
Setelah dua hari menghabiskan waktu berlibur di pantai mereka memutuskan untuk pulang karena Leon tidak bisa lama lama meninggalkan pekerjaannya.
"kapan lagi kita akan berlibur bersama pa? " tanya Delon kepada Leon
"kapanpun kau mau sayang" Leon
"nanti libur sekolah ayo berlibur ke luar negri, aku belum pernah pergi ke sana " Delon
"oke, seperti yang kau mau nanti kita akan pergi saat libur sekolah tapi tanya mama apakah dia bersedia? " kata Leon sambil melirik Maura
"kalian pergi saja berdua ya, aku harus mengurus pembukaan kafe nanti jadi aku tidak bisa ikut" Maura.
"jika berdua saja dengan Papa tidak seru,
tidak seperti keluarga bahagia Mama" keluh Delon..
"kita lihat nanti ya sayang" Maura
Di tempat lain
Melsa dan Raja sedang menyusun rencana untuk menghancurkan Leon.
"kenapa kau belum berhasil menghancurkan nya? "Melsa.
" aku sudah berusaha semampuku"Raja
"sekarang perusahaan ya bahkan lebih unggul dari perusahaan kita" Melsa.
"semua cara yang aku buat selalu saja gagal" Raja.
"mari kita coba cara lain, kelemahannya sepertinya ada pada wanita itu dan anaknya" Melsa
"apa maksudmu? wanita dan anak siapa"? Raja
"beberapa hari yang lalu aku sempat bertemu dengan mereka dan wanita itu,
wanita yang dia nikahi dulu saat aku masi menjadi istrinya dan aku rasa anak kecil kemarin adalah anak mereka"Melsa
__ADS_1
" sepertinya aku memiliki ide bagus"Raja
"ide apa? " Melsa.
Raja memberitahu Melsa tentang ide yang dia maksud dan mereka tertawa bersama.
"Ide yang cemerlang. "Melsa
Leon mengantar Maura dan Leon ke rumah dan setelah itu dia langsung pamit ke kantor karena ada hal penting yang harus dia urus.
" apa kau tidak mau mampir dulu? "Maura
" tidak, aku harus segera kembali ke kantor.
Novi sudah sibuk menghubungiku dari tadi"Leon
Tanpa menjawab perkataan Leon Maura langsung membawa Delon masuk ke rumah dan membanting pintu
"ada apa dengannya? apa ada perkataan ku yang salah? kenapa dia terlihat kesal kepadaku" gumam Leon dalam hati karena melihat perubahan sikap Maura
"dia benar benar langsung pergi? baru dua hari tidak bertemu dengan Novi tapi susah seperti tidak bertemu lima tahun,
setidaknya dia mampir dulu untuk mengantar Delon ke dalam" gerutu Maura berbicara sendiri
"Mama kenapa berbicara sendiri? "Delon
" tida tidak sayang mama sedang menghafal lirik lagu, pergilah bersihkan diri dan beristirahat di kamar kau pasti capek setelah menempuh perjalanan jauh"Maura
"aku ingin ke tempat Oma" Delon
"nanti sore kita ke sana ya" Maura
Maura menghubungi Nia
"bagaiman kabarmu di sana? " Maura.
"baik kak, kalian juga baik kan di sana?.
__ADS_1
kapan kalian akan berkunjung ke sini?
sepertinya kalian sudah melupakan aku" kata Nia dari sebrang sana
"tidak sayang kami tidak melupakanmu hanya saja aku sedang sibuk mengurus pembukaan kafe di sini" Maura
"jadi kapan kalian akan ke sini? " Nia
"nanti jika ada waktu luang kami akan ke sana,
jaga dirimu baik baik" Maura
"baiklah, aku menyayangi kalian" Nia
"kami juga menyayangi mu" Maura
panggilan Maura dan Nia berakhir
Maura membuat kue untuk di bawa nanti ke rumah orang tua Leon.
Tapi sudah dua adonan yang gagal dia buat karena pikirannya sedang kacau.
Dia memikirkan apa yang sedang dilakukan Leon bersama Novi.
"ah kenapa aku terus memikirkannya" batin Maura
Maura akhirnya memberanikan diri menghubungi Leon
"apa kau sudah sampai kantor" Maura.
"sudah, nanti aku hubungi lagi ya saat ini aku sedang sibuk" Leon
Setelah panggilan berakhir pikiran Maura semakin jauh meraba raba
"ini yang katanya mau memperbaiki hubungan denganku? dia bahkan tidak memikirkan perasaanku.
pasti dia sedang menghabiskan waktu dengan Novi dan tidak mau di ganggu" batin maura
__ADS_1