
Berita pernikahan Delon sudah tersebar luas
Siska ya g mendengar kabar itu langsung mengkonfirmasi kepada Jack
"pa, Delon sudah mengumumkan kabar pernikahan kami" Siska
"bagus lah nak, sebentar lagi kau akan menjadi permaisuri " kata Jack membayangkan betapa indahnya masa depan putrinya setelah bersanding dengan Delon.
Jack merasa bahagia akan kabar itu dan langsung menghubungi Leon
"kalian sudah menyebarkan berita tentang pernikahan anak kita, aku senang mendengar kabar itu.
memang lebih baik kita langsung saja menikahkan mereka dan tidak perlu melakukan acara pertunangan lagi" Jack
"iya kami sangat menyukai calon menantu kami dan Delon juga sudah tidak sabar untuk segera menikah" Leon
"mari kita adakan pernikahan secepatnya" Jack
"minggu depan, karena waktu yang singkat aku harap kalian bisa menyiapkan segala keperluan pihak kalian dan kami akan menyiapkan keperluan pihak kami " Leon
"tidak masalah, kami akan mengurus segala keperluan kami" Jack
Leon tersenyum sinis setelah panggilannya dengan Jack berakhir
"tidak lama lagi kau akan menerima balasan atas apa yang kau perbuat" gumam Leon
Marco berencana mengumumkan kembalinya dirinya tepat saat pernikahan Delon dan sasa,
Marco sudah meminta flashdisk yang dulu dia berikan kepada Gery yang berisi semua file file penting aset miliknya.
Sasa dan Delon pergi ke butik untuk mencoba gaun pengantin.
Sasa dan Delon masi merasa canggung satu sama lain.
"Sa, apa kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini? " Delon
"bahagia tapi aku rasa ini semua terlalu cepat,
kita bahkan baru saja mengenal dan sekarang kita sudah ada menikah. " Sasa
"aku janji sama kamu Sa, aku akan membahagiakan kamu" Delon.
"memangnya sejak kapan kamu ada rasa sama aku? " Sasa
"entah lah, mungkin saat pertama kita ketemu di Singapura" Delon
Mereka tiba di butik
Sasa mencoba baju pengantin berwarna salem,
Sasa terlihat begitu cantik hingga Delon tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Sasa
"kamu cantik" kata Delon tiba tiba yang membuat Sasa tersipu malu
Setelah selesai memilih baju pengantin mereka pergi dari butik itu
__ADS_1
Hari terus berganti hingga tiba di hari pernikahan mereka
"kamu sangat cantik nak" kata Donna membelai wajah putrinya.
Diluar rombongan Jack sudah tiba namun mereka di arahkan ke ruangan yang sudah di sediakan
"tuan tunggu di sini ya, nanti saat acara akan di mulai tuan Delon akan menjemput nona Siska ke sini"
Jack dan rombongan menunggu di ruangan itu tanpa ada rasa curiga sama sekali.
Yang ada di pikiran mereka hanya rasa bahagia karena bisa menjadi bagian dari keluarga megajaya
Kini Delon dan Sasa sudah berada di hadapan penghulu untuk melakukan ijab kabul
Acara berjalan dengan lancar dan sekarang mereka resmi menjadi pasangan suami istri
"sepertinya kita sudah bisa memulai rencana kita" bisik Marco di telinga Leon
Leon memanggil salah satu pengawalnya dan memerintahkan orang itu untuk memanggil rombongan Jack.
Delon dan Jack sekarang sudah ada di atas podium, mereka melihat kedatangan rombongan Jack dari atas sana.
Jack dan putrinya duduk di tempat yang sudah di sediakan
"terimakasih untuk semua tamu yang sudah datang ke acara pernikahan putra Kami.
Ini adalah hari paling bahagia untuk kami kami akan memperkenalkan menantu kami kepada semua orang" Leon.
