu.


"tidak" tolak Gracia dengan tegas.


"beri ayah kesempatan untuk menebus semua kesalahan ayah nak, ayah mau memperbaiki hubungan kita dan menjadi ayah yang baik untuk mu" Darmawan

__ADS_1


"semua sudah berlalu,


sekarang aku sudah besar dan tidak membutuhkan itu semua.


dulu aku memang sangat membutuhkan itu yakin tidak dengan sekarang.


Dulu aku selalu merasa iri dengan teman temanku yang di antar orang tuanya tapi ayahku tidak pernah memiliki waktu untukku bahkan di hari kelulusan ku saja dia tidak bisa menyempatkan diri untuk datang karena dia sibuk Tapi dia bisa pergi dengan wanita lain dan anaknya.


untukku tidak pernah ada waktu tapi bisa mengantar anak lain pergi ke sekolah. "kata Gracia


" Maaf "cuma itu saya yang terucap dari bibir Darmawan


" sudah lah, semua sudah berlalu dan hubunganku dengan anda juga berakhir saat aku memutuskan keluar dari rumah itu"Gracia


"apakah anda tahu rasanya menjadi tamu di rumah sendiri?


apakah anda tahu rasanya memendam semua sendiri.


setiap hari aku melihat bunda menangis tapi aku pura pura tidak tahu apa apa karena aku takut kian berpisah.


aku takut kehilangan kalian berdua tapi anda terus saja menyiksa perasaan kami demi kebahagiaan anda dan keluarga baru anda.


sangat menyakitkan ketika melihat bunda memaksakan senyumnya dan menyembunyikan kesediannya di depanku." kata Gracia dengan mata berkaca kaca mengingat bundanya.


"jika masi memiliki hati nurani pergi dari sini dan jangan pernah temui aku lagi dan jika kita tanpa sengaja bertemu maka pura pura tidak saling kenal saja.


sebisa mungkin tolong jangan pernah menampakkan wajah anda di hadapan saya karena setiap melihat wajah anda rasanya sangat menyakitkan mengingat kesedihan yang kau berikan.


satu lagi aku tidak ingin orang lain tahu hubungan kita" Gracia


"bagaimana caranya ayah mendapatkan maafmu nak? " Darmawan


"bangunkan bundaku dari kuburnya dan hapuskan semua rasa sakitnya maka aku akan memaafkanmu" Gracia


bagai di sambar petir Darmawan sangat terkejut mengetahui Sania telah tiada.


"a a apa? " tanya Darmawan ragu ragu


"ya bundaku telah tiada , dia telah pergi dengan semua rasa sakit yang ku tanamkan" Gracia


"saya rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan,

__ADS_1


pergi dari sini dan jangan pernah menemui aku lagi jika kau masi punya perasaan.


karena berhadapan denganmu sangat menyesakkan untukku" gracia


__ADS_2