
Keadaan Maura sudah jauh lebih baik. Setelah kejadian itu Delon selalu saja menempel pada Maura.
"Mama apakah masi sakit" kata Delon sambil menyentuh pipi Maura.
"tidak sayang, mama sudah sembuh" Maura
"aku sayang Mama" kata Delon mempererat pelukannya pada Maura
Marco datang membawakan sarapan untuk mereka.selama Maura di rumah sakit memang Marco setiap hari berkunjung ke sana membawa sarapan atau makan malam.
Sedangkan Leon selalu setia menemani istrinya di rumah sakit dan memerintahkan Jo untuk menghandel pekerjaan di kantor.
"selamat pagi, aku membawa sarapan untuk kalian" Sapa Marco Di depan pintu
Marco meletakkan makanan yang dia bawa di meja. Donna mengambil makanan itu dan menyajikannya di atas piring.
"mari kita sarapan bersama " Marco
Leon mengambil satu piring makanan itu dan membawanya ke tempat tidur Maura.
Leon menyuapi Maura dan Delon bergantian.
Donna dan Marco menikmati sarapan mereka di sofa yang ada di sana.
Tidak ada yang berbicara di antara mereka, hanya suara sendok yang terdengar.
Setelah Leon selesai menyuapi Maura dan Delon,
Leon menghampiri Marco duduk si sofa
"Entah kenapa aku merasa sebenarnya kau membawa sarapan itu ke sini bukan buat aku atau Maura" sindir Leon
"jelas saja aku membawa untuk kalian, lalu untuk siapa lagi" jawab Marco sambil mengunyah makanannya sedangkan Donna tidak menggubris percakapan mereka.
"untuk Donna, aku merasa kau sesungguhnya membawakannya untuk Donna" kata Leon mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya
karena selama beberapa hari ini dia memperhatikan kalau Marco sering diam diam mencuri pandang kepada Donna.
Donna yang mendengar itu langsung tersentak kaget dan tersedak.
"uhukk uhuk kk" Donna
melihat Donna batuk dengan cepat Marco menyodorkan minuman ke Donna
__ADS_1
"minumlah" Marco
Donna menerima minuman itu tanpa berkata apa apa.
"nah kan" Leon
"diam lah kau cerewet sekali seperti perempuan saja" kata Marco mengomel kepada Leon
Leon tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu dan pergi meninggalkan mereka.
Leon menghampiri maura dan berbicara kepada Maura
"aku rasa Marco menyukai Donna" Leon
Maura tersenyum mendengar apa yang di katakan Leon
"kau ini jangan sering menggoda Marco" Maura
Setelah selesai sarapan Donna pamit pulang untuk istirahat.
"aku pulang dulu ya Ra, nanti malam aku datang lagi" Donna
"iya Don" Maura
"mas Marco bukanya mau pergi juga, bisa antar Donna pulang dulu tak mas? " tanya Maura kepada Marco
"tidak tidak usah, biar aku pulang sendiri saja" Donna.
"biar aku antar kau saja, lagian jalan kita searah kok" Marco
Leon tersenyum melihat Marco karena dia tau betul sebenarnya jalan ke hotel tempat Donna menginap dan kantor Marco berbeda arah.
"apa tidak merepotkan mu? " Donna.
"sama sekali tidak kok" Marco
Donna akhirnya pergi bersama dengan Marco.
Di perjalanan menuju hotel tempat Donna menginap tidak ada yang bersuara di antara mereka. Mobil Marco melewati restoran milik Gery
Donna menoleh ke restoran itu
restoran yang dulu dia bangun bersama dengan Gery.
__ADS_1
Serpihan masa lalu berputar di ingatan Donna
Dulu setiap hari dia berada di restoran itu, banyak kenangan manis yang dia lewati bersama Gery di tempat itu.
Marco menyadari arah tatapan Donna.
Donna terlihat memendam kesedihan yang amat dalam saat melihat restoran itu.
"kapan kau akan kembali? " tanya Marco untuk mengalihkan perhatian Donna
"mungkin minggu depan " Donna
"apa kegiatanmu di sana? "tanya Marco
" menjaga toko kue, membantu nenek"jawab Donna singkat.
"kau memiliki nenek? " tanya Marco heran karena yang dia tau Maura dan Donna adalah anak yatim piatu yang besar di panti asuhan
"iya, aku bertemu dengan Nek Mina di sana , aku tinggal bersama dia dan aku sudah menganggap dia seperti nenekku sendiri" kata Donna menceritakan tentang neneknya kepada Marco
"jika aku ada kerjaan ke sana bisa lah aku nanti mampir untuk menikmati kue buatan Nenek" Marco
"bisa, datang aja kapan pun kau mau" Donna
Mereka sudah sampai di hotel tempat Donna menginap.Donna turun dari mobil Marco dan mengucapakan terimakasih kepada Marco.
"terimakasih"Donna
" nanti jam berapa kau berencana ke rumah sakit? "tanya Marco
" entah lah aku juga belum tau"Donna
"nanti setelah aku pulang dari kantor aku mampir ke sini ya, biar kita berangkat bareng ke rumah sakit" tawar Marco kepada Donna
"tidak tidak usah, nanti aku berangkat baik taksi aja" tolak Donna
"baiklah" Marco
Marco melanjutkan perjalanan menuju kantornya.
"kenapa wajah Donna selalu saja terlintas di pikiranku" kata Marco berbicara sendiri
Terimakasih sudah membaca karya aku kakak.
__ADS_1
Mohon dukungannya
jangan lupa mampir ke ceritaku satu lagi yang berjudul TERSIKSA RASA