
siang hari Maura mengirim pesan kepada jo
" jo, tolong ingatkan tuan untuk makan siang"
"iya, akan aku lakukan" jo.
jo masuk ke ruang kerja Leon
"bos, nyonya mengirim ku pesan untuk mengingatkan anda makan siang" jo
"aku tadi sudah makan siang rindu restoran setelah selesai meeting " jo.
"oke akan aku sampaikan kepada nyonya" jo
"tidak usah kau balas pesannya" Leon
ntah apa yang terjadi tapi Leon merasa tidak senang saat Maura dan jo saling mengirim pesan
"jo, antarkan beberapa pakaianku ke apartemen Maura " Leon
"apakah anda akan menginap di sana lagi bos" jo.
"jangan banyak bertanya, lakukan aja yang aku perintahkan " Leon
tanpa berbicara lagi jo pamit untuk melaksanakan permintaan bosnya itu.
jo tiba di apartemen Maura
Maura heran melihat jo yang datang membawa koper.
"apa yang terjadi" Maura
"bos menyuruhku membawa pakaiannya ke sini" jo
"oh silahkan masuk dan letakkan di sana" Maura
"apa dia berniat tinggal di sini" batin Maura
__ADS_1
setelah pulang dari kantor Leon bertemu dengan Vanno.
"bagaimana keadaanmu" Vanno
"sudah baik" Leon
"ada apa tiba tiba kau ingin bertemu denganku? " vanno
"aku hanya ingin bercerita dengamu
entah kenapa akhir akhir ini aku merasa ada yang lain dari istriku"
"apa yang salah? dia terlihat baik baik saja.
waktu aku mengantarmu ke apartemenya ketika kau sakit dia terlihat sangat khawatir" vanno
"bukan dia maksudku" Leon
"oh aku lupa kalau kau lelaki beristri dua" ejek vanno
"berhenti tertawa atau aku akan memukul kepalamu hingga kau otak kecilmu itu tidak bisa lagi berpikir" Leon
"cihh kau selalu saja senang ketika melihat aku susah" Leon
"memang apa yang salah dengan melsa" vanno
"tidak ada hanya saja perasaanku seperti ada sesuatu yang mengganjal tapi ntah lah aku tidak tau" Leon
"suatu hari nanti kau akan tau sperti apa sesunguhnya wanita rubah itu" gumam vanno dalam hati
lama mereka mengobrol dan bertukar pikiran
akhirnya
vanno mendapat pangilan dari rumah sakit dan memintanya untuk segera ke rumah sakit.
"aku harus kembali ke rumah sakit" vanno
__ADS_1
saat berada di parkiran mobil Leon tidak bisa hidup, ntah apa yang salah dengan mobil itu padahal tadi terlihat baik baik saja
"mari aku antar kau pulang" vanno
"apakah itu tidak merepotkanmu?" Leon
"tidak, masuklah
kau beruntung karena dokter tampan ini mau menjadi supirmu" vanno
"cih tampan dari sudut mana kau terlihat tampan? " Leon
"dari semua sudut , hahahahah tawa vanno
" antarkan aku ke apartemen Maura"Leon
"apakah kau sekarang tinggal di sana? "
"iya karena di rumah aku juga sendirian jadi aku pikir tidak ada salahnya aku tinggal dengan ya dan melakukan pendekatan" Leon
"apakah kau tertarik padanya? dia wanita yang baik dan juga cantik" vanno
"tidak, di hidupku aku hanya tertarik pada istriku saja, aku melakukan ini agar drama ini cepat berakhir dan aku bisa berkumpul dengan melsa setelah anak itu lahir nantinya" Leon
"kapan kau akan sadar kalau wanita yang kau puja itu tidak sebaik yang kau pikirkan ,
kau bahkan menutup mata akan semua kesalahan yang dia lakukan " batin Vano
setelah sampai di apartemen Maura Leon turun dari mobil vanno,
saat Leon hendak keluar tiba tiba vanno berbicara
"jangan menyakiti perasaan Maura, dia wanita yang baik dan dia sudah cukup merasa menderita selama ini. perlakukan dia dengan baik selama dia menjadi istrimu" vanno
"kau sangat cerewet ahir ahir ini ,.
pergilah dan hati hari saat berkendara " Leon
__ADS_1
vanno pun melajukan mobilnya ke rumah sakit.