
Kenzo sudah kembali ke tanah air.
Kenzo dan Abraham sama sama melamar di kz company.
Abraham yang memang ingin di jadikan asisten pribadi untuk Kenzo di masa depan di Terima di sana sebagai sekretaris Delon.
karena Delon ingin menilai sendiri apakah Abraham pantas atau tidak untuk berada di sisi putranya kelak.
Abraham sempat heran karena dia di Terima sebagai sekretaris padahal dia tidak melamar untuk kedudukan itu tapi mengingat gaji yang di tawarkan cukup besar membuat dia cukup senang dengan jabatan itu.
"kau cukup beruntung kawan " kata Kenzo saat mereka makan siang bersama di kantin perusahaan
"iya ini mungkin rejeki anak anak panti yang ikut mendoakan aku, setengah dari gaji ku akan aku kirim untuk ibu panti supaya adik adik di sana bisa hidup dengan layak" Abraham
Sifat kepedulian Abraham yang sangat tinggi dan kepribadiannya yang baik itu lah yang membuat Kenzo sangat ingin menjadikan dia orang kepercayaan yang akan mendampinginya.
Kenzo sendiri bekerja di depertemen keuangan.
Kenzo mulai menyelidiki semua staf staf yang tidak kompeten dan korupsi.
Kenzo bergaul dengan semua karyawan di sana untuk memudahkan dia mencari informasi.
Dua tahun kemudian
"papa rasa sudah waktunya kamu mengurus perusahaan nak" Delon
"terserah papa saja, jika papa rasa aku sudah layak" Kenzo
__ADS_1
"baiklah, saat ulang tahun perusahaan kita nanti akan papa umumkan siapa kamu dan kamu yang akan mengantikan papa" Delon
Di tempat lain Gracia baru saja tiba di tanah air setelah menyelesaikan pendidikannya.
Bella langsung menyambut kepulangan sahabatnya itu
Bella dan Okta menjemput Gracia ke bandara padahal Gracia sudah menolak dan meminta agar bertemu di rumah saja tapi Bella sungguh tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Gracia.
Saat melihat Gracia dari jauh Bella langsung mengejar
"Gracia si es balok ku,gadis dingin yang baik hati.
aku sungguh sangat merindukan mulutmu yang selalu berbicara ketus ini dan wajah datar ini" kata Bella menangkup pipi Gracia
Gracia mencebik mendengar kata kata Bella dan memilih untuk mengabaikannya saja
"bibi, apa kabar? " kata Gracia menunduk dan menyentuh kaki Okta
dia mengetahui ibunya adalah keturunan India tapi ibunya tidak pernah mau membahas lebih lanjut tentang keluarga besar ibunya.
Gracia juga tidak bertanya lebih jauh lagi karena ibunya selalu terlihat sedih setiap membahas keluarga besar ibunya itu.
"bibi baik nak, ayo kita pulang ke rumah.
bibi sudah masak banyak untukmu" Okta
"mama, aku ini anak kandung mu tapi kau selalu mengabaikan aku setiap ada Gres" kata Bella
__ADS_1
"kalian sama sama anak gadis mama" kata Okta yang memang sudah menganggap Gracia anaknya juga
Mereka bertiga tiba di rumah
Gracia menatap dengan pandangan sendu setiap sudut rumah itu.
"Bunda, Gracia kembali.
Gres rindu bunda" lirihnya pelan
Okta melihat kesedihan di wajah Gracia
"kau merindukan nya nak? " Okta
Gracia tersenyum tipis
"sangat, aku sangat Merindukannya" Gracia
Setelah selesai makan mereka bertiga duduk di ruang tamu dan langsung membicarakan masalah perusahaan.
"akhir akhir ini ada sedikit kendala di perusahaan nak" Okta
"masalah apa bi? " Gracia
"menurunnya presentasi penjualan sehingga banyak investor yang komplen dan bahkan ada berapa investor yang menarik saham mereka" Okta
"Baiklah bi, besok aku langung ke perusahaan dan kita akan cari jalan keluarnya bi" Gracia
__ADS_1
"beristirahat lah dulu nak, kau juga baru kembali" Okta
"lebih cepat lebih baik bi agar masalah tidak berlarut larut, kita harus cepat cepat mencari jalan keluar untuk masalah perusahaan kita" Gracia