
Sudah seminggu Maura di rawat di rumah sakit,
selama itu juga semua Donna berada di rumah sakit untuk menjaga Maura.
Papa dan mama Leon tidak bisa ke rumah sakit karena sedang berada di luar negri untuk pengobatan mama Leon.
Maura dan Delon di rawat di ruang yang sama.
Malam hari Maura mulai membuka matanya.
Dia melihat Leon tidur sambil menggenggam tangannya.
Maura mencoba mengangkat tangannya dan membelai kepala Leon
Leon merasa ada yang bergerak di kepalanya langsung bangun.
Leon langsung memeluk Maura karena senang melihat Maura yang sudah membuka mata.
"Delon? " kata Maura mengisyaratkan pertanyaan
"tenanglah, Delon baik baik saja. terimakasih untuk tetap bertahan hidup" Leon mencium seluruh wajah Maura
"ini semua kehendak Allah" Maura
"tidur lah lagi, keadaanmu belum pulih sepenuhnya" Leon
Maura tersenyum dan memejamkan matanya lagi
Pagi hari Donna membersihkan tubuh Delon dan menyuapi Delon. Leon sengaja tidak memberitahu mereka kalau semalam Maura sudah siuman karena dia ingin membuat kejutan kepada mereka.
Setelah selesai memberi Delon sarapan Donna pergi ke kantin rumah sakit membeli sarapan untuk mereka.
Di perjalanan menuju kantin dia bertemu dengan Marco
"kau mau kemana? " tegur Marco
"kantin membeli sarapan" Donna
"tak usah ini aku membawa sarapan untuk kalian,
bagaiman keadaan mereka? " Marco.
"Delon sudah jauh lebih baik, sementara Maura masi sama seperti kemarin" Donna.
__ADS_1
Mereka berjalan beriringan ke kamar tempat Maura di rawat. Saat membuka pintu kamar berapa terkejutnya Donna melihat Maura sudah sadar. Donna langsung berjalan menghampiri Maura
"Maura, kau sudah sadar Ra? " Donna
"seperti yang kau lihat" jawab acuh Maura
Donna memeluk Maura, namun Maura sepertinya mengabaikan Donna
"kau kenapa Ra? " tanya Donna karena merasa aneh dengan sikap Maura
"kau siapa? " tanya Maura balik kepada Donna
Donna menatap ke arah Leon seperti sedang meminta penjelasan . Leon hanya mengangkat bahu memberi jawaban kepada Donna
"Ra, kau tidak mengingatmu" tanya Donna dengan wajah sedih.
Marco datang menghampiri mereka
"syukur lah kau baik baik saja" Marco
" terimakasih "kata Maura menjawab sambil tersenyum.
Donna menjadi sedih,
Donna duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu dengan perasaan sedih.
"makan lah dulu dan pulang lah untuk beristirahat" Marco
"ah, iya" jawab Maura singkat
"kau terlihat lelah" Marco
"tidak, hanya saja aku bingung kenapa Maura seperti tidak mengenal aku" Donna
"aku juga tidak mengerti" Marco
Entah kenapa melihat Donna seperti itu membuat hati Marco merasa kasihan. Marco tahu apa yang di alami Donna karena Leon dan Maura pernah membicarakan tentang rumah tangga gery dan Donna di hadapan Marco.
Vanno datang ke ruangan Maura.
"keadaanya baik baik saja sekarang tinggal tahap pemulihan" kata Vanno menjelaskan kondisi Maura
Mereka semua tertawa dan bercanda di sana sedangkan Donna masi duduk di sofa karena sedari tadi Maura seakan akan mengabaikan dia.
__ADS_1
Donna akhirnya menghampiri mereka dan pamit untuk pulang.
"aku senang kau baik baik saja Ra" Donna
"mm terimakasih" jawab Maura singkat
"kalau begitu aku pamit dulu ya Ra" kata Donna
"iya" jawab Maura masi acuh
Donna berjalan ke arah sofa dan memungut semua barang barangnya.
"kau mau kemana? pergi jauh tanpa kabar? " Maura tiba tiba bertanya kepada Donna saat Donna hendak membuka pintu
Donna diam di sana , air matanya yang dari tadi dia tahan tak bisa lagi dia bendung.
"pergilah lagi jika kau memang sudah tidak menganggap aku" Maura
mendengar itu Donna datang menghampiri Maura dan memeluk Maura
"maafkan aku karena pergi tanpa memberitahumu" Donna
"kau tidak tau bagaiman perasaanku saat kau menghilang begitu saja, apa kau sudah tidak menganggap aku keluargamu lagi" Maura
"bukan begitu hanya saja aku tidak ingin Gery mengetahui keberadaan ku"Donna
" kau pikir aku akan memberi tahu keberadaan mu kepada Gery jika aku tahu kau di mana? "Maura
" buka begitu, hanya saja"kata kata Donna terhenti saat Maura menggenggam tangannya
"kita keluarga,kita harus saling berbagi dalam sudah maupun senang, kau tau dari dulu hanya kau yang aku punya. bagaiman bisa kau pergi tanpa berkata apa apa kepadaku.
jangan lakukan itu lagi" Maura
"aku tidak akan melakukanya lagi, maafkan aku" Donna.
Terimakasih sudah membaca karya aku kakak.
mohon dukungannya
jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul
TERSIKSA RASA
__ADS_1