
Leon dan Maura tiba di kediaman orang tua Leon.
"kok sepi mas? " Maura
"mungkin mereka di taman belakang" Leon
Maura mengikuti langkah Leon menuju taman belakang.
Benar Delon ada di taman belakang
dia sedang bermain dengan kakek dan neneknya.
"eh, kalian kapan datang? " Mega
"baru aja ma" Leon
Delon berlari dan memeluk Maura dan Leon bergantian.
"kau terlihat sangat senang" kata Maura sambil mengelus kepala putranya.
"iya Mama tadi kakek membelikan ku mainan baru" kata Delon stabil menunjukkan mainan di tangannya
"aku ke atas dulu membersihkan diri" Leon
Maura tinggal bersama Mama Leon
sedangkan Delon dan kakeknya bermain sepeda di depan komplek perumahan mereka.
"bagaimana hubungan kalian nak? " Mega
"ah maksud Mama? " Maura
"Mama tau kalau Leon sudah sangat melukai perasaanmu dulu namun sekarang dia sudah berubah, Mama mohon maafkan dia" Mega
"aku sudah lama memaafkan mas Leon ma" Maura
"jadi bagaiman hubungan kalian sekarang? sampai kapan kalian terus begini? Delon semakin besar dan dia membutuhkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya" Mega
Maura tidak menjawab perkataan Mama Leon tapi di lubuk hatinya sesungguhnya dia sudah bisa menerima Leon kembali namun rasa trauma karena sering di sakiti masi menghantui Maura.
Malam hari mereka semua berkumpul di ruang tamu setelah selesai makan malam.
__ADS_1
"MA hari ini Delon tidur di sini ya sama kakek dan nenek" Delon
"jadi siapa yang menemani mama kalau Delon di sini" Maura
"Mama juga tidur di sini saja kayak Delon "
"iya sayang, tidur aja di sini untuk malam ini" Mega
"Aku balik aja ke rumah MA, kalau Delon mau tidur di sini gak papa biar nanti Maura kembali ke rumah aja" Maura
Maura kembali ke rumahnya di antar Leon.
"kamu yakin tidur di sini? " Leon
"iya" Maura.
"ya udah masuk sana, aku langsung pulang ya" Leon
Leon kembali ke rumahnya.
Namun saat sampai di rumah dia melihat Delon masi duduk di ruang tamu.
"anak papa kenapa belum tidur? " Leon.
"baiklah, ayo kita tidur" Leon mengangkat Delon dan membawanya ke kamarnya.
Dikediaman Donna.
Donna masi duduk di ruang tamu
merasa gelisah karena Gerry belum juga pulang padahal katanya dia akan pulang hari ini.
Donna berkali kali mencoba menghubungi Gerry namun tak pernah mendapat jawaban.
karena lelah menunggu akhirnya Donna tertidur di sofa ruang tamu.
Tengah malam Gerry baru sampai di rumahnya.
Karena mendengar suara pintu Donna langsung bangun.
"belum tidur? " Gerry
__ADS_1
"aku nungguin kamu, aku telpon juga nggak kamu angkat mas" Donna
"iya tadi aku ambil penerbangan malam makanya baru sampai" Gerry
Donna merasa ada yang berubah dari perlakuan Gerry.
akhir akhir ini Gerry jarang menghubungi nya padahal biasanya Gerry selalu menghubunginya setiap melakukan kegiatan.
biasanya Gerry sampai rumah pasti memeluk Donna dan mengatakan betapa rindunya dia tidak berjumpa dengan Donna
biasanya Gerry sangat perhatian namun akhir akhir ini terkesan cuek kepada Donna
"mungkin saja dia sedang capek karena banyak yang dia urus untuk pembukaan restoran di sana" gumam Donna dalam hati
Gerry mengirim pesan kepada Desi
"aku sudah sampai di rumah ya des, jaga diri di sana, aku pasti merindukanmu.
tidak usah di balas" Gerry
"kamu mau makan mas? biar aku siapin makanan" Donna
"aku tidak lapar, aku capek
mau langsung istirahat" Gerry
Gerry membaringkan badannya.
dia tidur membelakangi Donna padahal sebelumnya Gerry tidak pernah seperti ini.
"mas apa aku ada salah sama kamu? " Donna
"tidak, kenapa bertanya seperti itu? " Gerry
"entah lah aku merasa akhir akhir ini kamu berubah, enggak seperti biasanya" Donna
"itu perasaan kamu aja" kata Gerry sambil membalikkan badannya dan memeluk Donna
"aku capek kita tidur ya" Gerry
"aku tidak seharusnya memperlakukan Donna seperti ini, aku sangat mencintainya tapi aku juga mencintai Desi.
__ADS_1
aku tidak bisa memilih salah satu di antara mereka berdua" gumam Gerry dalam hati.