Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
s2 Episode 15


__ADS_3

Seketika suasana yang tadinya tenang berubah jadi ribut karena Delon pingsan


"kamu kenapa mas? " tanya Siska panik


Leon dan Maura segera menghampiri Delon


"aku rasa dia demam langung "kata Leon


" bagaimana bisa demam panggung, dia sudah biasa presentasi dan melakukan pertemuan besar"kata Jack tidak habis pikir Delon bisa bisanya pingsan


"dia terlalu antusias dengan acara ini dan lupa makan" kata Leon menjawab asal


"biar dia di bawa ke rumah sakit dulu" kata Maura


"acaranya belum siap tante" kata Siska


"acaranya bisa kita lakukan kapan kapan tapi untuk saat ini kesehatan Delon lebih penting " Maura


Siska dan Jack ingin ikut membawa Delon ke rumah sakit namun Leon dengan cepat Melarang


"aku serahkan urusan tamu untukmu, nanti kita akan bicarakan lagi untuk acaranya" kata Leon


mau tidak mau Jack harus mengatasi tamu yang hadir di sana


Di mobil


"kita sudah di mobil, berhenti berakting" Leon


Delon membuka matanya dan segera duduk


"apa kau tidak punya cara lain" Leon


"cihhh, papa ini


cara apa yang bisa aku pikirkan dalam waktu sesingkat itu, andaikan dari awal papa sudah mengatakannya padamu aku pasti memikirkan cara lain.


setelah ini akan ada berita yang membuat aku malu" Delon


"sudah lah, tapi kau terlihat lucu saat berakting


kau tidak memiliki bakat akting sama sekali" Leon


"sekarang kita mau ke mana? " Maura


"ke tempat Marco, di sana sudah ada Vanno yang memeriksa keadaan mereka dan alhamdulillah keadaan mereka cukup baik" Leon


"apakah sudah ada kabar? Donna juga ada bersama mereka kan? " Maura


"sepertinya" Jawab Leon singkat


Setelah melakukan perjalanan selama satu jam mereka tiba di tempat Marco


Maura segera turun dan bergegas masuk ke dalam


"Donna" kata Maura ketika melihat Donna yang sedang di periksa Vanno


"Ra" kata Donna langsung meneteskan air mata

__ADS_1


"kemana saja kamu? kenapa bisa seperti ini"? Maura


" ceritanya panjang"kata Donna


"istirahatlah, apa kau sudah makan?


kau ingin makan sesuatu? " kata Maura memegang wajah Donna


"apakah ada yang sakit? " Maura


Donna memeluk Maura


"aku kangen " Donna.


mereka berpelukan sambil menangis


Leon berjalan menghampiri Marco


tanpa bicara Leon memeluk Marco.


"ini sungguh kau? " Leon


"iya" Marco.


"terimaksih untuk tetap bertahan dan kembali" Leon


"kau tahu beberapa hari yang lalu ada seorang gadis datang ke rumahku, matanya Sangat mirip dengan matamu, tapi aku menepis semua itu karena aku takut aku makin merindukanmu" Maura


Donna beralih ke Marco.


"mas, bagaiman dengan anak kita


"apakah kalian masi pernah berhubungan dengan Gery? " tanya Marco


"tidak" jawab mereka serentak


"bagaimana bisa anak kalian ada bersama Gery" Leon


Marco menceritakan semua kejadian itu kepada mereka


"aku akan menyuruh anak buah ku mencari keberadaan Gery, kalian tengah saja" Leon


Marco mengingat nomor rahasianya


"bisakah kau meminjamkan ponselmu" tanya Marco kepada Leon


"tentu" Leon


"semoga saja Gery masi menyimpan ponsel itu" kata Marco


Marco mengerikan nomor yang akan dia hubungi


tuut tuuut pangilan itu terhubung


"alhamdulillah dia masi menjaga ponsel itu" kata Marco.


Di tempat lain Gery sedang menikmati makan malam bersama Sasa

__ADS_1


Tiba tiba ponsel jadul yang selama ini dia bawa kemana mana berbunyi


"Marco, ini pasti Marco" kata Gery dan segera mengangkat panggilan itu.


Gery mengangkatnya namun dia diam saja


"Gery apakah itu kau? " Marco.


"Marco" Gery


"iya ini aku" Marco.


"setelah sekian lama aku menunggu saat ini, kau di mana? " kata Gery dan tiba tiba berdiri dari duduknya


Sasa yang heran dengan ayah nya pun bertanya


"ayah, pelan pelan kau bisa menjatuhkan semua yang ada di meja makan" Sasa


"ah maaf" Gery


"apakah putri kami masi bersamamu? " tanya Marco


"tentu, " kata Gery menjawab antusias


"bisakah kami bertemu dengan dia? " Marco.


"kau di mana? aku akan membawanya menemuimu" Gery


"nanti aku akan mengirim lokasi kami kepadamu" Marco.


panggilan mereka berakhir


"bagaimana? "tanya Donna


"anak kita masi bersama Gery" jawab Marco.


Donna menangis karena merindukan putrinya


"apa yang akan kau lakukan kepada Jack? " tanya Leon dan Vanno


"aku akan menghukumnya atas apa yang dia lakukan kepadaku dan keluargaku" Marco


"untuk saat ini kita harus memulihkan keadaan kalian dulu" Vanno.


Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.


Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.


Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul


TERSIKSA RASA


RINDU TERLARANG


Mohon dukungannya ya kakak semua.


Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2