Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
Episode 9


__ADS_3

hari telah berganti


sperti rencana mereka kini melsa pun berangkat ke luar negri


leon mengantarnya ke bandara


"aku pasti sangat merindukan kamu mas


semoga semua berjalan lacar mas"kata melsa


"hati hati di sana ya sayang, jika ada waktu aku pasti sering berkunjung ke sana"


mereka berpelukan melepaskan rindu


"semoga semua berjalan sesuai yang aku rencanakan"gumam melsa dalam hati


Di perjalanan pulang leon mampir ke pantai


perasaannya saat ini sedang kacau


dia sangat mencintai istrinya dan dia tidak ingin membuat istrinya sedih karena menolak keinginannya untuk mengadopsi anak, namun di lain sisi Leon sesungguhnya ingin sekali memeliki anak kandung.


"ah aku pergi ke tempat Vanno saja, aku akan bercerita dengan dia . Mungkin saja dia punya solusi untuk masalah aku"gumam Leon dalam hati


Vanno adalah seorang Dokter dia  sepupu dan sahabat leon,


mereka sudah bersahabat dari kecil.


Di perjalanan menuju tempat vanno Leon melihat keributan


Leon menyaksikan keributan itu dari jauh


terlihat seorang gadis sedang menangis dan mencoba berbicara dengan polisi


dia juga berlutut di depan sepasang manusia yang Leon tidak tau  mereka siapa karena posisi pasangan itu membelakangi Leon.


"kasihan sekali gadis itu,


itu kan butik tempat aku membeli hadiah buat melsa kemaren


apa yang terjadi dengan gadi itu?


ah sudah lah itu bukan urusan aku"batin Leon dan segera pergi dari tempat itu


keributan itu terjadi di butik maura

__ADS_1


dona tadi pergi ke butik itu , dia berniat mengambil barang barang mereka yang masi tertinggal di butik itu


saat sibuk berkemas tiba tiba dito dan melsa datang bersama bebrapa polisi


"ada apa ini kenapa ada polisi?" batin dona


"apakah anda orang yang bernama Maura?"tanya salah seorang polisi


"bukan, saya sahabatnya nama saya Dona."


"dimana dia ? ada yang perlu kami bicarakan dengannya


bisakah kau panggilkan dia untuk datang ke sini?"polisi


"mungkin polisi ini mau bertanya tentang penipuan yang telah dito lakukan terhadap maura"batin Dona


dia pun tanpa berpikir panjang dan langsung menelpon Maura dan menyuruhnya datang


setelah 40 menit menungu akhirnya Maura datang di antar oleh Gerry


"itu dia , dia wanita licik yang bernama maura"kata Vivi


maura dan dona yang mendengar itu merasa heran


"selamat siang ibu Maura , kami daatang ke sini untu menahan anda atas laporan tuan dito dan nyonya Vivi atas kasus pengelapan dan pencurian yang anda lakukan di butik ini"polisi


nyatanya di sisni Maura lah yang di tipu oleh mereka " kata dona


"tapi bukti menyatakan ibu maura selama ini telah mengelapkan dana


dia memalsukan pembukuan penjualan di butik ini"polisi


maura dan dona menghampiri polisi itu dan membaca berkas yang katanya adalah bukti yang menyatakan maura bersalah, setelah membaca berkas itu maura dan Dona terdiam


ternyata butik itu dari awal sudah di daftarkan atas nama dito


dan maura terdaftar sebagai karyawan di sana


maura di tuduh mengelapkan dana butik itu karena tidak pernah menyetor pendapatan  butik kepada Dito


Maura terdiam dan hanya bisa menangis karena apa pun yang akan dia lakukan dia akan tetap di tuduh bersalah karena semua bukti jelas mengarah dan menyudutkan dia.


"tidak tidak , ini tidak benar pak


butik ini sebenarnya adalah milik Maura

__ADS_1


dia hanya mengaku aku menjadi pemilik butik ini


dia licik dia menipu kita semua " kata Dona berusaha membela Maura


"kami hanya mempercayai bukti yang ada nona, tolong jamngan halangi kami dalam melakukan tugas kami


jika ada yang ingin anda jelaskan datang lah kek kantor " kata polisis itu sambil berlalu membawa Maura


Maura yang masi syok tidak berkata apa apa dan mengikuti polisi itu saat dia di bawa ke dalam mobil tahanan


Dona menangis dan mengejar Maura


"tenang lah ra, aku akan ,mencari jalan agar kau bisa segera keluar dari sana


jangan bersedih aku akan berusaha untuk itu"kata Dona


dona beralih dan menghampiri Dito


"To, tolong jangan seperti ini


dia sudah mengikhlaskan semua untukmu jangan siksa dia lebih jauh lagi"kata dona sambil memohon di hadapan dito dan melsa


dito tidak menghiraukan tangisan dan permohonan Dona


dia mendorong Donna


gerry yang dari tadi diam melihat semua akhirnya melayangkan tinju ke Dito


"dasar laki laki licik kau" kata Gerry dambil ingin melayangkan tinju lagi ke dito tapi di hentinkan oleh Dona


"jangan berani berani menyentuhnya dengan tangan kotormu itu"kata Vivi berteriak ke Gery


"perbuatan kalianlah yang kotor nona


anda juga seorang perempuan tapi bagaimana bisa anda berbuat seperti ini ke perempuan lain?


terbuat dari apa hati kalian itu hah?"teriak Gerry ke arah mereka berdua


"sudah lah ayo kita pergi dari sini, tidak ada gunanya berdebat dengan orang tak berperasaan seperti mereka


kita harus memikirkan cara agar Maura bisa segera keluar dari ssana"Donna


terimakasih untuk yang sudah membaca karya aku


silahkan tinggalkan kritik , saran dan masukan buat aku

__ADS_1


agar kedepannya aku bisa lebih maik lagi


salam kenal dan salam sayang buat semua pembaca dan sesama penulis lainya


__ADS_2