
Setelah menunggu Donna akhirnya sadar.
Saat membuka matanya Donna melihat Maura tertidur di samping tempat tidurnya.
Gery dan Leon tertidur di sofa yang ada di ruang rawat Donna.
Sementara Desi sudah pulang ke rumah Gery.
Karena merasa ada yang menggenggam tangannya Maura terbangun dari tidurnya.
"eh kau sudah bangun Don? syukurlah ya Allah" Maura
Donna menatap Maura dengan tatapan sendu.
Air mata Donna tumpah dengan sendirinya.
"sudah sudah jangan menangis, kau harus kuat agar cepat pulih oke" Maura
"Dokter tidak bisa menyelamatkan bayi yang ada di dalam kandungan mu" kata Maura kepada Donna karena dia pikir Donna Donna telah mengetahui kalau dia hamil
"apa? bayi? jadi aku hamil dan sekarang keguguran? " Donna
Maura merasa bingung dengan respon Donna..
"jadi apakah kau tidak tau kalau kau sedang mengandung? " Maura
Donna menggeleng dengan lemah
Donna mengelus perutnya
Donna mengingat saat kejadian itu
bagaiman Gery sangat khawatir dengan keadaan Desi tanpa memperdulikannya.
Hati Donna sangat sakit mengingat kejadian itu
Karena mendengar suara Gery akhirnya bangun.
Dia bahagia melihat Donna sudah siuman.
__ADS_1
"kau sudah sadar sayang? " kata Gery menghampiri Donna.
Donna tidak merespon perkataan Gery dan memalingkan muka.
"maafkan aku" Gery
Donna tetap tidak merespon apa yang di katakan Gery.
Setelah itu setiap hari Gery datang melihat keadaan Donna ke rumah sakit walaupun setiap dia datang Donna selalu mengabaikan dia.
Maura juga selalu setia menemani Donna saat berada di rumah sakit.
Terkadang Delon juga ikut menemani Donna di rumah sakit dan menghibur Donna.
Keadaan Donna sudah jauh lebih baik dan di ijinkan untuk pulang ke rumah.
"Ra, aku sudah bisa pulang tapi aku tidak ingin pulang ke rumah Mas Gery
bisakah kau carikan aku apartemen untuk tempat aku tinggal sementara? " Donna
"tinggal di tempatku saja ya Don, kau baru sembuh tidak baik untukmu tinggal sendiri" Maura
"aku tidak mau merepotkan mu dan aku akan lebih nyaman tinggal sendiri" Donna
Leon sudah memerintahkan sekretaris Jo untuk mengurus apartemen yang untuk Donna.
Hari ini Gery datang ke rumah sakit untuk menjemput Donna dan membawa Donna pulang
Namun seperti biasanya Donna tetap mengabaikan Gery dan tidak merespon apapun yang di katakan Gery.
Gery berlutut di kaki Donna dan memohon ampun kepada Donna tapi Donna tetap tidak bergeming dan mengabaikan Gery.
Donna berkata kepada Maura
"Ra, untuk biaya pengobatan ku selama dirawat disini bisakah kau yang membayar duluan karena aku tidak memiliki uang, setelah nanti aku bekerja aku akan menganti uangmu" Donna.
Maura menatap ke arah Gery.
Maura tidak tau harus berbuat apa
__ADS_1
"aku yang akan membayar semuanya Don" Gery
"aku tidak ingin membebani orang lain,
aku mohon ya Ra, aku janji akan mengembalikan nya nanti saat aku sudah memiliki pekerjaan" Donna
"aku ini masi suamimu, bagaimana bisa kau mengatakan aku ini orang lain" kata Gery sambil berusaha menggenggam tangan Donna
namun dengan cepat di tepis oleh Donna.
Maura akhirnya membawa Donna pergi dari sana.
Di mobil Donna berkata kepada Maura
"maaf sudah banyak menyusahkan mu"Donna
" jangan berkata seperti itu, kita adalah keluarga jadi jangan sungkan jika kau membutuhkan sesuatu"Maura memeluk Donna
Mereka telah tiba di apartemen yang akan ditempati Donna
"ini terlalu besar untukku" kata Donna saat memasuki apartemen itu.
"ayolah masuk, kau harus segera istirahat" Maura
Maura memasak untuk Donna dan menyiapkan segala keperluan Donna sebelum dia pamit untuk pulang ke rumahnya.
Setelah Maura pulang tinggal Donna sendiri di sana.
Donna menangis mengingat semua yang terjadi
Dia tidak menyangka semua ini terjadi dalam hidupnya.
Rumah tangga yang dia bangun bersama Gery kini hancur semua.
kebahagiaan dulu sekarang hanya tinggal kenangan
terimakasih sudah membaca karya aku.
jika berkenan mampir ke cerita aku satu lagi ya kakak
__ADS_1
judul TERSIKSA RASA
mohon dukungannya ya kakak,πππ