Siska tersipu malu dan bahagia
Siska beranjak dari duduknya dan hendak berjalan ke podium untuk menghampiri Delon namun langkahnya terhenti ketika melihat Delon berjalan ke salah satu pintu dan mengandeng tangan Sasa berjalan ke podium.
"ayah" Siska
"apa apaan ini" kata Jack dan segera berjalan untuk menghampiri Leon tapi tiba tiba dia melihat Marco dan Donna berjalan di belakang wanita yang berpakaian baju pengantin itu
"ini adalah Putri Clarisa menantu kami,
mereka baru saja melakukan pernikahan di ruangan itu dan hanya di hadiri keluarga dekat saja.
disini kami ingin memperkenalkan menantu keluarga Mega jaya dia adalah putri sahabat saya Marco dan Donna" Leon
Keadaan ruangan yang tadi tenang berubah menjadi riuh karena kemunculan Marco setelah lama menghilang
Jack tiba tiba menjadi panik melihat keberadaan Marco di sana
"ayo kita pergi dari sini" kata Jack kepada putrinya
"Saudaraku Jack, kau mau pergi ke mana?" kata Marco saat melihat Jack yang berjalan keluar dari ruangan itu
Pintu keluar sudah di kepung oleh polisi
Jack berusaha menghubungi anak buahnya namun tidak ada satupun dari anak buahnya yang merespon panggilan Jack.
polisi sudah mengamankan semua anak buah Jack dan mencari barang bukti di rumah Jack.
__ADS_1
Polisi masuk ke ruangan itu dan membawa surat penangkapan Jack
Jack memberontak dan hendak lari dari sana karena merasa posisinya terpojokkan
"berhenti atau kami tembak? lagian anda tidak akan bisa pergi ke mana mana karena kami sudah mengepung tempat ini" polisi
Polisi memborgol tangan Jack,
Marco datang menghampiri Jack
"aku tidak menyangka kau tega melakukan ini kepadaku, waktu itu kau datang meminta bantuan ku karena perusahaan mu sedang kerisis aku membantumu tapi karena keserakahan mu kau melakukan ini kepadaku dan keluargaku.
aku bisa saja membunuhmu tapi aku tidak akan mengotori tanganku dengan membunuhmu,
aku pastikan kau dan putrimu akan mendapat hukuman yang setimpal atas apa yang kau lakukan kepada kami" Marco
"kau bisa menghukumku tapi lepaskan putriku" Jack
"tidak, kau dan dia sama saja
dia bahkan tidak memiliki rasa hormat sedikit pun
Marco mengingat bagaimana Siska selama ini memperlakukan Donna dengan kasarnya
Siska bahkan pernah menyiram Donna karena Siska merasa kesal sepulang dari tempat kuliahnya
begitulah Siska, setiap dia merasa kesal dia pasti akan datang ke ruangan Donna di sekap dan melampiaskan kekesalannya kepada Donna dan Marco.
" paman maafkan aku, aku ini keponakan mu
aku minta maaf "Siska
" tidak, jika kau hanya menyakiti aku, aku mungkin masi bisa memaafkanmu namun mau menyiksa isteriku.
apakah kau ingat saat itu istriku berkata apa padamu.
"jangan lakukan ini pada kami nak, aku sudah seperti ibumu sendiri"
istriku melimpahkan kasih sayangnya padamu setelah kematian ibumu namun kau tega melakukan itu pada istriku"Marco
Polisi membawa Jack dan Siska dari sana.
Sebulan telah berlalu
Jack di jatuhi hukuman mati dan Siska terpaksa di rawat di rumah sakit jiwa karena tidak kuat menerima kenyataan
Sementara Delon dan Sasa masi berkeliling dunia menikmati bukan madu
Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.
maaf jika cerita Donna dan Sasa tidak begitu menarik karena dari awal cerita ini memang aku persiapkan menceritakan tentang kisah Maura dan Donna.
Sampai ketemu di cerita aku selanjutnya ya kak.
terimakasih atas dukungan kalian๐๐๐
__ADS_1
"Perbuatan jahat dan keserakahan tidak akan berbuah manis "