
Maura menjelaskan semuanya kepada Leon.
Leon tertegun mendengar cerita yang Maura sampaikan kepadanya.
"jadi dia anakku? " Leon..
"ya dia anakmu, darah daging mu
anak kita" Maura
"kenapa kau dulu pergi jika kau sudah mengetahui kau sudah mengandung anak kita? dan kenapa selama ini kau menghindar dari aku dan menyembunyikan kebenaran ini? " Leon menghujani Maura dengan pertanyaan
"saat aku tahu aku mengandung saat itu aku sangat bahagia dan ingin memberitahu berita itu kepadamu namun saat keluar dari rumah sakit aku melihatmu
tanpa pikir panjang aku menyusul mu karena aku ingin secepatnya memberitahu kabar bahagia itu namun apa yang aku dengar saat itu sungguh menyakitkan aku.
dan aku berpikir kau tidak membutuhkan anak dari aku lagi karena istrimu juga sudah mengandung.
kau bahkan tidak berniat menemuiku untuk yang terakhir dan mengutus sekretaris mu untuk menemuiku,
kenyataan bahwa kau tidak memiliki perasaan terhadapku sungguh membuat aku terluka saat itu dan itulah yang membuat aku bertekad untuk pergi. " Maura.
"aku tidak berniat menemui mu karena pada saat itu sesungguhnya aku sudah memiliki perasaan untukmu dan aku tidak sanggup mengatakan perpisahan langsung kepadamu makanya aku mengutus Jo kesana,
aku juga memberikan aset untumu agar kau tidak hidup susah walaupun tidak bersamaku lagi" leon.
"tapi aku tidak membutuhkan apa pun,
saat itu aku hanya membutuhkanmu tapi saat mendengar ucapan mu saat itu hatiku sangat hancur" Maura tidak bisa menahan tangisannya
melihat Maura menangis Delon menghampiri mereka
"mama jangan menangis, Delon janji tidak nakal lagi" Delon berpikir Maura menangis karena kejadian di sekolahnya tadi
__ADS_1
Leon menatap ke arah Delon dan memeluk anak itu.
Delon bingung dengan situasi ini
"mama" kata Delon menatap ke arah Maura seakan meminta penjelasan
"ini papa Delon" Maura
"papa Delon? " Delon mengulangi perkataan Maura
"iya sayang" Maura
"papa kemana saja, Delon rindu" Delon
mendengar perkataan Delon membuat Leon menangis.
"Maafkan papa"Leon
" apakah papa membuat kesalahan??"Leon
"saat membuat kesalahan maka minta maaflah papa dan jangan ulangi lagi" Delon
"iya papa minta maaf kepada kalian dan papa berjanji tidak mengulanginya lagi" Leon
setelah itu Leon mengajak mereka ke mall
Leon membeli segala kebutuhan Delon dan mainan yang sangat banyak untuk Delon.
"sudah ini sudah cukup, jangan berlebihan " Maura
"ini tidak berlebihan,
aku baru bisa membelikan mainan kepada anakku setelah dia besar
__ADS_1
aku bahkan banyak melewatkan momen masa kecil nya" Leon.
"apakah kalian mengalami kesulitan selama ini? apa selama mengandung kau kesulitan? " Leon
"tidak sama sekali, selama dalam kandungan Delon sangat baik" Maura
"maafkan aku" Leon.
"sudah lah semua sudah berlalu"Maura
" aku akan membawa kalian kembali ke kota J"Leon
"tidak biarkan kami tetap di sini dan datang lah berkunjung saat kau merindukan Delon" Maura
"apa maksudmu? aku tidak ingin berpisah lagi dengan kalian" Leon
"kau memang papa Delon tapi kita sudah tidak memiliki hubungan Leon, hubungan kita sudah lama berakhir" Maura
Leon mendengar itu merasa perih di hatinya
"kita akan menjadi keluarga" Leon.
"kita bisa memulai semua dari awal" Leon.
"tidak Leon, aku tidak berpikir untuk kembali bersamamu" Maura
"tapi Delon membutuhkan kita" Leon.
"kita bisa menyayanginya dan merawatnya tanpa harus hidup bersama" Maura
"datang lah setiap kau merindukan Delon dan kami juga akan berkunjung ke sana setiap Delon libur sekolah" Maura
Leon tidak setuju dengan perkataan Maura tapi dia tidak bisa memaksakan kehendak nya saat ini kepada Maura
__ADS_1
dia bertekad akan merebut hati Maura kembali dan membawa mereka bersamanya
menjadi keluarga yang bahagia.