Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
kenangan


__ADS_3

Seminggu lalu Ganesha dan semua keluarganya mengunjungi makam Sania.


Ganesha menumpahkan semua tangisnya, dia menceritakan bagaimana dia melalui hari harinya di baluti rasa rindu setiap saat.


Ganesha juga meminta maaf karena telah menjadi ayah yang egois.


Ganesha berjanji akan menjaga dan membahagiakan Gracia.


Sekarang mereka semua berada di mension mewah milik Ganesha.


Okta dan Bella juga ada di sana.


tak henti henti nya Anandita berterimakasih pada Okta karena selama ini sudah menjaga Gracia dengan baik dan menemani Sania di saat saat tersulit dalam hidupnya.


Arjun kini sudah kembali ke negaranya karena dia tidak bisa meninggalkan perusahaan di sana terlalu lama dan juga anak istrinya menunggu di sana.


Sementara Adhitya masi berada di sini menemani kedua orangtuanya.


Adhitya mempercayakan pekerjaannya pada Sekretarisnya untuk sementara waktu.


Adhitya selama ini memang tinggal bersama orangtuanya setelah anak istrinya meninggal dalam sebuah kecelakaan.


Sepeninggal istrinya Adhitya tidak berniat untuk menikah lagi karena sulit melupakan mendiang istrinya yang sudah meninggal.

__ADS_1


Hari hari Gracia kini semakin bahagia.


Gracia kini tinggal bersama keluarganya.


Setiap hari Anandita selalu menyisir rambut Gracia dan Gracia senang akan hal itu.


Hari ini Gracia menemui Okta


untuk sementara Gracia menyerahkan urusan perusahaan pada Okta dan Bella karena dia ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya.


Setelah dari perusahaan Gracia pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan dapur.


hari ini dia ingin belajar membuat masakan India dengan sang nenek.


Dara melihat Gracia dari jauh dan berjalan mendekat ke arah Gracia.


Gracia hanya memandang dan langsung pergi dari sana tanpa menyapa.


"kakak, haruskah aku memanggilmu kakak? " ucap Dara membuat Gracia menghentikan langkahnya.


"kenapa kau terkejut?


kau tak menyangka kalau aku tahu kalau kau itu anak ayahku dari istri pertamanya? " Dara

__ADS_1


"saat pertama melihatmu aku langsung tahu kalau kau anak wanita itu.


kau pikir aku tidak tahu niatmu waktu mendekati Kenzo?


aku tahu semuanya namun aku pura pura tidak tahu, aku ingin menunjukkan padamu jika kau tidak akan bisa menang melawan ku" Dara


"saat pertama melihatmu aku teringat wajah ibumu waktu itu, dia datang ke rumahku meminta ayah meniggalkan kami.


betapa menyedihkannya wajah ibumu saat itu apalagi saat melihat dia memohon di kaki ibuku untuk melepaskan Ayahku.


" Gracia sedang sakit, aku mohon pulang lah ke rumah untuk melihatnya, dia sangat merindukan mas" hahahahahahha ibumu selalu saja menggunakan namamu agar ayah kembali padanya tapi lihatlah ibuku adalah pemenangnya "Dara


Dulu sebelum berpisah Sania pernah datang mencari Darmawan ke rumah yang di tinggali Darmawan dan Mariana.


Sania menemukan alamat mereka dari sekretaris Darmawan yang kasihan melihatnya.


Sania kala itu mendatangi Darmawan karena Gracia sakit dan mengigau memanggil manggil Darmawan.


Betapa terlukanya hati Sania waktu itu karena Darmawan tak juga kembali.


" pulang lah, nanti aku akan datang "ucap Darmawan tapi Darmawan tidak kembali dan lebih memilih pergi berlibur dengan keluarga barunya.


Setelah Gracia sembuh sebulan kemudian Darmawan belum juga kembali bahkan tidak menanyakan kabar Gracia walau hanya dari panggilan telpon.

__ADS_1


Karena hal itu Sania memantapkan diri meninggalkan Darmawan waktu itu.


Gracia baru mengetahui bahwa ibunya pernah memohon kepada Darmawan dan Mariana membuat rasa benci di hatinya semakin besar.


__ADS_2