Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 66( persiapan acara)


__ADS_3

Donna menyiapkan sarapan buat Gerry


Hari ini Donna memasak makanan kesukaan Gerry


setelah selesai menyiapkan sarapan Donna menunggu Gerry di meja makan, namun setelah menunggu setengah jam Gerry tak kunjung turun.


Donna menyusul Gerry ke kamar


Saat masuk ke kamar Donna melihat Gerry buru buru menyembunyikan ponselnya


"lagi telponan sama siapa mas? " Donna


"itu, orang yang ngurus restoran di sana katanya mereka meminta uang tambahan karena ada bahan bahan yang harus mereka beli" Gerry


"oh baiklah ayo kita turun untuk sarapan" Donna


Di meja makan


"nanti siang aku keluar bentar ya yank, aku ada kerjaan sebentar " Gerry


Donna menjawab perkataan Gery dengan menganggukkan kepalannya.


Siang hari seperti yang di katakan Gerry tadi pagi


dia pergi karena ada urusan..


Gerry pergi ke salah satu bangunan apartemen.


Gerry sedang mencari apartemen yang cocok untuk Desi.


ternyata tadi pagi yang menelpon itu adalah Desi

__ADS_1


dia mendesak Gerry agar dia bisa secepatnya pindah ke kota J.


Gerry akhirnya menyewa apartemen itu untuk Desi karena Desi tidak mau tinggal di kontrakan atau kos kosan.


Setelah selesai melakukan transaksi Gerry langsung menghubungi Desi untuk mengabarkan kalau dia sudah mendapatkan apartemen yang cocok untuk Desi.


Desi yang mendapat kabar itu tentu saja bahagia.


"Mas Gery memang yang terbaik" kata Desi di sebrang sana


"iya, kamu bisa pindah ke sini kapanpun kamu mau" Gerry


"lusa aku akan pindah ke sana nanti Mas jemput aku ya" Desi.


"apa sih yang ngak buat kamu, jaga diri di sana ya sayang" Gery


Gerry merasa sangat senang karena bisa memiliki Desi, gadis yang sangat dia idamkan waktu sekolah dulu namun dulu Gery tidak berani mengungkapkannya karena takut mendapatkan penolakan dari Desi.


saat bertemu pertama kali dengan Desi setelah sekian lama Gerry merasa senang karena Desi mengakui kalau dulu dia juga menyukai Gerry.


hanya aku wanita satu satunya di hidup mas Gery" kata Desi berbicara sendiri setelah panggilan telponnya dengan Gery berakhir.


Di tempat lain Leon sedang sibuk mempersiapkan acara ulang tahun perusahaan ya.


Leon berencana akan memperkenalkan Delon anaknya ke hadapan publik saat acara tersebut.


"Jo, lakukan semua dengan baik.


aku tidak ingin ada kesalahan di acara ini" Leon


"siap bos, aku sudah mengerti

__ADS_1


kau sudah mengatakan ini sekitar 100 kali dalam satu hari ini


telingaku bahkan sudah muak mendengar itu" Jo


"is kau ini, kau tentu tau betapa spesialnya acara ini untuk aku" Leon


"iya iya aku tau" Jo


Leon menghubungi Vanno dan Marco


memperingatkan mereka agar mengosongkan jadwal mereka.


Leon menyambung tiga kan panggilan mereka


"kalian tidak boleh lupa untuk datang ke acara ulang tahun perusahaanku nanti"Leon


" setiap hari kau selalu menganggu kami hanya untuk mengatakan hal ini berulang kali"Marco


"karena aku takut kalian lupa" Leon.


"ya ya ya, kami tidak mungkin lupa,


kami pasti datang dan tolong jangan hubungi kami lagi hanya untuk mengatakan hal ini lagi oke" Marco


"baiklah baiklah jangan sempat tidak datang, aku tidak mau menerima alasan apa pun nanti pokonya harus datang" Leon


"kau ini seperti anak kecil saja" Marco


Vanno sedari tadi diam mendengar perdebatan kedua sahabatnya itu.


Leon berencana akan mengumumkan keberadaan anaknya Delon ke publik dan juga dia akan melamar Maura di acara tersebut.

__ADS_1


Leon sudah mempersiapkan semua dengan sempurna.


dia berharap kali ini Maura akan menerima dia.


__ADS_2